Warisan Penyiksaan : Hak Asasi Manusia dan Reformasi Dalam Ancaman

Penyiksaan tertanam dalam sejarah panjang kekerasan di Indonesia. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyimpulkan bahwa pada kekerasan yang terjadi selama tahun 1965-1966 yang menandai lahirnya rezim militer otoriter, ratusan ribu orang menjadi korban kejahatan kemanusiaan, termasuk pembunuhan di luar proses hukum, penahanan yang tidak sah, penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, kekerasan seksual, perkosaan dan…

7 Oktober 1965 : Pembunuhan Massal dan Genosida Politik 1965-1966 Dimulai dari Aceh………

Di Sumatera, sangat masuk akal bagi pucuk pimpinan militer untuk menggunakan KOTI, Kolaga, dan komando regional di bawah kepemimpinan Mokoginta. Dokumen internal kedutaan besar AS menunjukkan bahwa Sumatera digunakan sebagai “test case” (daerah percobaan) oleh militer karena mereka bisa menerapkan darurat militer di daerah ini. Artinya, para komandan tak hanya mampu mengendalikan angkatan bersenjata tetapi…

Onak dan Tari di Bukit Duri – Kisah Utati Perempuan Penyintas 1965 #Utati

  sumber foto : Pojok Cerpen & Tanda Baca @pojokcerpen Launching & Bincang Buku Seri – Perempuan Penyintas 1965 – #UTATI sekilas Utati Koesalah Utati Koesalah Ditahan tanpa Diadili – media indonesia Lagu dari Balik Penjara Perempuan, Nyanyian Sunyi Dialita – suara.com secara khusus simak Nyanyi Sunyi di Bukit Duri  “Jadi (lagu ciptaan sendiri) itu dipikir…

[Bedah Buku] Kekerasan Budaya Paska 1965: Bagaimana ORBA Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra & Film – Manunggal K. Wardaya, Ita Fatia Nadia, Evi Lina Sutrisno

Bedah Buku DPP UGM – Departemen Politik & Pemerintahan Fisipol UGM simak pula Membongkar‘Pembenaran’ Genosida1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang WijayaHerlambang) [Kompilasi Resensi – Tinjauan Buku] Kekerasan Budaya Pasca 1965 Bagaimana Orde Baru Melegitimasi AntiKomunisme melalui Sastra dan Film – Wijaya Herlambang simak 1300 ‘entry’ lainnya pada link berikut Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966…

[Ngobrol Politik BEM FIB UI] Tragedi ’65 : Dari Genosida, Pemerkosaan Massal, hingga Rekonsiliasi bersama Sri Lestari Wahyuningroem, Soe Tjen Marching, Satriono Priyo Utomo

Selama rezim militer Orde Baru berkuasa, Pemerintahan Soeharto membangun narasi yang sedemikian rupa untuk mempropagandakan kekejian berbagai bentuk penyiksaan terhadap para jenderal yang diculik dan akhirnya dibunuh. Narasi tersebut disalurkan melalui pendidikan formal, museum peringatan, hingga seremoni hari peringatan. Namun, Orde Baru tak pernah mengungkapkan tragedi keji yang terjadi pasca adanya Gerakan 30 September. Momen…

[Young Scholars 1965] Casual Talks – Bagaimana Sejarah 1965 diajarkan di Sekolah Kita? bersama Appridzani Syahfrullah, Asvi Warman Adam, Saskia Wieringa

simak pula Sejarah 1965 : Kurikulum Pendidikan dan Respon Guru Tehadap Wacana Sejarah Alternatif (MEN-) ‘SUBVERSI’  SEJARAH (PRODUK PROPAGANDA ORDE BARU/PALSU) YANG HEGEMONIK DARI BANGKU SEKOLAH SENYAP BUKAN BERARTI DIAM :REKONSILIASI NASIONAL PERISTIWA PASCA GESTAPU ALA GURU SEJARAH Teaching Controversial History Indonesian High School History Teachers’ Narratives about Teaching Post-Independence Indonesian CommunismStephen Pratama (Uppsala Universitet…

Mapping Memories Cambodia : Pemetaan Ingatan Atas Kejahatan Genosida dan Pendidikan Interaktif Melalui Media Sosial Untuk Kaum Muda

simak pula rintisan serupa di Indonesia PEMETAAN NARASI TANDING ‘1965’ – FAITH IN SPECULATION : AN OFFERING TO THE GOD OF PROBABILTY..  Mapping Memories Cambodia launched – khmertimeskh.com The MMC Project is aimed to urge the young generation to consume modern technology in beneficial and educational ways, such as to further research and learn about…

Perbudakan Seksual, Pelacuran Paksa   dan Perkawinan Paksa Selama dan Sesudah Masa Pembunuhan Massal 1965-1966

Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Pasca Peristiwa 1965 – historia Sesudah tiga hari, tanpa diberi makan dan minum, kami dibawa ke barak tentara di Solo. Di sini banyak laki-laki memperkosa kami hampir setiap malam. Saya tidak ingat lagi betapa sering saya harus melayani serdadu-serdadu itu, apalagi mengingat-ingat wajah-wajah mereka. Ketika saya dipanggil untuk bon malam, memenuhi…