Penyingkiran dan Pemenjaraan 21 Menteri Loyalis Sukarno Pasca G30S dan Supersemar

kesaksianku_dpn

 sumber foto : goodreads, ultimus, the rexos 

Meringkus Loyalis Sukarno- historia

Supersemar juga dijadikan alat untuk menangkap 15 menteri pendukung Sukarno. Sisi kelam menjelang terbitnya Orde Baru.

Penangkapan sejumlah menteri merupakan kejutan kedua setelah Soeharto menerima Supersemar. Soeharto memerintahkan operasi “pengamanan” dengan dalih keselamatan diri para menteri dari amukan demonstran. Dalam pidato yang disiarkan RRI, Soeharto menempatkan para menteri itu dalam tiga macam kategori.  

Pertama, mereka yang mempunyai hubungan dengan PKI atau G30S dengan indikasi yang cukup. Kedua, mereka yang kejujurannya dalam membantu presiden diragukan. Dan ketiga, mereka yang hidup amoral dan asosial, hidup dalam kemewahan di atas penderitaan rakyat.

Dalam disertasinya di Monash University, Australia, Harold Crouch menggolongkan Soebandrio, Astrawinata, Oei Tjoe Tat, Setiadi Reksoprodjo dalam kategori pertama. Chaerul Saleh dan Jusuf Muda Dalam termasuk kategori ketiga. Menilik peran dan afiliasinya secara khusus, Chaerul, Achmadi, Achadi, dan Tumakaka telah berperan dalam pengorganisasian Barisan Sukarno. Sutomo Martopradoto, Oei Tjoe Tat, dan Armunanto adalah anggota nasionalis-kiri Partindo. Surachman, sekretaris jenderal PNI merupakan sayap kiri dalam partainya. Sepasang perwira Angkatan Darat, Sumarno dan Sjafei dinilai lebih loyal kepada Presiden Sukarno ketimbang Panglima Angkatan Darat.

“Dapat dikatakan, semua ditahan karena kesungguhan mereka membantu presiden dan bukannya kegagalan mereka yang menyebabkan mereka ditangkap,” tulis Crouch dalam Militer dan Politik di Indonesia. “Semuanya, kelima belas orang itu, mendukung presiden dalam usahanya mengembalikan tentara di bawah kontrolnya.”

1966: Soeharto Tangkap 15 Menteri Bung Karno – metrotvnews

 

“Supersemar dan Kontroversinya” – kompas.com

Pada 17 Maret 1966, Soekarno memerintahkan Chairul Saleh untuk membacakan pengumuman tertulis Soekarno bahwa Supersemar tidak berarti penyerahan kekuasaan dari Presiden ke Men/Pangad Letjen Soeharto malah menahan 15 menteri Kabinet Dwikora yang Disempurnakan dengan tuduhan terlibat dalam G30S. Ironisnya, Chairul Saleh termasuk dalam daftar 15 menteri yang ditahan.

 

15 menteri yang ditangkap serentak pada tanggal 18 Maret 1966

Soebandrio (Waperdam I merangkap menteri luar negeri dan ketua Badan Pusat Intelijen Indonesia)

Chaerul Saleh (Waperdam III merangkap ketua MPRS)

Surachman (menteri pengairan rakyat dan pembangunan desa)

Setiadji Reksoprodjo (menteri urusan listrik dan ketenagaan),

Oei Tjoe Tat (menteri negara yang diperbantukan pada presidium kabinet),

Jusuf Muda Dalam (menteri urusan Bank Sentral merangkap gubernur Bank Indonesia),

Mayjen TNI Achmadi (menteri penerangan),

Mohammad Achadi (menteri transmigrasi dan koperasi),

Soemardjo (menteri pendidikan dasar dan kebudayaan),

Armunanto (menteri pertambangan)

Sutomo Martopradoto (menteri perburuhan),

Astrawinata (menteri kehakiman),

  1. Tumakaka (menteri sekretaris jenderal Front Nasional),

Mayjen TNI Soemarno Sastroatmodjo (menteri dalam negeri merangkap gubernur DKI Jakarta), Letkol Imam Sjafei (menteri khusus urusan keamanan).


6 Menteri yang ditangkap secara parsial :

Menteri/Jaksa Agung, Brigjen CPM Soetardhio;

Menteri Negara Diperbantukan Pada Presidium Kabinet, Soedibjo;

Menteri/Panglima Kopelapip (Mantan. Men/Pangau) Laksdya (U) Omar Dani;

Menteri/Panglima Angkatan Udara, Laksda (U) Sri Moeljono Herlambang;

Menteri/Wakil Menko Pertahanan, Mayjen Moersjid;

Menteri/GM Kopelapip, Koerwet Kartaadiredja.

Sususan Kabinet DwikoraII atau Dwikora Yang Disempurnakan – wikipedia

Tentang beberapa loyalis Soekarno Yang Disingkirkan Paska G 30 S dan Supersemar,  diantaranya diadili di Mahmilub (Peradilan Sesat) seperti Soebandrio, Omar Dani dan Jusuf Ahmad Dalam karena dianggap terlibat langsung dalam G30S sebagian besar lainnya dipenjara tanpa melalui proses peradilan 


kenapa peradilan sesat? sila simak


[Sidang Mahmilub G30S] Asvi : Jelas targetnya,melenyapkan mereka!* I Genosida Politik 1965-1966

*

Tragedi Menteri LuarNegeri Indonesia* dr. Soebandrio [Indonesian minister caught in a cold-warclash**] 

 


*

Chaerul Saleh: PendorongProklamasi yang Dilupakan Negara – tirto.id

Chaerul Saleh, PahlawanBangsa yang Mati dalam Penjara – koransulindo 

*

Oei Tjoe Tat, LoyalitasTiada Akhir Hiski Darmayana – berdikarionline

Oei Tjoe Tat PembantuPresiden Soekarno – Hasta Mitra

*

Surachman, Nasionalisyang Terlupakan – koransulindo

Ia dikenal sebagai tokoh muda beraliran nasionalisme radikal, dan orang dekat Bung Karno. Karir politiknya yang cemerlang, berakhir tragis. Namanya pun seakan terlupakan dalam sejarah politik Indonesia

*

RIWAYAT SINGKAT  Ir. Setiadi Reksoprodjo

Biografi Seorang Biasa : H Ir Setiadi Reksoprojo (1921-2010) 

Forum Komunikasi Keluarga Besar Soekirjo Reksoprodjo

*

Imam Syafei, TentaraJawara Pendiri Cobra – cnn indonesia

Bang Pi’ie, Sang Jawarayang Jadi Menteri – tirto.id

 

*
Orbituari Achmadi

  

*

Kesaksian Mohammad Achadi – Roro Daras

Bagian 1234, 56

*

Sri Mulyono, Pernah Bikin AURI Jadi Amat Ditakuti Tapi Terpaksa Jadi Peternak Ayam Gara-Gara G30S –intisari.grid.id

*
Koerwet Kartaadiredja (*disinggung  dalam artikel ini)

Sekelumit Kisah Suram Dirgantara RI di Tengah Gejolak 1966 – CNN Indonesia

 

*

Omar Dani

Arsip Rahasia AS: Ide Membunuh Marsekal Kesayangan Sukarno

Wawancara Omar Dani oleh Tempo

G30S, Omar Dani: Pesta di Lubang Buaya Itu Isapan Jempol

G30S, Omar Dani: Harto Tak Mau ke Bung Karno, Itu Tak Aneh

 

 

simak juga 

SUPERSEMAR, KUDETA SUHARTO DAN GENOSIDA 1965-1966

Jika Supersemar Palsu, Apakah Orde Baru Tidak Sah?; Supersemar, Inti Rezim Orde Baru yang Palsu (ulasan tirto.id dan historia.id tentang supersemar)

KUDETA SOEHARTO DAN DE-SUKARNOISASI : SUKARNO TELAH DIBUNUH DUA KALI! 

Tujuh Gubernur Sukarnois yang Dituduh Terlibat PKI dan Disingkirkan. Satu orang diculik dan dihilangkan, Satu Mengalami Persekusi Massa!

Penghancuran PNI Loyalis Sukarno/Nasionalis-Radikal (PNI AliSastroamidjojo – Surahman) dan Penyingkiran Kaum Marhaenis

‘Mutilasi’ Marhaenisme : Pembersihan Ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno

 

 

Simak 800 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s