Pelurusan Sejarah Peristiwa 1965 : Membebaskan Narasi Sejarah Dari Kebohongan Orba (klipping berita, opini, wawancara Asvi Warman Adam)*

Selamat pak Asvi Warman Adam untuk Pengukuhannya Sebagai Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dgn
pidato ilmiah “DAMPAK G30S : SETENGAH ABAD HISTORIOGRAFI GERAKAN 30 SEPTEMBER”
(27 Juli 2018)

sembari menunggu naskah pidato pengukuhannya sila cermati

(artikel ilmiah di Journal Arcipel Paris)
Asvi Warman Adam 

(artikel di the Jakarta Post)

 

sketsa Koes Komo kala Asvia Menjadi Saksi Ahli Sidang IPT 1965

KULIAH UMUM ASVI WARMAN ADAM “HISTORIOGRAFI G30S
(1965-2015)” di Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial
Universitas Pendidikan Ganesha

 
Bagi Asvi, Peristiwa 1965 merupakan tanda atau pembatas zaman. Dari banyak peristiwa sejarah yang dialami bangsa Indonesia, Peristiwa 1965 merupakan pembatas zaman dalam berbagai bidang. Perubahan politik yang besar terjadi dalam bergesernya kedudukan Indonesia dari pemimpin negara nonblok dan dunia ketiga menjadi ”murid yang baik” AS. Kebijakan ekonomi berdikari menjadi kebijakan ekonomi pasar yang bergantung pada modal asing. Tidak ada kritik, tidak ada polemik, semua dalam satu versi, yakni versi pemerintah.
 
…….

 

 
Di benak Asvi, dia memimpikan narasi sejarah dibebaskan dari kebohongan-kebohongan. Biarlah peristiwa itu sendiri bicara tentang sejarahnya! Menggapai kebenaran sejarah? Yaaah…, Asvi tertawa lepas!
dipetik dari ST Sularto “Asvi Menggapai Kebenaran Sejarah”  [2009]
 

 Presentasi Asvi Warman Adam dalam diskusi “Kebangkitan PKI : Isu atau Realitas?”

 

 

Presentasi Asvi Warman Adam dalam diskusi “Kebangkitan PKI : Isu atau Realitas?”

 

*PARA PEMBACA KAMI  TIDAK BERPRETENSI MENGGAMBARKAN SECARA UTUH DAN KOMPREHENSIF PEMIKIRAN ASVI WARMAN ADAM MELALUI KOMPILASI INI, KUMPULAN ARTIKEL INI SEMATA UNTUK MENUNJUKKAN KETEGUHAN DAN KONSISTENSI SIKAPNYA.
 
The beginnings of state-perpetrated violence in Indonesia
Background to violence in the 1960s
The mass killings in 1965
The number of victims
Genocide?
The institutionalisation of violence after 1965
Efforts made by victims to reclaim their rights
Reconciliation: The case of South Blitar
Conclusion
 Pada bulan November 2015, Asvi Warman Adam memberikan kesaksiannya sebagai saksi ahli di Pengadilan Rakyat Internasional Peristiwa 1965 di Den Haag, Belanda. Berikut beberapa berita terkait
513AsviWarmanAdam
FOTO : HISTORIA

Peneliti LIPI: Pemerintah Seharusnya Malu dan Mengakui Genosida 1965

 

Artikel Opini

Sepuluh kontroversi Lubang Buaya [2012]

Video ‘Kuliah Singkat ’ Sejarah :

 
 
 

 

 

 

Mizan Tube : Asvi Warman Adam Pelurusan Sejarah
Mizan Tube : Asvi Warman Adam: “Peran Media dan Pendidikan Sejarah”
Mizan Tube : Asvi Warman Adam Transformasi Komunisme dan Kewaspadaan terhadap Kapitalisme
Mizan Tube : Asvi Warman Adam Telegram Haji Peking
Mizan Tube : Asvi Warman Adam Rehabilitasi Nama Baik dr Soebandrio
Mizan Tube : Asvi Warman Adam Diskriminasi dan Stigma Pasca ’65
Mizan Tube : Asvi Warman Adam: “Peristiwa Madiun merupakan Titik Tolak Pertentangan Islam dan Komunisme



Wawancara :
 

simak 400 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
 
 

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s