Membayangkan Museum Sejarah Genosida 1965 (Genocide Memorial Museum), Menyimak United States Holocaust Memorial Museum dan The Armenian Genocide Museum

 

simak juga

Membayangkan Museum Sejarah Genosida 1965 (Genocide Memorial Museum), Menyimak US Holocaust Memorial Museum

Dari Holocaust hingga Genosida 1965-1966 : Perjumpaan, Pertautan, Pembelajaran dan Solidaritas Kemanusiaan Lintas Batas

[Film Dokumenter ] Jalan Menuju Holocaust Nazi dan Genosida1965-1969 (* serta Kamp-Kamp Konsentrasi / Kuburan Massal) 

Musisi Merespon Kebiadaban ‘Holocaust’ : A Survivor from Warsaw Op. 46, Symphony No. 13 – Babi Yar, ‘Last Train to Tomorrow hingga DIES IRAE ‘AUSCHWITZ ORATORIUM 

Lorong Holocaust dan Genosida65-66 : Karya-karya Rupa Tentang Kebiadaban Holocaust dan Genosida 1965-1966 

Pembelajaran Genosida Menggunakan Karya Seni Rupa,Puisi dan Foto [Belajar dari The World Holocaust Rememberance Center] 

[Story of Oskar Schindler/Schindler List and China’s Schindlers] ‘Malaikat Penyelamat’ Dari Neraka Holocaust, Nanking Massacre…. Lalu bagaimana dengan Genosida 65-66…… 

 
 
 



PERANCANGAN INTERIOR PUSAT DOKUMENTASI SEJARAH 1965: TITIK KULMINASI (kertas kerja/studi)
 
Feysa Poetry – Program Studi Sarjana Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB
unduh/klik disini 
 

 

Memorial merupakan objek yang diperuntukkan sebagai pengingat akan manusia yang wafat atau peristiwa yang telah lewat. Dalam konteks arsitektur, memorial merujuk pada fasilitas museum yang bertujuan menghormati tokoh atau peristiwa bersejarah lewat konservasi. Pusat dokumentasi dirasa sebagai fasilitas paling mumpuni untuk menyampaikan bagian sejarah ini, yaitu pembantaian terhadap kaum komunis di tahun 1965. Di dalam sisi interior, perancangan ini membutuhkan kejelian untuk menafsirkan materi-materi vulgar yang penuh kekerasan menjadi sesuatu yang emosional dan menyentuh. Pengamalan studi gubahan ruang banyak dipakai dalam proyek ini. Tujuannya adalah menciptakan atmosfir yang sesuai dengan materi pamer, sehingga pengunjung dapat berdialog dengan ruangan tersebut hingga tercapai sebuah emosi yang dimaksudkan.

 

 

 

 

 







Konsep Instalasi (eksterior-interior) Museum Temporer Rekoleksi Memori
 
 
Mengapa Rekoleksi Memori?
Rekoleksi Memori adalah Proses yang digunakan untuk mengetahui, menggali masa lalu dengan cara memanggil kembali memori dari masa lampau dari ingataningatan pelaku sejarah yang tak dicatat dalam buku sejarah.

Tragedi Kemanusiaan 1965 adalah mulanya, setelah itu masih ada Kasus pelanggaran HAM berat lainnya: Penembakan Misterius, Tanjung Priok, Talang Sari, Penghilangan Paksa 19997- 1998, Kerusuhan Mei 1998, Trisakti, Semanggi I&II, Marsinah, Udin, Wasior yang terus terjadi dan tak jua mampu diselesaikan.

Rekoleksi Memori adalah upaya untuk makin merumah- kacakan sejarah kita, dengan memanggil masa lalu, mengumpulkan memori-memori, mengenal jatidiri untuk menghapus hegemoni ORDE BARU yang sudah mengakar menanamkan kekerasan.

Atas Sejarah yang belum lagi diluruskan, Berbagai Peristiwa pelanggaran HAM yang belum lagi dituntaskan, Atas sejarah yang masih terus diburamkan, Atas dasar keadilan dan kemanusiaan maka seluruh peristiwa harus dibuat seterangterangnya, sejernih-jernihnya, karena Ia adalah pelita bagi generasi hari ini untuk mengenal sejarahnya sendiri dan memberikan petunjuk untuk masa depan.

Rekoleksi Memori adalah sebuah langkah untuk terus mendesak diselesaikannya kasus pelanggaran HAM di Indonesia. 


Rekoleksi Memori : Konsep Instalasi Museum
 
 
simak pemeran online lengkapnya di
 
 

 

 









 

In designing the United States Holocaust Memorial Museum, the late architect James Ingo Freed, of Pei Cobb Freed & Partners, visited a number of historical Holocaust sites, including several camps and ghettos, to examine their structures and materials. The Museum he built as a result is not a neutral shell. Instead, the architecture—through a collection of abstract forms both invented and drawn from memory—alludes to the history the Museum addresses.

 

“There are no literal references to particular places or occurrences from the historic event,” he explained. “Instead, the architectural form is open-ended so the Museum becomes a resonator of memory.”
 

 


Gravity
(link ini sedang dalam perbaikan)
 
 
 
 
 
 

Informasi bagi khalayak umum yang tertarik mempelajari tentang Holocaust






 
Armenian Genocide Museum –
Institute Virtual Tour

 

This presentation is in memory of more than 1.5 million Armenians who perished at the hands of the Ottoman Turks during the period of 1915-1922. The Armenian Genocide was the first genocide of the 20th Century. Memco Inc. has dedicated this work to the Armenian people who have survived successive assaults and Genocide yet they continue to be. 

To view the interactive content in real-time 3-D please visit
http://www.memcosoft.com/genocidemuseum/





 

simak 440 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

 


 

 


Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o




13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s