Kisah ‘Sarjana’ Sanusi : Bersama Sekber 65 Memulihkan Martabat Kemanusiaan

Wejangan Warisan: Sanusi, Sarjana Supersemar – Video oleh Bung Arief


Sanusi, pria kelahiran 77 tahun silam ini menetap di Jawa Tengah. Ia adalah salah satu kader Pandu Inklusi Nusantara (PINTAR) yang giat bekerja untuk para penyintas pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) 1965 agar mendapatkan akses dan fasilitas layanan publik yang sama seperti masyarakat pada umumnya.


Ayahnya, Sutopo merupakan seorang pemberontak yang oleh rezim kolonial Hindia Belanda diadili dan dijatuhi hukuman pembuangan ke Aceh. Sebuah takdir samar yang miris ketika Sanusi juga mengalami hal yang sama seperti ayahnya. Oleh rezim Orde Baru, Sanusi dijatuhi hukuman penahanan di berbagai tempat selama delapan tahun. Bedanya, ia tidak pernah diadili seperti ayahandanya dahulu. Ia justru tidak diperlakukan dengan adil oleh bangsanya sendiri.
Stigma dan diskriminasi sebagai eks tahanan politik masih dirasakan Sanusi dan penyintas lainnya. Ia mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan cap khusus. Meskipun ukurannya kecil dan tidak signifikan, cap ini justru mengandung implikasi yang sangat besar terhadap kehidupannya setelah menjadi “sarjana”.
.


Sanusi mengaku tidak ada rasa dendam untuk membayar lunas perasaan disakiti atas apa yang menimpanya di masa lalu. Alih-alih, ia menekankan adanya niatan rekonsiliasi yang tulus antara penyintas dengan pelaku dari pelanggaran berat HAM. Rekonsiliasi berarti kedua belah pihak saling berdamai satu sama lain, saling memaafkan, dan juga berkomitmen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. (disalin dari Bung Arief)

Sanusi, “Sarjana” Pegiat Inklusi

Kesaksian Sanusi – Bersama Sekber 65 : Memulihkan Martabat Kemanusiaan dalam buku Menemukan Kembali Indonesia: Dengar Kesaksian hal 14-16


Simak 1000 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s