Kini “Hari-hariku Tidak Sunyi” : Kisah Magdalena Kastinah Aktifis  Serikat Buruh yang Dipenjara di Bukit Duri Hingga Plantungan Selama 14 Tahun

*Ibu Kastinah menunjukkan dokumen foto Kamp Plantungan

“Pada suatu malam kami dipanggil disuruh berkemas, teman-teman menangis karena merasa pasti akan dibunuh. Sampai di luar saya diberitahu oleh CPM untuk tenang saja, di sana ada 5 orang laki-laki yang akan dipindah ke Jakarta, ternyata saya dibawa ke Jakarta. Sampai di Jakarta pertama saya masuk Salemba hanya sebentar lalu saya diantar ke Bukit Duri. Saya bertemu saudara-saudara yang lain. Sudah banyak teman di sana, banyak yang disiksa. Kardilah namanya, dinaikkan ke meja lalu ditendang, dinaikkan lagi lalu ditendang lagi sampai gila. Yang namanya Mbak Sri Wulan disiksa bagian kemaluan ditusuk-tusuk dengan botol, saya juga disiksa ditusuk-tusuk dengan kawat kecil bagian dada dekat ketiak sakit sekali. Kita disuruh kerja pekerjaan tangan dan macam-macam dan dikasih makan seperti babi … karena makanan bercampur seng, batu, dll. Wadilah teman saya, dia sakit gila karena disiksa, dia juga dicelupkan ke air kepalanya mungkin maksudnya biar sembuh. Kami dipindahkan ke Plantungan. Berangkat dari Jakarta jam 10 malam sampai Waleri pagi, terus naik pick-up ke Plantungan. Yang pertama datang dari Surabaya, Jawa Tengah dan Jakarta, Jawa Barat, lalu Jakarta lagi. Di sana diadakan kerajinan tangan, rias manten, masak, potong rambut, dll. Sarbinatun teman saya di sana juga menjadi gila, dia terjun ke dalam sungai Lampir, untung ada petani dan petugas yang lari menolong Sarbinatun, lalu dibawa pulang dimandiin dan dimasukkan sel tapi di dalam sel dia telanjang-telanjang. Di Plantungan ada 4 orang teman kami yang meninggal. Dua dimakamkan di Plantungan, yang bernama Ibu Tomo dan Ibu Tiah. Seorang lain, Ibu Hadi dibawa ke Purwokerto. Di Plantungan itu kami dikelilingi sungai, di mana-mana ada penjaga. Kami seperti katak dalam tempurung.”83 

dari  Kesaksian Magdalena Kastinah dalam “Dengar Kesaksian KKPK di Solo”, 13 Desember 2012 dalam Buku Menemukan Kembali Indonesia: Memahami Empat Puluh Tahun Kekerasan demi Memutus Rantai Impunitas (halaman 83)

Kisah Hidup MAGDALENA KASTINAH : ”Hari-Hariku Tidak Sunyi” –  sekber 65

“…sepanjang waktu saya ditanya dan disuruh mengaku berada di lubang buaya dan dituduh sebagai gerwani. Saya tidak mau mengaku berada di lubang buaya, karena memang saya tak pernah berada disana…”

“…setiap kali ditanya apa saya ada di lubang buaya, namun saya tetap tidak mau  mengiyakan tuduhan tersebut, saya hanya mengaku sebagai anggota SB saja. Sambil memeriksa, Papilaya menusuk-nusuk dadaku dengan besi, namun saya tetap tidak mau mengaku…” 

“…kalau malam sang komandan mengetuk pintu, saya takut sekali, saya kunci semua pintu dan berharap Tuhan yang menjaga…”

“…untuk menyambung hidup saya berjualan peyek kacang yang dititipkan di warung-warung kecil dekat rumah…”

“…SekBer’65 telah memberi semangat dalam sisa hidupku, kami semua senang bisa bertemu, bisa saling menguatkan…”

Ruang 65 : Menghabiskan Masa Muda Sebagai Tahanan Politik – Forum Generasi Muda

simak pula

FITNAH DAN DUSTA KEJI DI BALIK LEGENDA LUBANG BUAYA (DAN GERWANI SEBAGAI KUMPULAN PEMBUNUH DAN SETAN)

Simak 1200 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
Bookmark and Share
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s