In Memorium Eyang Lestari : Nyanyi Sunyi Srikandi Merah Gerwani Bojonegoro

skets alm Eyang Lestari dan Sri Sulistyawati di Aksi Kamisan

Gerwani, nyanyian sunyi srikandi merah -merdeka.com

“Mbah dianggap pemberontak oleh Soeharto. Dianggap mau makar. Padahal seumur hidup mbah tak pernah angkat senjata. Bagaimana bisa makar?” katanya, 

Lestari pertama kali bergabung dengan pengurus Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat itu usianya baru 20 tahun. Dia sempat menjadi Ketua Cabang Bojonegoro. Lalu karena dianggap berprestasi, dia kemudian ditarik menjadi pengurus tingkat provinsi di Surabaya, Jawa Timur. Di sinilah dia kemudian menikah dengan Suwandi, Ketua Comite Daerah Besar (CDB) Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Tapi kami (Gerwani) bukan organisasi sayap PKI,” kata Lestari, 81 tahun, mantan pengurus cabang Gerwani Bojonegoro, Jawa Timur kepada detikcom, Sabtu (14/9) di Kramat VII, Jakarta.

Cita-cita Gerwani saat itu menurut Lestari, adalah pemberantasan buta huruf. Salah satunya dengan mendirikan sekolah taman kanak-kanak, dan penitipan anak gratis di pelosok pedesaan. Pendidikan politik diberikan kepada kadernya melalui lagu-lagu perjuangan.

Lestari mengisahkan, tak mudah merekrut kader perempuan saat itu. Apalagi sebagian besar masyarakat pedesaan belum melek politik. Beruntung pada waktu itu Gerwani banyak menjalin kerjasama dengan organisasi Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Pemuda Rakjat (PR).

“Kami minta istri-istri pengurus BTI, PR itu peduli dengan nasib rakyat kecil, berjuang bersama kami (Gerwani) memberantas buta huruf,” kata Lestari.

Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan disampaikan melalui lagu-lagu perjuangan. “Misalnya dalam lagu ‘Sorak-sorak Bergembira’, kami tanamkan arti kemerdekaan,” kata Lestari.

Usaha itu pun sukses. Sampai tahun 1960-an Lestari menyebut jumlah kader makin bertambah besar. Organisasi ini pun berhasil membangun tak kurang dari 1500 balai penitipan anak gratis untuk buruh dan petani. Masyarakat yang awalnya tak mengerti baca tulis akhirnya bisa membaca.

selengkapnya detiknews, “Diburu Orde Baru Setelah Geger 1965”

Korban Tragedi 1965, Lestari: Saya Rindu Dipeluk Anak – sinar harapan

Lewat seorang teman, ia diberitahu bahwa di Jakarta ada sebuah panti untuk mantan tahanan G30S. Akhirnya Lestari pindah ke Jakarta untuk tinggal di panti jompo itu, Panti Waluya Sejati Abadi, yang terletak di Jalan Kramat V, Jakarta Pusat.

Sejak tinggal di panti, hubungan Lestari dengan anak-anak pun menjadi dingin akibat bertahun-tahun tidak bertemu. Bahkan menantu-menantunya merasa takut jika Lestari tinggal agak lama di rumahnya karena status mantan tapol yang “melekat” pada dirinya. Ini adalah dampak yang paling menyakitkan hati Lestari.

Sehari Bersama Eyang Lestari dan Eyang Sri di Panti Jompo Waluyo Sejati Abadi

Moh. Habib Asyhad

Terlepas dari itu semua, Eyang Sri, Eyang Lestari, dan penghuni Panti Jompo Waluyo Sejati Abadi, saat ini hanya menginginkan rehabilitas nama serta status mereka. Tidak hanya meminta maaf, Sri menginginkan negara mengakui telah melakukan pembantaian dan pelanggaran HAM. Untuk kompensasi, sebut Sri, rasanya terlalu muluk. Yang paling penting adalah nama mereka bersih.

Ba’da alkitabah:  Tulisan ini saya dedikasikan buat almarhumah Eyang Lestari yang meninggal pada pengujung 2014.

In Memoriam Ibu Lestari

simak pula

Ode Untuk Eyang Sri Sulistyawati, Sang Pemenang Kehidupan : “…dan tak pernah kudengar kata-kata lirih semuanya berapi”** #Penyintas65

Ode Untuk Eyang Sri Sulistyawati, Sang Pemenang Kehidupan : “…dan tak pernah kudengar kata-kata lirih semuanya berapi”** #Penyintas65

simak 1500 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s