Orde Baru dan Konstruksi Sejarah Peristiwa 1965 – Rekaman Webinar Hipotesa Bersama Sejarawan Yosef Djakababa Ph.D

[Webinar Hipotesa] Pada tahun 1965 sebuah tragedi politik menimpa Indonesia yang sebelumnya diawali dengan ketegangan politik yang kemudian berkulminasi pada peristiwa penculikan 7 orang perwira AD dan ditemukannya jenazah mereka di sebuah tempat yang bernama Lubang Buaya. Partai Komunis Indonesia (PKI) langsung dicap sebagai pelaku dari pembunuhan (dan penyiksaan) ke-7 perwira AD tersebut. Amarah masyarakat kemudian tersulut dan aksi pembersihan massal dalam bentuk penangkapan dan pembunuhan pun terjadi terhadap orang-orang yang memiliki afiliasi dengan PKI.

Selama 32 tahun, narasi tunggal bahwa PKI berada di belakang wafatnya para perwira militer tersebut dianggap sebagai sejarah resmi Indonesia serta sumber legitimasi bagi rezim Orde Baru. Sedangkan tragedi lainnya yang terjadi setelah peristiwa Lubang Buaya tidak masuk dalam narasi resmi tersebut. Museum, film, dan monumen didirikan untuk memperingati peristiwa lubang buaya sementara narasi lain yang bertentangan tidak dibahas bahkan dilarang. Padahal, untuk memahami peristiwa 1 Oktober tidak mudah karena peristiwa tersebut merupakan hal yang rumit dan kompleks.

Dalam Webinar pertama Hipotesa, Sejarawan Yosef Djakababa Ph.D akan memaparkan hasil risetnya dengan topik “Orde Baru dan Konstruksi Sejarah Peristiwa 1965”.

simak pula

Yosef Djakababa Sebagai Narasumber : Simposium Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan 18-19 April 2016

Artikel-artikel (Kajian) Ilmiah Yosef Djakababa Tentang Sejarah Tragedi 1965

tentang MAHMILUB simak pula

[Sidang Mahmilub G30S] Asvi : Jelas targetnya, melenyapkan mereka!* I Genosida Politik 1965-1966

1700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s