Tujuh Gubernur Sukarnois dan Satu Wakil Gubernur yang Dituduh Terlibat Gerakan PKI dan Disingkirkan. Satu diculik/dihilangkan, Satu Mengalami Persekusi Massa! /Genosida 1965-1966

4ce14-12011352_10207852729942028_4131600257196766986_n

 

 

KARYA DADANG CHRISTANTO

 

“Selain Anak Agung Bagus Sutedja, ada 6 gubernur lainnya diberhentikan di tengah jalan. Proses pemberhentian diawali berbagai aksi unjuk rasa segenap komponen masyarakat dengan tudingan para gubernur itu terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI), setelah Presiden Soekarno diturunkan dari jabatan melalui kudeta merangkak Presiden Soeharto,” tandas Aju.

Kenam gubernur lain yang dituding PKI adalah Gubernur Kalimantan Tengah Tjilik Riwut, Gubernur Kalimantan Barat Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray, Gubernur Sumatera Utara Brigjen TNI Oeloeng Sitepu, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Henk Ngantung, Gubernur Sumatera Selatan Pagar Alam dan Gubernur Jawa Tengah Mochtar.

Tujuh Gubernur Soekarnois, kata Aju memang pendukung setia ideologi Pancasila besutan Presiden Soekarno sebagai implementasi ideologi sosialis yang diterapkan sesuai alam dan budaya Indonesia. Sebuah ideologi yang berbenturan keras dengan ideologi liberalis kapitalis barat dimotori Amerika Serikat hingga tahun 1991.

*diskusi dan launching buku akrya Ajun (wartawan Sinar Harapan) “Nasib Para Soekarnois: Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966”

Disalin dari  Kembalikan Semua Hak Para Soekarnois

 

 


Dua di antaranya mengalami nasib paling tragis. Oeloeng Sitepu, melalui aksi demonstrasi dimotori Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bekingan Central Intelijen Agency (CIA) Amerika Serikat, ditangkap massa tanggal 16 November 1965, dan sampai sekarang tidak diketahui nasibnya selama di dalam penjara.

Anak Agung Bagus Sutedja, dalam rangka tugas khusus di Jakarta, dijemput empat pria berseragam Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) di kediamannya di Jakarta, 29 Juli 1966, dan sampai sekarang tidak jelas keberadaannya.

Tjilik Riwut dan J.C. Oevaang Oeray, tidak mengalami nasib lebih tragis, berkat bantuan dan perlindungan politik rekan seperjuangan, Fransiskus Conradus Palaoensoeka, asal Putussibau, Kalimantan Barat.

F.C. Palaoensoeka, setelah G30S 1965, dekat dengan kalangan militer dan Presiden Soeharto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 1949 – 1988, tokoh integrasi Timor Timur, staf ahli Badan Intelijen Negara (BIN), 1975 – 1982. 

Disalin dari Tjilik Riwut Tokoh Intelijen Pembubaran RIS di Kalimantan

 

 

Kisah Tujuh Gubernur yang Dituduh Terlibat Gerakan PKI Dibukukan

 


Kisah Para Gubernur yang Dituding PKI

 

Operasi Kikis Mengikis Soekarno Sentris


0de50-381_569500146408129_297635218_n

 


A.A.B Sutedja – Bali

Misteri hilangnya Gubernur Bali Sutedja saat geger G30S

Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja : Dituduh Komunis dan Dihilangkan Dalam Prahara 1965-1966

 

Ulung Sitepu – Sumatera Utara

 

Sejarah Hidup Ulung Sitepu, Gubernur Kiri dari Sumatra Utara – tirto.id

kompilasi

Kisah Ulung Sitepu, Jenderal dan Gubernur Kiri Dari Sumatera Utara

 

 

Tjilik Riwut – Kalimantan Tengah

 

 Mengenang 17 Tahun wafatnya Cjilik Riwut

 

TJILIK RIWUT

 

FIlm dokumenter Provinsi Kalimantan Tengah era Tijlik Riwut

selengkapnya

Tjilik Riwut : Gubernur Kalimantan Tengah, Sukarnois, Yang Dicopot Pasca G30S/1965, Namun Kemudian Diganjar Gelar Pahlawan Nasional (8 Nopember 1998) 

 

 

Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray – Kalimantan Barat

 

kompilasi

Kisah Gubernur Kalimantan Barat J.C. Oevaang Oeray : Pejuang Dayak Sukarnois Yang Disingkirkan Pasca G30S. 

 


Henk Ngantung – Jakarta

 

 

Sejarah Hidup Henk Ngantung: Gubernur Jakarta, Seniman Lekra – tirto.id 

 

kompilasi

Jejak ‘Gubernur Sketsa’ Henk Ngantung : Gubernur Jakarta, Seniman Lekra 

 

 

Melacak Jejak Wakil Gubernur Jawa Tengah Soejono Atmo Yang Disingkirkan Pasca G30S 

 

 

Simak 1300 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o



13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Bookmark and Share

 

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s