Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri : “…kebangkitan rakyat tidak cukup hanya dituntun oleh garis politik, dengan semangat dan keberanian saja. Tapi kebangkitan rakyat juga harus diimbangi dengan rasio”.

Dasar pemikirannya ialah kebangkitan rakyat tidak cukup hanya dituntun oleh garis politik, dengan semangat dan keberanian saja. Tapi kebangkitan rakyat juga harus diimbangi dengan rasio. (Siswoyo)

MEMOAR ini adalah riwayat perjalanan hidup seseorang yang memilih terjun sepenuhnya sebagai aktivis sejak usia masih sangat muda. Pada saat mana bertepatan dengan tahun-tahun dekat menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI. 

Lewat Pemilu 1955, ia terpilih menjadi anggota DPR, kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKI. Ia juga pendiri dan pimpinan Universitas Rakyat, anggota Majelis Pendidikan Nasional (Mapenas), serta sempat dilantik sebagai penasihat presiden bidang pendidikan.

(penerbit Ultimus)

Resensi Buku: Siswoyo Dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri – pembebasan.org

Pergulatan aktivitas ideologi-politik Siswoyo memang sudah berada di level yang maksimal. Kontribusinya sangat signifikan. Pada detik-detik pergantian dari September menuju Oktober 1965 adalah titik balik yang membelalakkan mata Siswoyo. Harapan dan mimpi masa depan revolusinya terburai berantakan, dan perihnya, Siswoyo bisa melihat bagaimana mimpinya dihancurkan, harapannya ditumpas, kawan-kawan terbaiknya dikejar untuk dibunuh. Satu per satu, tiap harinya, dari balik sel isolasi, Siswoyo mendengar kawan juangnya dieksekusi.

cuplikan Memoar Siswoyo

Sekilas Tempo Doeloe [1] – Andreas JW

Sekilas Tempo Doeloe [2] – Andreas JW

Sekilas Tempo Doeloe [3] – Andreas JW

Sekilas Tempo Doeloe [4] – Andreas JW

puzzle dari Memoar Siswoyo yang dikutip (menjadi rujukan) dalam berbagai tulisan

Kantor CC PKI Riwayatmu Kini – historia.id

Polemik Angkatan Kelima – historia.id

Kisah Pembunuh Si Jalak Harupat – historia.id

Ketika PKI Lawan Agresi Belanda -historia.id

Kesuksesan PKI di Pemilu Daerah Bikin Partai Lain Gusar – tirto.id

Pemilu Daerah 1957: PKI Berjaya dan Gagalnya Pilkada Langsung – tirto.id

Gagasan Siswoyo Tentang Pendidikan

…..maka dalam kesempatan sambutan saya ini saya akan memusatkan pidato saya mengenai soal pendidikan di luar Partai. Suatu masalah yang makin kita akui pentingnya di dalam meningkatkan taraf kebudayaan rakyat, dalam menciptakan manusia-manusia baru untuk membina Indonesia baru, tetapi juga suatu masalah yang sampai sekarang belum cukup mendapat perhatian dari kita. Dengan makin meluasnya organisasi Partai di seluruh tanah air, dengan makin besarnya pengaruh politik Partai dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, maka segeralah tampil ke depan dengan mendesak masalah pekerjaan pendidikan nasional……

 selengkapnya

Pidato Siswoyo – (Anggota Sekretariat CC PKI)

Jajasan Pembaruan 1962. Ilmu Pengetahuan untuk Rakyat, Tanah Air, dan Kemanusiaan (Universitas Rakyat) [unduh]

*Perkenalan dan peresmian berdirinya Yayaysan Universitas Rakyat pada 25 September 1958 bertempat di Gedung SBKA – Manggarai Djakarta

Naskah Siswoyo Direktur Yayasan Universitas Rakyat – Ilmu Pengetahuan Untuk Rakjat, Tanah Air & Kemanusiaan

Universitas Rakyat – disalin dari buku Siswoyo Dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri; halaman 157-162; terbitan Ultimus, Cetakan 1, Juli 2015.

Pemimpin PKI yang bertanggung jawab atas program-program pendidikan adalah Siswoyo, yang diwawancara McVey ketika ia berkunjung ke Indonesia di awal hingga pertengahan tahun 1965. Siswoyo telah meninggalkan sebuah memoar yang bernilai dan mengungkap banyak hal, yang baru saja diterbitkan tahun kemarin. Di dalamnya, ia menyebutkan bahwa partai membuat pendidikan sebagai sebuah prioritas, sehingga terbentuklah sebuah bagian di dalam partai yang disebut Departemen Pendidikan Ilmu dan Kebudayaan pada 1958, yang berbeda dari Departemen Pendidikan Partai. Yang terakhir dijalankan oleh kelompok Agitprop partai dan hanya didisain untuk menjamin semua anggota memahami program partai dan beberapa prinsip dasar Marxism-Leninism. Fungsi departemen yang pertama adalah untuk menyediakan pendidikan umum. Siswoyo menjelaskan bahwa ide saat itu adalah bahwa “kebangkitan rakyat harus diimbangi dengan rasio.” Partai harus menyediakan sebuah “pendidikan umum untuk meningkatkan rasio di kalangan massa rakyat, agar massa rakyat dapat berpikir lebih matang, jernih, dan objektif.” Slogan saat itu adalah “Merah dan Ahli.”5

PKI juga memainkan peran dalam perluasan sistem pendidikan negara. Beberapa dari guru yang baru dilatih, dari latar belakang miskin, dari orang-orang tua buta huruf, tertarik pada PKI. Merekalah yang bersedia untuk hidup di desa-desa terpencil mengajar anak-anak bertelanjang kaki di gubuk-gubuk tanpa peralatan apapun. Di masa Demokrasi Terpimpin, para guru yang tertarik pada PKI dan Sukarno membentuk sebuah persatuan di dalam perserikatan guru-guru, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Tak puas pada posisi politik para pemimpin perserikatan, yang mencoba mengafiliasi serikat mereka dengan perserikatan konfederasi yang disponsori tentara dan sayap kanan, SOKSI, mereka membentuk faksi terpisah – PGRI Nonfak-sentral – pada Juni 1964. Sebagaimana yang telah sering dicatat dalam literatur atas pembunuhan massal tahun 1965-66, banyak korban adalah guru-guru sekolah: tentara mengumpulkan semua anggota PGRI Nonfak-sentral yang bisa mereka temukan dan membunuh banyak sekali guru hingga sekolah-sekolah kemudian kekurangan guru selama bertahun-tahun.6

John Rossa dalam pengantar buku Mengajarkan Modernitas: PKI Sebagai Sebuah Lembaga Pendidikan Ruth T. McVey

Mengajarkan Modernitas: PKI Sebagai Sebuah Lembaga Pendidikan Ruth T. McVey

Siswoyo: Science for the Homeland and People 1958-1965 – Satrio Priyo Utomo

simak 1300 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Bookmark and Share
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s