[Kompilasi Tinjauan Buku] Kuasa Stigma dan Represi Ingatan Karya Tri Guntur Narwaya *Stigmatisasi dan Narasi Sejarah 1965

Judul Buku: Kuasa Stigma dan Represi Ingatan

Penulis : Tri Guntur Narwaya

Penerbit: Resist Book, Yogyakarta

Cetakan: September 2010

Tebal: xlii + 250 halaman

SINOPSIS

Catatan sejarah 1965 -1966 menjadi babak penting untuk dilihat kembali. Menarasikan kembali kisah yang sudah lewat dengan keterbukaan dan kerendahan hati merupakan langkah menempatkan sejarah pada tempatnya yang pantas. Sejarah tragedi tersebut kini masih tetap begitu membekas. Beban ingatannya melekat bersamaan dengan kuasa stigma yang masih ditanggung oleh sekian banyak korban. Sekian waktu ingatan tentangnya masih disandera begitu kuat dalam tafsir resmi negara. Mereka harus menjalani hidup yang dibedakan. Stigma dan label negatif seakan diterima sebagai beban kolektif turunan dan generasi sesudahnya masih harus rela tinggal dalam struktur dan kultur politik yang masih gemar menyemai diskriminasi. 

Buku Kuasa Stigma dan Represi Ingatan ini mengeksplorasi secara cermat tentang berbagai dalih pendasaran mengapa stigmatisasi dan diskursus anti- Komunis masih kuat terserap dalam ingatan kolektif masayarakat. Melalui pendekatan hermeneutika, buku ini menyumbang analisis dan interpretasi menarik tentang bagaimana modus politik pelabelan ini dipraktikkan. Uraiannya berhasil menyentuh dimensi-dimensi penting tentang produksi, reproduksi, transmisi dan resepsi berbagai diskursus serta politisasi simbol yang pernah dan saat ini masih mempengaruhi nalar ingatan masyarakat.

[berita bedah buku)

Asvi Warman Usul Tiga Solusi untuk Hilangkan Stigma 1965  – tempo

Indonesia Belum Lepas dari Stigma G30S  – kompas

[resensi]

Stigmatisasi dan Narasi Sejarah 1965 – Bandung Mawardi

KUASA STIGMA DAN REPRESI INGATAN – Yulita Mayar

Stigmatisasi atas Sejarah PKI di Indonesia – Romel Masykuri

artikel penulis

Research Article

Reconciliation Discourse of 1965 and Indonesian ness Reconstruction In the Post-New Order

St.Tri Guntur Narwaya1,*, Faruk HT2, Budiawan Budiawan2

1Universitas Mercu Buana Yogyakarta: 2Universitas Gadjah Mada

Abstract

This paper examines how the practice of articulation, negotiation and the contest of reconciliation discourse of 1965 influenced and was influenced by various other discursive formations, especially by the moments of the construction of “Indonesian-ness” in the post New Order’ era. This study focuses on discourse analysis approach in a Post-Structural perspective developed by Ernesto Laclau and Chantal Mouffe. This study found important points: First, the discourse of reconciliation itself is not a discourse which is immune to various developing contest and negotiations. It’s also influenced by the tug of war of other various discourses. Second, in practice, every hegemony to interpret the reconciliation formula of 1965 is always challenged by various other competing discourses. Third, the various negotiations and contests of reconciliation cannot be separated from the relationship with the tug of war of negotiations and contest on how Indonesian-ness construction is formed, formulated and contested by various parties.

Keluar dari Dominasi “Tanda”

(Refleksi semiotik atas kuasa politik ingatan ’65 :dengan analisis Barthesian tentang 3 prinsip dasar hubungan tanda : Simbolis. Paradigmatik dan Sintagmatik)

Oleh : Stefanus Tri Guntur Narwaya

simak pula

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto – Budiawan

200409_buk_mematahkan-pewarisan-ingatan-wacana-anti-komunis-dan-politik-rekonsiliasi-pasca-soeharto_cf12

Politik Stigma Dalam Sejarah Indonesia – Dialog Sejarah Bersama Soe Tjen Marching 

simak 1100 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s