Heryani Busono Wiwoho Dari Wirogunan Hingga Kamp Plantungan : Memoar ‘Mengembara Dalam Prahara’ dan Dendang Lagu Untuk Anakku

Heryani Busono Wiwoho bisa dibilang sebagai seorang intelektual. Ia dan suaminya, Herman Busono, adalah dosen yang tergabung dalam organisasi Himpunan Sarjana Indonesia (HSI). Heryani adalah pengajar di IKIP Yogyakarta, sementara suaminya mengajar di fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Ketika Heryani dan suaminya ditangkap, mereka harus meninggalkan empat orang anak.

Selama 13 tahun, Heryani berpindah-pindah kamp tahanan dari Yogyakarta hingga Plantungan, Kendal, Jawa Tengah. Pada mulanya ia ditahan di Wirogunan, lalu berpindah ke Ambarawa, Bulu Semarang, sebelum berakhir di Plantungan. Heryani Busono dipulangkan pada 1978.

Di Benteng Pendem Ambarawa, Heryani sempat diminta membuatkan lirik lagu dari seorang tentara yang juga menjadi tahanan politik, Juwito. Heryani membuatkan lirik berjudul Lagu Untuk Anakku yang bercerita tentang kerinduan terhadap anak-anaknya.**

Kisah ringkas ini dipetik dari tulisan ROSA PANGGABEAN – Sepotong Ingatan dari Kamp Yang Berubah di newnaratif

 ** notasi oleh Juwito

Lagu Untuk Anakku : Paduan Suara Dialita . Cholil Mahmud . Lintang Radittya

 

Saatnya tiba saat yang ku nantikan

Hadirkan cinta hidupku
Ketika kau ada dalam pelukanku
Seluruh hatiku untukmu

Cinta ‘kan kutunjukkan
Bintang-bintang temani malammu
Bila kau merasa sepi
Aku di sini untukmu

Dan bila nanti
Jalanmu akan tak s’lalu indah
‘Kan kutiupkan doakanku

Cinta ‘kan kutunjukkan
Bintang-bintang temani malammu
Bila kau…

Tujuh Tahanan Politik Perempuan di Kamp Plantungan –historia

 

Heryani Busono Wiwoho, Penyintas Tragedi 65

Aku Tidak Dendam, Hukum Karma Ada di Dalam Kehidupan Ini / law-justice

Nyanyian Kepedihan Hati Eks Tapol 1965 – liputan6


Tinjauan Buku

MENGEMBARA DALAM PRAHARA* Kolom *IBRAHIM ISA

Fitnah Untuk Gerwani *IBRAHIM ISA

Sekelumit dari buku “Mengembara Dalam Prahara”, oleh Heryani Busono Wiwoho

Korban 1965; Belasan Tahun di Penjara Tanpa Kesalahan, Logiskah? – Umi Ma’rufah / ksmwsemarang

[SAGA] Pengakuan Anak Tapol 65: Buka Identitas Karena Ayah Akhirnya Diakui UGM

*kedua orangtuanya Busono Wiwoho dan Heryani adalah Tapol 65

10 Memoar Perempuan Pejuang dan  ‘Survivor’ Genosida Politik 1965-1966 [Perempuan Penyintas 1965] 

simak 950 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Bookmark and Share
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o
13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s