Suparna Sastra Diredja (Sekjen Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia dan Dewan Pimpinan Pusat SOBSI) dan ‘Tanah Air Yang Hilang’ #Eksil1965

cover foto : Pas Foto Yang Digunakan Suparna Sastra Diredja Untuk CV Anggota Konstituante

sumber Syahrul Hidayat dan Kevin W. Fogg, “Profil Anggota: Suparna Sastradiredja,” Konstituante.Net (1 Januari 2018), diakses pada 9 Januari 2021, ‹http://www.konstituante.net/id/profile/PKI_suparna_sastradiredja›.

Suparna Sastra Diredja Dirajam Sejarah Kelam – tirto.ID

Suparna Sastra Diredja adalah sosok pejuang dan tokoh nasional yang tersingkir selamanya dari bumi Indonesia sejak terjadinya Gerakan 30 September 1965.

“Melepas Anak-Anak Jadi Warga Belanda” – kompas.com

(Berikut ini adalah tulisan Agrar Sudrajat tentang kisahnya sendiri yang diambil dari Radio Nederland)

Keputusan anak-anak ini mengingatkan saya pada kisah hidup kakek mereka, ayah saya. Ketika berangkat pada tahun 1979, selain untuk tujuan studi, saya sebenarnya juga ingin menemani almarhum ayah yang dulu tinggal di Amsterdam. Nama ayah saya Suparna Sastradiredja. Saya tidak pernah berjumpa dengannya sejak akhir September 1965, saat ia meninggalkan Indonesia. Ketika itu, ia ikut rombongan delegasi MPRS menghadiri perayaan 1 Oktober 1965 di Peking. Pecahnya Peristiwa G30S dengan dampak gelombang penumpasan orang kiri, membuatnya sulit untuk pulang kembali ke Indonesia. 

Hingga pertengahan tahun 1970-an ia tinggal di China. Walaupun semua kebutuhan hidup ditanggung pemerintah China, namun, sebagai tamu, ruang gerak orang-orang yang tertahan pulang ini sangat terbatas. Akhirnya, almarhum ayah memutuskan untuk pergi ke Belanda. Sejak ia tinggal di Belanda, baru ia bisa mulai mencari kontak, melalui surat, dengan keluarga di Indonesia. Salah satu surat yang ia kirim akhirnya sampai juga ke tangan kami. 

Ayah datang ke Belanda sebagai pencari suaka. Ketika itu, permintaan suakanya ditolak. Tapi, ia boleh tinggal menetap di Belanda atas dasar kemanusiaan. Sebagai orang yang pernah aktif di bidang politik ayah selalu mengikuti perkembangan politik.  Apalagi yang melibatkan nasib para terpidana kasus urusan politik, tapol dan korban pelanggaran hak azasi manusia di Indonesia. Dan untuk berbagai aksi yang menyangkut urusan itu, ia kadang harus pergi ke luar Belanda, seperti misalnya ke Paris atau Bonn.

Mengenal Suparna Sastra Diredja pendiri SARBUPRI dan Direktur Perkebunan Negara Dwikora Subang

*Suparna Sastra Diredja diangkat sebagai anggota tim Musjawarah Pembantu Perentjanaan Pembangunan Nasional *sayangnya admin hanya menemukan arsip keputusan pemberhentiannya

[arsip] Keputusan Presiden Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat terhadap Samsir, Suparna Sastradiredja, Ir Sakirman, Suwarti Bintang Suradi, DN Aidit dkk dari Musjawarah Pembantu Perentjanaan Pembangunan Nasional

periksa koleksi foto IISG Amsterdam terkait Suparna Sastra Diredja

simak pula

Melacak Jejak Militansi Perjuangan Sarekat Buruh Perkebunan Indonesia (SARBUPRI) danKehancurannya l Genosida Politik 1965-1966

Melacak Jejak Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) dan Penghancurannya Paska Pecahnya Gerakan Tiga Puluh September

simak 1100 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s