Bincang Sejarah : Stigma Komunisme Sejak Era Kolonial Hingga Kini Bersama Bonnie Triyana

Telesejarah Live – Stigma Komunisme Sejak Era Kolonial Hingga Kekinian simak pula Politik Stigma Dalam Sejarah Indonesia – Dialog Sejarah Bersama Soe Tjen Marching  Simak 1100 ‘entry’ lainnya pada link berikut   Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966  Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus) Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/…

STOLPERSTEINE : 75.000 ‘Batu’ (Lempeng Tembaga) Jalanan, ‘Batu’ Pengingat Para Korban Holocaust Dari Seluruh Penjuru Eropa. *Dirintis Seniman Gunter Demnig Tahun 1996 Melalui Proyek Seni Simbolik.

Stumbling Stones in Germany (Stolpersteine) Dalam udara bulan April yang semau-maunya, alias jika mau hujan akan datang hujan, jika hendak hangat datanglah hangat. Kami berjalan menapaki trotoar di jalanan di Plaza Olympia (Olympia Plein) Amsterdam, saya dan Caila van Praag. Sepulang yoga, tubuh terasa ringan. Kami berjalan tertunduk, melihat kaki kami melangkah satu-satu.. Sampai di…

Catatan (‘Memoar’) Pulau Buru Al Capone (Tapol asal Yogyakarya) : “Kami selalu dipindahkan dan dipindahkan bagai kotoran yang berbau busuk…..”

“Kami selalu dipindahkan dan dipindahkan bagai kotoran yang berbau busuk, menjijikkan. Kami ditendang lalu dibuang. Agar hati kami tak lagi tenang.Demikian kira-kira jalan pemikiran penguasa saat itu terhadap kami para korbanTragedi ’65.”Al Capone (nama samaran), Korban Setiap Orang Merasa Ketakutan NARASI penuh informasi menarik di bawah ini adalah narasi yang disampaikan oleh seorang mantan Tahanan…

Kisah Djoko Pekik, Celeng dan Lintang Kemukus 1965 *Anggota Sanggar Bumi Tarung

ilustrasi cover foto dari arsip IVAA periksa pula disini KAJIAN SENI LUKIS KARYA DJOKO PEKIK DENGAN TEMA PERISTIWA SEPTEMBER 1965 Melawan Lupa – Para Maestro di Kiri Jalan ART INSIGHT METRO TV “DJOKO PEKIK” Biografi Ringkas dan Arsip Karya Djoko Pekik http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/djoko-pekik KAJIAN SENI LUKIS KARYA DJOKO PEKIK DENGAN TEMA PERISTIWA SEPTEMBER 1965 Hapsari Fadlila,…

Amrus Natalsya dan Sanggar Bumi Tarung : “…tahan semua rasa pedih itu dengan ketabahan….. ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka”

tahan semua rasa pedih itu / dengan ketabahan / ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka (Amrus Natalsya – Sanggar Bumi Tarung) *sumber foto dan teks Masyarakat Bumi Tarung : Sanggar Bumi Tarung Fans Club Karya lukisan perupa dan pendiri SBT Amrus Natalsya “Berjuta mata sebagai saksi bisu”. Sang pelukis mengungkapkan betapa dahsyat peristiwa Tragedi…

[Jendela Buku] Dari Dunia Dikepung Jangan dan Harus – Hersri Setiawan *Kumpulan surat, esai dan makalah

“Sejarah selain merupakan warisan juga adalah tandon atau reservoir. Dan dari tandon yang satu ini kita ambil api atau airnya, dengan membawa nyala atau pikulan air, untuk menciptakan tandon-tandon baru, sementara itu tandon yang lama tidak menjadi kering atau padam.” – Hersri Setiawan, dalam esainya Merebut Ruang Negosiasi- Peluncuran dan diskusi buku Dari Dunia Dikepung…

Indeks Dokumentasi Arsip HAM [INDAH] : Pusat Dokumentasi Data HAM Berbasis Digital

Dalam rangka memperingati Hari Internasional Hak atas Kebenaran 24 Maret 2021, Museum HAM Munir bersama KONTRAS meluncurkan Indeks Dokumentasi Arsip Hak Asasi Manusia (INDAH). Bertujuan menyimpan dan merawat memori dan pengetahuan kolektif tentang berbagai kasus pelanggaran serta penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia, dilakukan digitalisasi arsip-arsip individu dan lembaga HAM di Indonesia. Sebagai langkah awal,…

Kala Banjir Besar 1966 ‘Menghentikan’ Pembantaian Massal di Solo

Saat Pembantaian PKI di Solo Dihentikan Banjir Besar – tirto.id Banyak pembantaian setelah Oktober 1965 di Solo. Banjir besar Bengawan Solo pada Maret 1966 sangat mengganggu pembantaian di sana. Dokumentasi Banjir Besar 1966 di Solo simak pula SITUS-SITUS / JEJAK ‘GENOSIDA POLITIK65’ DI SURAKARTA ilustrasi korban pembunuhan massal jembatan bacem simak 1100 ‘entry’ lainnya pada…

[unduh] Third World Quarterly (2021) : Marx and Lenin in Africa and Asia: Socialism(s) and Socialist Legacies ** Indonesian socialism of the 1950s : from ideology to rhetoric; Indonesia’s missing Left and the Islamisation of dissent.

simak dan unduh Third World Quarterly, Volume 42 (2021) – Special Issue: Marx and Lenin in Africa and Asia: Socialism(s) and Socialist Legacies https://www.tandfonline.com/ 2 artikel khusus meninjau pengalaman Indonesia Indonesian socialism of the 1950s: from ideology to rhetoric – Kevin W Fogg Abstract : From 1945 until 1965, virtually all Indonesian political parties claimed…