Bibliografi / Daftar Isi Perpustakaan-Online Genosida / Peristiwa 1965 – 1966 #56TahunGenosida65_66 #UninstallHoaxG30SPKI #PerpustakaanOnlineGenosida65_66

  cover foto karya Reza Muharam dan A Iswinarto   Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia “…tidak tahu, tidak mau tahu, pura-pura tidak tahu atau – inilah yang tragis – takut untuk tahu.. Hersri Setiawan Situs Literasi (Online) Genosida 1965-1966 adalah situs terlengkap dengan 1500 ‘entry’ tematik atau non-tematik  (dan masih akan terus…

De-Sukarnoisasi, Perpindahan Penduduk dan Perpindahan Agama Seiring dan Pasca Genosida 1965-1966 (Tragedi 1965-1966) di Tanah Karo

Menjadi Karo di Tanah Melayu: Migrasi dan Identitas Etnik Karo di Desa Kuala Lama, Serdang Bedagai [Buddayah: Jurnal Pendidikan Antropologi] Muhammad Emil Riza Tarigan Program Studi Antropologi Sosial, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Medan  Abstrak Studi ini bertujuan untuk memahami proses migrasi dan kebertahanan identitas etnik Karo di Kuala Lama, sebuah desa pesisir di Kabupaten Serdang…

‘Mia Bustam and Her Memoirs : Speaking for Herself’ on Southeast of Now : Directions in Contemporary and Modern Art in Asia Journal

Mia Bustam and Her Memoirs: Speaking for Herself Yvonne Low Southeast of Now: Directions in Contemporary and Modern Art in Asia, Volume 5, Numbers 1 & 2, October 2021, pp. 335-338 (Article) https://muse.jhu.edu/article/838729 Chapter 6:I Found Myself – Mia Bustam Edited by Yvonne Low Translated by Astrid Reza https://muse.jhu.edu/article/838730 Interview with Astrid Reza Southeast of Now editor…

2 Kajian Ilmiah Tentang ‘Lekra dan Lembar Kebudayaan Harian Rakyat’

cover foto Evi Mariani (unduh) Miller, Stephen. The Communist Imagination: A Study of the Cultural Pages of Harian Rakjat in the Early 1950s, UNSW Canberra, 2015. (disertasi) Stephen Miller Tentang Lekra *transkrip diskusi bulan purnama Cold War Tropes and Cultural Politics in Indonesia, 1950-65 (1) LEKRA TAK MEMBAKAR BUKU: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 15…

Dialog ‘Demokrasi Besutan Bung Karno’ Bersama Airlangga Pribadi (Chapter : Sekali Lagi, Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi Di Bawah Bendera Revolusi)

Dialog ini menguraikan bahwa ketika Indonesia hendak memperjuangkan demokrasi, maka pilihan demokrasi yang diambil tidak bisa sekedar copy paste dari model demokrasi Barat. Berkaitan dengan hal itu Bung Karno menjelaskan analisa historisitas struktural dimana demokrasi politik dalam perjalanan sejarah Eropa, membuat kekuatan kelompok sosial dominan yang memiliki kemakmuran berlebih telah membajak demokrasi dari aspirasi rakyat….

[Resensi-resensi dan Wawancara Penulis] KONFERENSI ASIA – AFRIKA 1955 : Asal Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global Antiimperialisme – Wildan Sena Utama

Penulis : Wildan Sena UtamaPengantar: Jürgen DinkelISBN: 978-979-1260-74-9xxii + 281 hlm; 14 x 20,3 cmPenerbit :Marjin Kiri Buku ini bermaksud melihat KAA 1955 secara lebih kritis dan komprehensif dengan menyuguhkan kompleksitas riil konferensi tersebut. KAA diadakan di tengah gelombang dekolonisasi sekaligus Perang Dingin, dan pemikiran yang melandasinya bisa dilacak jauh ke belakang ke aktivitas gerakan-gerakan…

Exploring Resilience in Dance in Java, Indonesia : Percakapan Rachmi Diyah Larasati dan Christina Sunardi  Tentang  Dampak Genosida Politik 1965-66 Pada Pertunjukan Tari di Jawa

Saturday University: Exploring Resilience in Dance in Java, Indonesia – Seattle Art Museum In this two-way interview, Indonesian dancer and dance scholar Rachmi Diyah Larasati and American ethnomusicologist Christina Sunardi discuss the impact of the political genocide in Indonesia in 1965-66 on dance performance in Java. They will explore how experience and memory—both individual and…

The Act of Singing : Perempuan, Musik dan Politik Pengungkapan Kebenaran dan Rekonsiliasi di Indonesia

The Act of Singing : Women, Music, and the Politics of Truth and Reconciliation in Indonesia ANDREW N. WEINTRAUB  sila unduh December 2021Yearbook for Traditional Music 53:1-44 DOI:10.1017/ytm.2021.6 Andrew N. Weintraub is Professor of Music at the University of Pittsburgh, where he teaches graduate and undergraduate courses in ethnomusicology and popular music, and directs the University…

[Tinjauan Buku – Resensi] Memoar-memoar (Trilogi Memoar) Mia Bustam : Kelindan Asa dan Kenyataan (3), Dari Kamp ke Kamp (2) dan Sudjojono dan Aku (1)

Tahun 2022 ini Ultimus Bandung menerbitkan Memoar ke 3 Mia Bustam Kelindan Asa dan Kenyataan, serta menerbitkan kembali memoar Sudjojono dan Aku (1) dan Dari Kamp ke Kamp (2) MIA BUSTAM lahir di Purwodadi, 4 Juni 1920. Lulusan Europeesche Lagere School dan kemudian meneruskan di Van Deventer School (VDS) Surakarta ini menikah dengan pelukis S….

Jejak Genosida 1965-1966 di Tegal : Ingatan, Trauma, Dendam, Penyembuhan dan ‘1965 Art Space’ Dadang Christanto

Penting untuk disampaikan perihal dendam atau marah. Bila konteksnya PERSONAL “dendam atau marah” dapat dibilang selesai. Tapi secara SOSIAL belum selesai. Artinya “dendam dan marah” terus akan hadir sejauh pemerintah tidak memberi keadilan dan minta maaf pada para korban dan keluarganya. Dimusim pembantaian, muara sungai Ketiwon atau kanan- kiri muaranya. saat air laut surut, mayat…

Film Animasi Konta-Sai dan 8:45 : Kisah Maria Isabel dan Umar Usman Penyintas Pelanggaran HAM dari Timor Leste dan Aceh

Nama mereka adalah Maria Isabel dan Umar Usman. Isabel, perempuan dari Timor Leste, merupakan penyintas kekerasan seksual yang terjadi selama invasi Indonesia di Timor Leste (1975-1999). Sedangkan Umar lelaki asal Aceh, adalah seorang penyintas konflik Aceh. Mereka menjadi karakter utama dalam dua film animasi dokumenter 8:45 dan Konta-sai yang ditayangkan perdana pada Selasa, 4 Mei 2021 lalu.  Kedua film…