SASTRA DAN MEMOAR TRAGEDI 1965 : MEMBUKA KOTAK PANDORA

cover : aku titipkan luka, kotak pandora dan harapan karya a.isw

SASTRA DAN MEMOAR TRAGEDI 1965: MEMBUKA KOTAK PANDORA – Yoseph Yapi Thaum

Buku-buku memoar tentang Tragedi 1965 sudah cukup banyak ditulis. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa sebagian besar para korban tidak tinggal diam. Mereka tetap melakukan sesuatu dengan berbagai cara untuk melawan kesewenang-wenangan regim otoriter Orde Baru. Salah satunya adalah dengan menuliskan karya sastra dan memoar.  Upaya itu masih berlangsung sampai saat ini. 

Sebagai karya sastra, buku-buku yang sudah dilempar ke publik ini merupakan jalan menuju menuju kebenaran.[3] Kebenaran sastra menyentuh secara lembut, tidak menggugat, tidak menghukum. Selama berkuasanya regim Orde Baru, kebenaran tentang komunis telah dimanipulasi. Karya-karya ini menjadi bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia yang secara perlahan tetapi pasti akan mengobati luka kemanusiaan akibat berkuasanya angkara murka Orde Baru.

***

Episode Ketiga

Setelah Soeharto berhenti menjadi Presiden tahun 1998 bermunculan gugatan sejarah. Para korban yang selama tiga puluh tahun dibungkam mulai bersuara, melakukan serangkaian pertemuan, diskusi, seminar serta pembuatan memoar. Istilah pelurusan sejarah yang saya lontarkan mendapat sambutan positif dari korban Orde Baru dan mendatangkan harapan bagi rehabilitasi.

dipetik dari Beberapa Catatan Tentang Historiografi Gerakan 30 September 1965 (artikel ilmiah Asvi Warman Adam di Journal Arcipel Paris)

Bibliografi / Daftar Buku Memoar, Otobiografi, Biografi Korban ’65 *berikut kompilasi/kliping online tentang korban ’65 terkait

Bibliografi / Daftar Buku Memoar, Otobiografi, Biografi Korban ’65 *berikut kompilasi/kliping online tentang korban ’65 terkait

Henri Chambert-Loir; Bibliografi dan Kajian Sastra Eksil (Exile Literature)

Henri Chambert-Loir; Bibliografi dan Kajian Sastra Eksil (Exile Literature)

Ingatan Penderitaan dalam Sastra Indonesia : Sebuah Jalan Alternatif Menuju Rekonsiliasi Bangsa [Pidato Kebudayaan Pusdema 2022 – Dr. Yoseph Yapi Taum].

Ingatan Penderitaan dalam Sastra Indonesia : Sebuah Jalan Alternatif Menuju Rekonsiliasi Bangsa [Pidato Kebudayaan Pusdema 2022 – Dr. Yoseph Yapi Taum].

Sastra, Politik dan ‘1965’ – Artikel-artikel (Kajian) Yoseph Yapi Taum Terkait Tragedi 1965-1966/ Yoseph Yapi Taum Articles Related to Indonesian Tragedy 1965-1966

Sastra, Politik dan ‘1965’ – Artikel-artikel (Kajian) Yoseph Yapi Taum Terkait Tragedi 1965-1966/ Yoseph Yapi Taum Articles Related to Indonesian Tragedy 1965-1966

Kumpulan Artikel Asep Sambodja Tentang Sejarah Sastra, Politik Sastra, Lekra dan ‘1965’

Kumpulan Artikel Asep Sambodja Tentang Sejarah Sastra, Politik Sastra, Lekra dan ‘1965’

Bagaimana Memahami 1965 Melalui Buku (Tim Ultimus)

Bagaimana Memahami 1965 Melalui Buku (Tim Ultimus)

simak 1500 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s