Kisah Manismar Penyintas 65 Eks-Sekretaris Seksi Pembelaan Hak-hak Wanita dan Anak Gerwani Solok *Kiamat Gerwani: Diburu Dibinasakan dari Pusat hingga Daerah

cover foto : CNN Indonesia

Jumat itu, 1 Oktober 1965, keramaian terlihat di rumah Manismar, pengurus inti Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) Sumatera Barat. Mereka mempersiapkan pengukuhan pimpinan Gerwani Cabang Solok.

Perempuan tani datang membawa dua buah kelapa ke rumah Manismar. Hasil bumi lain pun disumbangkan untuk tambahan konsumsi acara tersebut.

Usai pengukuhan Dewan Pimpinan Gerwani Solok, Konferensi Cabang pun dirancang digelar menjelang Kongres Nasional Gerwani di Jakarta pada akhir tahun itu.

Di Gerwani Solok, Manismar menjabat Sekretaris Seksi Pembelaan Hak-hak Wanita dan Anak. Ia membawa mandat dari daerah untuk menggerakkan roda organisasi di tingkat cabang dan ranting kala Solok mengalami kekosongan kepemimpinan.

Kesibukan Manismar hari itu tak terganggu dengan kabar dari Jakarta yang menyebut para jenderal dan perwira Angkatan Darat dibunuh di Lubang Buaya.

selengkapnya “Kiamat Gerwani: Diburu Dibinasakan dari Pusat hingga Daerah” – CNN Indonesia

Pagi di bulan November 2021 itu, merupakan pertama kalinya Manismar datang di kuburan massal korban peristiwa 1965. Hal yang selama ini tak berani ia datangi karena pedih mengingat semua itu

Hari itu Manismar mau saja diajak Nadiani ke situs yang berjarak sekitar 7 km dari rumah Nadiani di ruas jalan utama Kota Bukittinggi. Nadiani menguatkan dan meneguhkan hati Manismar untuk datang berziarah ke makam kawan-kawan mereka yang meninggal secara tak manusiawi. Ini sekaligus juga jalan menguak tabir sejarah pahit itu.

Di jurang itu, Nadiani menunjukkan kuburan massal. Dulu mayat-mayat hanya dilempar begitu saja ke jurang, di antaranya adalah mayat warga yang tinggal di sekitar Gadut. Para saksi mata orang kampung sini, mengenal mereka yang menjadi korban karena berasal dari Gadut.

selengkapnya Masa Lalu Kelam Jangan Kembali: Gelap di Hati Nadiani Penyintas 65 langgam.id

CNN Indonesia “Akhir Api Gerwani dan Serpih Kenangan Bersama Hartini Sukarno”

Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Vol. 8, No.2, Th. 2021

The ex-PKI Political Prisoners Motive to Produce the Memories of 1965/66 Mass Violence in West Sumatra. Haldi Patra, Anatona Anatona, Yenny Narny

Abstrak 

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis motif dari eks-tahanan politik PKI untuk memproduksi memeori mereka tentang kekerasan dan pemenjaraan massal pada 1965. Para eks-tapol ini bergabung dalam YPKP (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan). Dalam organisasi ini, mereka mengharapkan keadilan atas apa yang mereka alami pada 1965. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kami memperoleh data dari wawancara dan studi literature. Terdapat enam narasumber –lima diantara mereka merupakan eks-tapol PKI dan satu orang ketua YPKP Cabang Sumatera Barat. Disamping wawancara, kami juga menggunakan sejumlah buku, artikel, koran, arsip dan laman internet. Kami menggunakan pendekatan memori sosial untuk menganalisis subjek ini. Memori kekerasan oleh para eks tapol telah membentuk kesamaan tujuan untuk memproduksi tentang apa yang mereka alami pada 1965/66. Jadi, para eks-tapol ini berharap meluruskan sejarah untuk meminta rekonsiliasi antara pemerintah dan para korban. Untuk itu, mereka berusaha melawan narasi yang menyebutkan mereka terlibat G30S yang sebagai sebuah langkah kudeta dan membuktikan mereka adalah korban oleh negara selama puluhan tahun. Dengan pelurusan sejarah ini, terdapat dua tujuan utama dari rekonsiliasi yang mereka perjuangkan; 1) pengakuan negara tentang kekerasan HAM telah terjadi; 2) pemulihan dan rehabilitasi terhadap mereka yang menjadi korban kekerasan HAM.

Manismar was born in 1934. She once joined Gerwani and was a senior member of the organization. In the 1950s, Manismar had been an envoy for Gerwani West Sumatra to China. For her, joining and carrying out activities in Gerwani is her effort to advance women’s positions. Its agendas contain skills training, primary education, and eliminating illiteracy for Kids and women. In addition, she often provided lectures on Pancasila. In 1965, she and her husband were arrested. While in detainment, her husband was “bon” and never returned. Manismar herself frequently suffered roughness from soldiers and guards. After her release, she was initially domiciled in Solok and then moved to Bukittinggi. She was no longer permitted to gather and participate in social activities as before 1965. It is distinctive from what was experienced by Yohana, who was still active in society. According to this interviewee, domicile is a factor that causes it.Manismar lives in the downtown of Bukittinggi, while Yohana lives on the outskirts of Padang. It made a difference in the control of these two former political prisoners from the state apparatus.

Manismar : Aktivis Gerwani di Bukittinggi (1956- 2016)

Marta, Syafwina (2018) Manismar : Aktivis Gerwani di Bukittinggi (1956- 2016). Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang. (Hanya abstrak)

Tragedi Kekerasan Anti-Komunis di Sumatera Barat / Violence in the Anti-Communist Tragedy in West Sumatra – Yenny Narny [A sub-thesis Master – Australian National University]

simak 1300 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s