Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965 : Inisiatif, Eksperimentasi dan Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965 – Tinjauan buku Handoko Widagdo Syarikat memakai berbagai cara untuk membangun rekonsiliasi kultural. Di Blitar mereka memakai kegiatan-kegiatan ritual keagamaan. Warga Nahdiyin bersama-sama dengan para penyintas tragedi 1965 melakukan doa bersama menyambut tahun baru Hijriyah di depan Monumen Trisula. Mereka juga mengadakan kegiatan halal-bi-halal secara rutin. Kegiatan-kegiatan keagamaan dilakukan bersama-sama secara…

Play List Video – Info Grafis TribunnewsWIKI : Pembantaian Massal dan Pengakuan Algojo ‘1965’

terdiri dari 16 Video – Info Grafis Berdasarkan Liputan Khusus Tempo edisi 1-7 Oktober 2012, ‘Pengakuan Algojo 1965’. Requiem For A Massacre 1965 Killing – Tempo Special Report PENGAKUAN ALGOJO 1965 Investigasi Tempo Perihal Pembantaian 1965  Situs-situs Genosida 1965-1966 : Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Kalsel, Kaltim, Kalbar, NTT, Sulsel,…

[unduh] Handbook on JUSTICE for VICTIMS (Keadilan Untuk Korban) Untuk Penggunaan dan Aplikasi Deklarasi Prinsip-Prinsip Dasar Keadilan Bagi Korban Kejahatan dan Penyalahgunaan Kekuasaan (1985)

“Korban” berarti orang-orang yang, secara pribadi atau kolektif, telah menderita kerugian, termasuk luka fisik atau mental, penderitaan emosional, kerugian ekonomi atau perusakan cukup besar atas hak-hak dasarnya, lewat tindakan atau penghapusan yang bertentangan dengan hukum pidana yang berlaku di Negara-negara Anggota, termasuk hukum yang melarang penyalahgunaan kekuasaan yang bisa dikenai pidana. Seorang dapat dianggap korban,…

Kisah Prohar Sudharnoto Musisi Lekra Penggubah Lagu Mars Pancasila (Garuda Pancasila) : Disingkirkan Tapi Karyanya Tetap ‘Disayang’

Menyajikan Sudharnoto berarti memutar playlist Lekra. Wajah Lekra di dunia musik, wajah musik yang diinginkan Sukarno, adalah bagian yg tak terpisahkan dari biografi Sudharnoto. Ia konduktor bagi Lekra di bidang musik; komposer sekaligus organisatoris. (Muhidin M. Dahlan) SUDHARNOTO:PENCIPTA “GARUDA PANCASILA” YANG MENJADI PARIA KARENA “MENGKHIANATI” PANCASILA – Jasmerah Seniman Lekra di Balik Lagu Garuda Pancasila – Liputan…

Tumbuh Dalam Badai ‘1965’ : Kisah Wangi Indriya, Dalang dan Maestro Penari Topeng Indramayu….

Tumbuh dalam badai adalah kisah beberapa anak yang berjuang hidup dalam tekanan diskriminasi secara struktural karena orang tua mereka menjadi korban tragedi kemanusiaan 1965/66. Mereka pantang menyerah, tumbuh dalam berbagai kondisi untuk bertahan hidup dan mengembangkan dirinya menjadi manusia baru. Diantara mereka adalah Wangi Indrya, dalang wayang kulit yang juga penari dan penyanyi di Indramayu….

Mengenang Sejarawan dan Maestro Arsip Mona Lohanda

semoga bisa menginspirasi dan menjadi semangat untuk teman-teman yang menggeluti arsip dan sejarah ’65’ (& sejarah gerakan kiri di Indonesia) Dia adalah orang yang menyenangkan dengan pengetahuan ensiklopedi tentang sejarah. (John Roosa) Mona Lohanda (4 November 1947-16 Januari 2021) “Kita sendiri membuat sejarah negeri ini terlupakan sebagai kekuatan yang diperhitungkan dan diminati, bahkan diincar oleh…

Webinar Pusdema : Historiografi Tragedi 1965 Dalam Buku Teks dan Pembelajarannya Bersama Dr. Agus Mulyana, M.Hum Dekan FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia

streaming diskusi ditayangkan di youtube simak pula Kajian-kajian Historiografi Indonesia dan Historiografi ‘Gerakan 30 September 1965’* (*terminologi yang digunakan oleh Asvi Warman Adam) Guru Sejarah, Kurikulum dan Wacana Alternatif Tragedi Kemanusiaan ‘1965’ – Tesis Kartika Pratiwi dan Kiprah Kotakhitam Forum Kajian – Tesis Stephen Pratama : Teachers’ narratives about the possibility to teach controversial history…

Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme – Bincang-bincang Di Bawah Bendera Revolusi Bersama Airlangga Pribadi

OTENTIK SIGMAPHI Eps.18 : Di Bawah Bendera Revolusi, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme (1) OTENTIK SIGMAPHI Eps.19 : Di Bawah Bendera Revolusi, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme (2) OTENTIK SIGMAPHI Eps.21 : Di Bawah Bendera Revolusi, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme (3). OTENTIK SIGMAPHI Eps.21 : Di Bawah Bendera Revolusi, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme (4). simak pula Kompilasi…

Seri Webinar Memahami dan Mengurai Impunitas : Impunitas Dalam Sistim Hukum Indonesia, Aspek-aspek Nonhukum, Strategi Melawan dan Peluang Penghapusan Impunitas

kerjasama Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan Pembangunan, dan Institut Van Vollenhoven dari Leiden Law School pembicara : Adriaan Bedner – Head of Department of the Van Vollenhoven Institute for Law, Leiden University; Usman Hamid – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia dan Pengajar STH Indonesia Jentera; Fachrizal…

Dari ‘The Contours of Mass Violence in Indonesia, 1965-68’ Hingga ‘Three Centuries of Conflict in East Timor’ – Kajian-kajian Douglas Kammen Tentang Kekerasan Massal 1965-1968 dan Timor Timur

[Buku] Three Centuries of Conflict in East Timor (Genocide, Political Violence, Human Rights)  – August 20, 2015 by Douglas Kammen (Author) unduh buku di  https://library.oapen.org/handle/20.500.12657/25919 Notes on the Transformation of the East Timor Military Command and its Implications for Indonesia (1999) Master-Slave, Traitor-Nationalist, Opportunist-Oppressed: Political Metaphors in East Timor – Douglas Kammen (2003) DOUGLAS KAMMEN Subordinating Timor…