Memoar Tedjabayu : Mutiara di Padang Ilalang – Cerita Seorang Penyintas

“Catatan-catatan Tedjabayu menunjukkan bahwa sejak ditahan dan dibebaskan mereka betul-betul menjadi tahanan yang tak memiliki hak-hak sehingga nasib mereka tergantung belas kasihan dari penguasa apakah itu tentara maupun sipir penjara. Mereka menjadi “obyek bukan lagi menjadi subyek”” – Todung Mulya Lubis

Mutiara di Padang Ilalang, bukan saja menggambarkan bagaimana para mahasiswa dan intelektual yang merupakan manusia-manusia harapan bangsa, dihilangkan kemanusiaannya dengan cara-cara kejam, tapi menggambarkan juga bagaimana bangsa ini kehilangan keperibadiaannya yang berakibat pada hilangnya kesempatan membangun masa depan bangsa dengan rasa percaya diri” – Nusyahbani Katjasungkana

dapatkan buku Mutiara di Padang Ilalang di penerbit Komunitas Bambu

“…Orang-orang buangan ini menjadi “intelektual organik” yg tanpa selalu mereka sadari sudah melanjutkan proyek pembangunan peradaban baru, memenuhi imajinasi gerakan nasionalis kerakyatan tentang lahirnya “manusia baru”…” -Ayu Ratih

selengkapnya Tedjabayu Sudjojono, Pembelajar Kebudayaan (3 April 1943-25 Februari 2021)

Harapan Tedjabayu Sudjojono – Wawancara Tahun 2016

orbituari

Tedjabayu Sudjojono, Sang Penyintas dari Padang Ilalang – Lilik Hastuti Setyowatiningsih

Tedjabayu dan Kami (1944-2021) – Andhyta F. Utami

Ç’est la vie, Tedjabayu! – historia.id

Tedjabayu dipenjara oleh Orde Baru selama 14 tahun tanpa pengadilan. Kata ibunya, “Ç’est la vie, Dja!”.

Kisahnya dimulai dari Rabu, 20 Oktober 1965. Hari yang tak pernah disangka-sangka oleh Tedjabayu. Sejak pagi, ia telah berada di gedung Chung Hwa Tjung Hwi (CHTH) di Jalan Sonobudoyo, Yogyakarta. Tedjabayu dan para anggota Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) berjaga untuk mengamankan gedung yang dipinjam Universitas Res Publica (Ureca) itu dari ancaman massa demonstrasi ganyang PKI.

Suasana makin riuh siangnya. Massa di depan gedung meneriaki mereka, “ganyang PKI, ganyang PKI, bunuh PKI.” Tak berapa lama kemudian, Tedja dan 126 kawannya ditangkap Batalyon F untuk diamankan dan diserahkan kepada polisi. Mereka lalu digiring ke penjara Wirogunan.

KBR · Tedjabayu Sudjojono: “Saya Maafkan Soeharto, Tapi Hukum Harus Jalan”

Tedjabayu : “Permintaan maaf langkah bagus untuk rekonsiliasi” – bbc indonesia

Tedjabayu: ‘Sampai Mati, Sudjojono Tetap Marxist’

Dia adalah pelukis sekaligus pendiri Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), sebuah organisasi seni yang dikenal dekat dengan PKI.

Band Savana Nada – Tedjabayu Sudjojono (porostimur.com)

Mas Mipan – Tedjabayu Sudjojono (porostimur.com)

Kolonel Nartomo – Tedjabayu Sudjojono (porostimur.com


Yang Terpisah Karena 1965 – historia

Setelah penangkapan besar-besaran di Yogyakarta, anak-anak Mia Bustam terpaksa hidup berpencar.

Membaca Mutiara di Padang Ilalang Bersama TASS

simak

Bibliografi (dan Tinjauan Buku) Memoar Pulau Buru 

Bibliografi (dan Tinjauan Buku) Memoar Pulau Buru 

******

Melawan Lupa – 10 Tahun dalam Kehidupan Pramoedya Ananta Toer

*diantaranya dalam bentuk kesaksian Tedjabayu Soedjojono sebagai sesama Tapol Buru

simak pula

Seni dan Politik : Riwayat Sudjojono dan Karya-Karyanya – Dialog Sejarah | HISTORIA.ID

*salah satu nara sumber adalah Tedjabayu putra Sudjojono

dari

Video Installation A Thousand and One Martian Nights, 2017 

Kompilasi Sepenggal Kisah Luka 3 Generasi : S. Sudjojono, Mia Bustam, Tedjabayu, Ratrikala Bhre Aditya

simak 1100 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s