Melacak Jejak Perjuangan dan Kehancuran Persatuan Buruh Minyak (Perbum – Anggota SOBSI) di Kalimantan Timur, Riau dan Sumatera Selatan

Deklasifikasi Dokumen Rahasia Kedubes AS di Jakarta dan Dokumen CIA

Document 9

Telegram 1290 from American Embassy Jakarta to Department of State, Confidential

1965-11-01

 

Source: RG 84, Entry P 339, Jakarta Embassy Files, Box 14, Folder 4 pol 23-9 September 30th Mvt November 1-9, 1965

Dalam telegram ini dari awal Nopember 1965, Dubes AS Marshall Green menggambarkan keadaan di Sumatra Utara (daerah yang termasuk salah satu tempat pembunuhan terburuk sesudah 1 Oktober) dan upaya AD untuk menghancurkan serikat buruh minyak yang berafiliasi pada PKI, PERBUM. Telegram itu mencatat bahwa “dilaporkan 600 komunis sudah ditahan dan penangkapan-penangkapan terus berlanjut,” termasuk “semua pemimpin serikat buruh minyak PERBUM.” Green juga mencatat, “Para pemimpin tinggi SOBSI di kilang minyak Shell dan Stanvac kedua-duanya, dan di pabrik pupuk PUSRI adalah di antara mereka yang diambil.” Pada saat itu, baik Stanvac maupun Shell, dua dari tiga perusahaan minyak asing terbesar yang beroperasi di Indonesia, sedang mengadakan negosiasi mengalihkan kepemilikan kilang kepada pemerintah Indonesia. Rencana pengalihan ini dihentikan di kemudian hari berdasarkan tekanan berat dari pejabat-pejabat AS.

0christina3-1-1-1

 selengkapnya

https://nsarchive.gwu.edu/dc.html?doc=4107019-Document-9-Telegram-1290-from-American-Embassy

The Persatuan Buruh Minjak (PERBUM) -(Oil Workers Union) controls between 15,000 and 20,000 of the oil workers in the Palembang area but only a fraction of this number are sympathetic with the Union. Control is the result of tight organi-
zation and the skilled manipulation of trained leaders, and depends at the present
time on intimidation and threats. The Union hopes to complete its “hard-core”
organization in the next two to four years.

selengkapnya Dokumen CIA, 9 April 1954, “Communist Activities, Palembang Area – Dudy Oskandar (Jurnalis, Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

Kalimantan Timur

Dengan demikian di perusahaan pertambangan minyak terdapat banyak organisasi yakni PERBUM yang merupakan bagian dari SOBSI; PKB, SKBM dan SERBUMI. Hal ini dipandang merupakan suatu kelemahan dalam gerakan buruh. SOBSI menyeponsori Konferensi Buruh Minyak seluruh Indonesia antara tanggal 7-13 November l950 di Hotel Houmman, Bandung. Seluruh wakil serikat buruh minyak yang bekerja di unit/lapangan minyak milik BPM. BPM justru berperan mendanai konferensi sehubungan dengan terjadinya berbagai pemogokan buruh di perusahaannya. BPM berharap seluruh serikat sekerja minyak dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat dijadikan acuan kebijakan.

Konferensi diselenggarakan oleh PERBUM menuntut BPM agar menerapkan peraturan gaji dan cuti yang seragam termasuk pada buruh bulanan dan harian. Konferensi juga menyepakati pembentukan Kesatuan Aksi Buruh Minyak (KABM) dan tuntutan umum buruh minyak Indonesia. Konferensi dilanjutkan dengan kongres fusi pada tanggal 20-27 Juli l951 di gedung Komidi Jakarta. Kongres dihadiri: SBM, SERBUMI, SB Minyak Pacific (Pakanbaru), PERBUM. SBTMI, SERBUMUSI dan SBMI. SOBSI jauh lebih siap menyambut konferensi ini, dengan mengutus sekretaris umum KABM, yaitu R.P. Situmeang ke daerah-daerah, termasuk ke Balikpapan. Buruh harus bersatu agar gerakan mereka menjadi lebih kuat.

Kongres menyepakati PERBUM sebagai satu-satunya wadah serikat buruh dalam industri minyak di seluruh Indonesia, berkedudukan di Jakarta dan mengakui SOBSI sebagai satu-satunya gabungan serikat buruh nasional yang konsisten anti imperialis; organisasi PERBUM, bersifat sentralisme-demokrasi, dan memperjuangkan pembentukan Negara Demokrasi Rakyat Indonesia dalam menuju masyarakat sosialis. PERBUM mendukung SOBSI menjadi anggota World Federation Trade Union (WFTU) dan menolak perjuangan buruh yang hanya terbatas pada bidang sosial dan ekonomi. Dengan bersatu dalam satu vak sentral (Een Heids-Vakcentrale) yang bergabung pada WFTU, dipimpin Berend Blokzijl dan Betrus Brandsen, bertekat menghapus persetujuan KMB. Dalam hal ini WFTU bertentangan dengan (ICFTU) yang basis anggotanya di Eropa Barat, dibawah pimpinan Suunhoff.

selengkapnya Dari Dekolonisasi ke Neo Kolonialisme Kebijakan ketenagakerjaan migas negara Di Balikpapan, Kalimantan Timur Dr.Bambang Sulistyo, Universitas Hasanuddin, Makassar

Buruh Minyak dan Nasionalisasi Industri Minyak Balikpapan (Bagian 1 dari 2) –  AR Pratama, Staf Pengajar di Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Jember

 

Buruh Minyak dan Nasionalisasi Industri Minyak Balikpapan (Bagian 2 dari 2) –  AR Pratama, Staf Pengajar di Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Jember

 

Kakekku Bukan PKI dan Negara Harus Minta Maaf – Hilman Fajrin 

 

Sebenarnya tidak ada gejolak besar di Balikpapan sebagai susulan G30S di Pulau Jawa. Hanya ada sebuah kebakaran pada 15 Oktober dimana PKI dituduh sebagai dalangnya. Tak lama, Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) mendarat di Balikpapan untuk melakukan sapu bersih, seperti yang mereka lakukan di seluruh Indonesia.

Semua pengurus dan anggota aktif PKI di Balikpapan langsung ditangkap dan dipenjara. Begitu pula dengan semua pengurus Perbum, langsung masuk sel tanpa sidang. Tak cuma sampai di situ, semua anggota Perbum juga dibersihkan. Kopkamtib melakukan penelusuran dokumen lewat slip gaji karyawan BPM. Bila ditemukan ada iuran bulanan Perbum, maka dia anggota Perbum. Bila ia Perbum, artinya ia PKI. Tak peduli bila ada iuran ganda seperti kakek saya. Penelusuran dokumen makin mudah di tahun 1966 ketika BPM menyerahkan semua asetnya kepada Perusahaan Minyak Negara (PERMINA) milik RI.

Pada masa itu Kopkamtib menemukan ribuan karyawan BPM yang di slip gajinya terdapat iuran Perbum, ganda maupun tidak. Semua disikat. Kopkamtib membaginya para karyawan PERMINA (eks BPM) ini menjadi 3 kategori: A, B dan C1 dan C2.

*Riau dan Sumatera Selatan

Palembang in the 1950s: The Making and Unmaking of a Region

Woonkyung Yeo Dissertation

 

Terutama cermati mulai bagian The Petroleum Industry and Labor Conflict in the 1950s (hal 87)

Ditemukan dalam index kata  PERBUM sebanyak 24 kali

 

 

periksa pula jendela google book

Buried Histories: The Anticommunist Massacres of 1965-1966 in Indonesia – John Roosa

 

 

“Jenderal, di manakah kubur mereka..?” [1] – Yoseph T Taher

 

“Muslim dengan sepengetahuan dan pesetujuan pihak militer menjarah rumah-rumah komunis di dalam kota dan menutup gedung-gedungnya di daerah-daerah. Pihak militer menggerebek rumah-rumah pimpinan PKI dan memberitahukan pihak pimpinan perusahaan minyak Caltex pada 29 Oktober 65, akan rencana militer, yang bakal menangkapi anggota-anggota dan pimpinan buruh komunis Perbum, yang menjadi tulang punggung dan kekuatan PKI di Provinsi Riau.” (Mike Head/Marian Wilkinson, Sydney Morning Herald, 20 Juli 1999)

 bagian 1, bagian 2, bagian 3

simak pula

Melacak Jejak Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) dan Penghancurannya Paska Pecahnya Gerakan Tiga Puluh September

Melacak Jejak Militansi Perjuangan Sarekat Buruh Perkebunan Indonesia (SARBUPRI) danKehancurannya l Genosida Politik 1965-1966

Melacak Jejak Serikat Buruh Kereta Api [Anggota Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia] dan Kehancurannya

Penghancuran Gerakan Buruh dan Penghilangan May Day,Sejarah dan ‘Ingatan Revolusi’ I Genosida Politik 1965-1966

Simak 1400 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s