Politik Militer AURI dan Peranan Panglima AURI Omar Dani Seorang Loyalis Sukarno (Kejayaan dan Kemunduran AURI, Sebelum dan Setelah G30S Serta Kudeta Merangkak Suharto)

Omar Dani dan AURI – Asvi Warman Adam

Politik Militer Angkatan Udara Republik Indonesia Dalam Pemerintahan Sukarno 1962-1965

Tesis Magister Humaniora Ilmu Sejarah – UI oleh Humaidi

 

tirto.id

 

Sejarah Kejayaan AURI Hanya Tercatat di Zaman Omar Dani

AURI pernah jadi yang terkuat di Asia Tenggara, tapi hanya di zaman Omar Dani. Banyak mendapat armada dari Uni Soviet.

TNI AU: Diandalkan Sukarno, Dikucilkan Soeharto

Angkatan Udara sering dianggap anak tiri setelah Sukarno lengser.

tirto.id – Di masa Orde Lama, Menteri/Panglima Angkatan Udara (Menpangau) Marsekal Omar Dani pernah dipercaya menjadi Panglima Komando Mandala Siaga (Kolaga). Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965), tiap kepala staf angkatan dijadikan panglima angkatan masing-masing dan diberi jabatan menteri oleh Sukarno.

Sebelum Omar Dani, pejabat sebelumnya adalah Marsekal Soeriadi Soeriadarma. Dia adalah kepala staf AU yang pertama sekaligus pemimpin angkatan terlama. Belasan tahun jadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Selain itu, Soeriadi juga pernah jadi Ketua Gabungan Kepala Staf di zaman Sukarno.

Arsip Rahasia AS: Ide Membunuh Marsekal Kesayangan Sukarno

Dalam arsip Jakarta Embassy Files tanggal 18 Oktober 1965, disebutkan adanya usul menghabisi Marsekal AURI andalan Sukarno.

Tak hanya Dani, empat perwira tinggi AURI lainnya—Sri Muljono Herlambang, Suryadi Suryadarma, Abdoerachmat, dan satu perwira yang diketahui namanya—harus dicabut juga nyawanya. Kemungkinan nama yang tidak diketahui adalah Ignatius Dewanto, yang kala itu menjabat Direktur Intelijen AURI.

dalam Nichlany Soedardjo: Kawan SMA yang Memata-Matai Omar Dani 

historia.id

 

Omar Dani, Sukarno Kecil dari AURI

Dia seorang penerbang handal yang mengagumi Bung Karno. Di tangannya, AURI berjaya.

Omar Dani, Kisah Tragis Panglima Sukarnois

Karier gemilang Omar Dani hancur seketika karena salah langkah politik pasca Insiden Gerakan 30 September 1965.

Omar Dani Tak Gentar Pulang

Sempat menghindar ke Kamboja, sang panglima memutuskan kembali ke tanah air untuk menghadapi tuduhan secara jantan.

Omar Dani Menunggu Hari Eksekusi
Panglima AURI yang dinista itu dengan tabah menunggu giliran hukuman mati. Hari-harinya dihiasi doa dan kesabaran.

Omar Dani, Panglima yang Dinista

Menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam bui dan dihilangkan dari narasi sejarah. Inilah pahit getir hidup seorang Omar Dani.

 

Kisah tragis Omar Dani, Panglima termuda loyalis Soekarno – merdekadotcom

 

tempo.co

 

G30S, Omar Dani: Pesta di Lubang Buaya Itu Isapan Jempol – tempo.co

Omar Dani: CIA Terlibat G30S 1965 dan Soeharto yang Dipakai

G30S, Omar Dani: Harto Tak Mau ke Bung Karno, Itu Tak Aneh

 Bersamaan dengan suara ketokan palu hakim, berdentang-dentang bunyi lonceng gereja di samping gedung Mahmilub. Waktu tepat pukul 00.00 tengah malam tanggal 24 Desember 1966, bersamaan dengan malam Natal, malam kudus bagi umat Kristiani. Pula bulan itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam. Pertemuan kekudusan dan kesucian antara dua agama yang bersumber dari Allah. Apakah ini suatu pertanda bahwa Tuhan, Allah, tidak mengenal perbedaan agama? Tuhan adalah Tuhan seluruh umat manusia. Dipersatukan-Nya dua peristiwa agama yang besar di bulan itu. Dipersatukan pula ketokan palu hakim yang mengubah kisah seorang anak manusia. Putusan majelis telah diawali dengan kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ya Tuhan Yang Maha Tahu, Engkau Memang Maha Tahu. Hanya Engkau Yang Tahu. Ya Allah, hanya Engkau Yang Maha Segalanya. Engkau Yang Maha Adil, pergunakan hati, pikiran dan tanganku. Allahu Akbar! Allahu Akbar! (Halaman 291)

omar dani

Industri Dirgantara

 

Penumpasan kaum intelektual, pegawai, dan buruh yang berafiliasi dengan PKI dan pemerintahan Sukarno ternyata berdampak pula pada berhentinya beberapa proyek-proyek pemerintah. Antara lain Komando Pelaksana Proyek Industri Penerbangan (Kopelapip), embrio industri kedirgantaraan nasional, berhenti beroperasi karena turbulensi politik 1965. Pemimpin Kopelapip Kurwet Kartaadiredja ditangkap dan rencana mendirikan industri penerbangan nasional yang kuat dan mandiri di era Sukarno batal.

Proyek roket nasional, wujud nyata pengembangan ilmu pengetahuan dan keperluan militer pun sempat terhenti akibat huru-hara politik 1965. Sejak 1961 pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Uni Soviet mengembangkan teknologi roket dan pada 1962 membentuk Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA), melibatkan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan ITB. Pada 14 Agustus 1964 proyek itu berhasil mengujicoba peluncuran roket di Pameungpeuk, sekaligus menjadikan Indonesia negara kedua di Asia-Afrika setelah Jepang yang berhasil mengembangkan teknologi rudal.

Disalin dari Kerugian Nasional Akibat Genosida Politik 165-1966

KOPELAPIP : Ambisi Membangun Industri Penerbangan Nasional

FOKUS Liputan Khusus CNN Indonesia

Kisah Para Perintis Dirgantara

“Kalian menerbangkan peti mati,” kata pilot Inggris melihat pesawat yang diawaki para penerbang Indonesia. Masa itu Indonesia baru merdeka, semua serbasulit. Mewujudkan kedaulatan di udara jadi PR besar. Namun nyali tak lantas ciut. Mereka merintis

Menengok Masa Kelam Angkatan Udara Republik Indonesia

Suharto, Perintis Riset Penerbangan RI yang ‘Digilas’ Sejarah

Melongok Lembaga Warisan Perintis Dirgantara

Wiweko Soepono dan Kisah Aceh Beli Pesawat Angkut Pertama RI

Kisah Para Komandan Udara Loyalis Sukarno

Kisah Salatun, ‘Pembisik’ Sukarno di Balik Armada Pengebom RI

Sekelumit Kisah Suram Dirgantara RI di Tengah Gejolak 1966

Nurtanio, Kisah Hidup Perwira Penggila Pesawat

Suryadarma, di Balik Angkatan Udara RI yang Ditakuti Dunia

Mengenang Para Perintis Dirgantara Nusantara

simak 850 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s