Artikel-artikel (Kajian) Soe Tjen Marching Tentang Genosida 1965-1966 – Soe Tjen Marching Articles on Indonesian Genocide/Massacre 1965-1966

    Soe Tjen Marching, The End of Silence: Accounts of the 1965 Genocide in Indonesia, Amsterdam University Press, 2017.  (Photographs by Angus Nicholls)   info buku http://en.aup.nl/books/9789462983908-the-end-of-silence.html       petikan bab buku bisa diunduh The Mutation of Fear The Legacy of the Long-Dead Dictator (Bab Pendahuluan)   tinjauan buku   Review: Ending the silence…

8 Memoar Perempuan Pejuang dan ‘Survivor’ Genosida Politik 1965-1966 [Perempuan Penyintas 1965]

      Obituari Sulami (Mantan Sekjennas Gerwani)   PEREMPUANYANG TAK PERNAH MENYERAH TAK PERNAH MENCAMPAKKAN MIMPI – HAIRUS HALIM   Sulami, Sang Srikandi Merah – Berdikarionline    Wawancara Tempo dan Sulami   Catatan SULAMI Mantan SEKJENNAS GERWANI : BEBERAPA PENDAPAT BERDASARKAN PENGALAMAN AKAN GERAKAN WANITA REVOLUSIONER –Sulami         Sudjinah, Sang Pemenang…

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur)

Memori-Memori Terlarang, Perempuan Korban & Penyintas Tragedi ’65 di Nusa Tenggara Timur Editor : Mery Kolimon & Liliya Wetangterah Penerbit : Yayasan Bonet Pinggupir Buku ini disusun oleh Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) bekerjasama dengan Fakultas Teologi Universitas Kristen ARTHA WACANA, ICTIJ dan Kerk in Actie ini terdiri dari 8 Bab, yakni Memori-memori terlarang: Perempuan…

Dari Melarung Bro di Nantalu hingga Peti Ingatan : 22 Cerpen Martin Aleida, Putu Oka Sukanta dan Triyanto Triwikromo / Genosida 1965-1966

Martin Aleida: Takdir Sastra Adalah Membela Korban Martin Aleida Sastrawan di Jalur Kiri Putu Oka Sukanta : Dalam Sastra, Tidak Ada Humanisme Universal!   8 Cerpen Martin Aleida Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus Cerpen Martin Aleida (Kompas, 21 Oktober 2018)  Surat Tapol kepada TKW, Cucunya Cerpen Martin Aleida (Kompas, 21 Mei 2017) Tanah Air…

KUDETA SOEHARTO DAN DE-SUKARNOISASI : SUKARNO TELAH DIBUNUH DUA KALI!

“….mengenai de-Soekarnoisasi saya sering mengutip sejarawan Perancis Jacques Leclerc bahwa Soekarno telah dibunuh dua kali (21 Juni 1970 ia wafat setelah sakit dan tidak memperoleh perawatan sebagaimana semestinya serta sejak 1 Juni 1970, peringatan hari lahir Pancasila dilarang oleh Kopkamtib). Asvi Warman Adam     KARYA DIDOT KLASTA HARIMURTI simak juga Supersemar, Kudeta Suharto dan Genosida…

[Situs Genosida Surabaya] : Jejak Merah dan Tumpasnya di Kota Pahlawan

  Rapat serikat buruh kiri/komunis di Surabaya, 1964 foto : Het National Archief/ANP   disalin dari Indonesia-zaman-doeloe.blogspot.co.id   In December 1965, Time reported that Communists and their “entire families” were being killed in such numbers that small rivers and streams “have been literally clogged with bodies”; and that the disposal of the corpses had “created…

Membikin Terang ‘Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia’ (*) yang Digelapkan

*Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia dipetik dari sub-judul buku Max Lane Unfinished Nation.       “Dengan melihat pembantaian massal tahun 1965 sebagai gerakan kontra-revolusioner juga akan mempermudah kita untuk mengerti bahwa gerakan ini adalah revolusi pada dirinya sendiri. Artinya, sekalipun merupakan ‘kontra-revolusi,’ pembantaian ini adalah sebuah revolusi. Dia melakukan reorganisasi kekuatan kelas…