“Tiga Makam untuk Satu Nama : Aceh Di Masa Konflik Bersenjata” – Kisah Linda Christanty berdasarkan pengalamannya  menjadi anggota tim penulis laporan KKR Aceh.

bagian 1 dari 2 bagian (segera kami susulkan)

“Kanibalisme juga diterapkan untuk membasmi GAM“ | Linda Christanty atau biasa disapa Mak Cik Linda membacakan cerita yang ditulis berdasarkan pengalamannya ketika menjadi anggota tim penulis laporan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh (KKR Aceh). Cerita ini berjudul “Tiga Makam untuk Satu Nama: Aceh di Masa Konflik Bersenjata” dan dibacakan dalam dua bagian. 

KKR Aceh dibentuk pasca-perdamaian di Aceh sebagai pelaksanaan salah satu butir kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan GAM.  Pada 15 Agustus 2005, pemerintah Indonesia dan GAM mengakhiri konflik bersenjata dan berdamai  di Helsinki, Finlandia. Proses perdamaian di Aceh didukung dan dipantau dunia internasional. Pasca-perdamaian, peristiwa-peristiwa dan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat selama konflik tersebut ditelusuri dan diverifikasi oleh sebuah komisi independen untuk mengungkap kebenaran yang menjadi landasan rekonsiliasi Aceh. 

Pemicu konflik itu dulu adalah ketidakadilan ekonomi yang terjadi terhadap rakyat di luar pusat kekuasaan di masa Suharto, sentralisme di segala lini, dan Jawanisme dalam pengaturan negara.

Hasan Tiro, seorang cendekiawan dan politikus Aceh, mendeklarasikan gerakan nasional pembebasan Aceh-Sumatera dengan sejumlah pengikutnya pada 1976. Sejak itu berbagai operasi militer dilaksanakan pemerintah Indonesia di Aceh untuk mengakhiri perlawanan GAM. Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat terjadi selama periode tersebut. Selama 29 tahun Aceh menjadi wilayah konflik bersenjata antara gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Tentara Nasional Indonesia. 

“Tiga Makam untuk Satu Nama: Aceh di Masa Konflik Bersenjata” adalah salah satu tulisan Linda Christanty yang dimuat Kumparanplus, rubrik premium di situs Kumparan.com. Tulisan ini dapat diakses di: https://kumparan.com/linda-christanty/

“Pembantaian Bantaqiah melibatkan banyak pihak.“| Hak Asasi Manusia| Eps. 10| Cerita Mak Cik Linda.

simak pula

website Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh (KKR Aceh)

laporan_perkembangan_kerja_kkr_aceh_2016-20211.pdf

Daerah Operasi Militer (DOM), Darurat Militer, Kejahatan-Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan Masa Depan Komisi Kebenaran Keadilan Aceh

Museum HAM Virtual LORONG INGATAN oleh Kontras Aceh – Merawat Ingatan Kolektif Tentang Masa Lalu 

Film Animasi Konta-Sai dan 8:45 : Kisah Maria Isabel dan Umar Usman Penyintas Pelanggaran HAM dari Timor Leste dan Aceh 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s