‘Hantu Sejarah’ : Sutradara Lekra Kotot Sukardi, Perintis Film Anak Indonesia

Demikianlah, jika sejarah kita adalah sejarah “daftar”, Kotot Sukardi adalah langganan daftar itu. Di film, ia adalah “seniman daftar”; di sastra, ia juga “sastrawan daftar”. Di buku sejarah nasional, ia juga penghuni daftar “hantu sejarah”. Kecuali Si Pintjang yang oleh web Filmindonesia.or.id masih bisa dilihat fisiknya di Sinematek Indonesia, Jakarta, tak ada karya film Kotot yang bisa ditonton dan tak mudah menemukan karya sastranya untuk dibaca.

(Muhidin M Dahlan)

Film Indonesia Minus Kiri? : Menelisik Peran Sutradara Kiri Bachtiar Siagian, Kotot Sukardi, Tan Sing Hwat dan Basuki Effendy

Si Pintjang 1951merupakan film hitam putih anak-anak bertemakan semangat nasionalisme yang tinggi [2] pada tahun 1951 yang disutradarai oleh Kotot Sukardi. Ia merupakan seorang sutradara senior dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang merupakan organisasi kebudayaan beraliran kiri yang merupakan anak organisasi dari Partai Komunis Indonesia (PKI).[3] Film Si Pintjang merupakan pelopor film untuk anak-anak pertama yang diproduksi oleh Perusahaan Film Negara yang kini dikenal sebagai Produksi Film Negara (PFN) guna memenuhi kebutuhan tontonan anak dalam membantu tumbuh kembang jiwa dan pikiran mereka. [bronet_ emens]

 

0christina3

Antara doeloe : “Si Pintjang” dipertundjukkan keliling Tjekoslowakia

 

periksa

Constructing the Nation: Representation and Children in Indonesian Cinema

Disertasi  I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa

Khususnya

Si Pintjang (1951): Children trauma, war casualties, and Indonesian nationalism

hal 93-101

 

Berniat memenuhi kebutuhan film untuk anak-anak, Perusahaan Film Negara (PFN) memproduksi film Si Pintjang pada 1951. “Dalam soal film anak-anak ini, Perusahaan Film Negara telah mempelopori membuatnya untuk ikut memberikan gambaran sebagian dari watak anak-anak yang beribu-ribu macam watak,” tulis Minggu Pagi, 9 September 1951.

Kotot Sukardi, sutradara dan penulis skenario Si Pintjang, memberi anak-anak terlantar ruang berekspresi. Dia mempercayakan pemeran utama film pada anak-anak itu. Cerita utama film pun seputar kehidupan anak-anak, korban pendudukan Jepang. Perang memisahkan mereka dari orangtua dan saudara kandung.

Tayang pada 1952, Si Pintjang hanya beroleh sedikit apresiasi. Salahsatunya dari Usmar Ismail, tokoh sohor perfilman Indonesia. “Si Pintjang film Kotot Sukardi yang pertama sebagai sutradara mempunyai arti penting karena pemakaian anak sebagai pemain dengan secara efektif,” tulis Usmar dalam Usmar Ismail Mengupas Film. Apresiasi lebih justru datang dari luar negeri. Panitia Festival Film Internasional Praha, Cekoslowakia, memberi Si Pintjang penghargaan pada 1952.

selengkapnya  Film Anak Riwayatmu Dulu – historia.id

 

SUTRADARA FILM, SANG PERINTIS PEMBUATAN FILM ANAK-ANAK 

 

Demikianlah, jika sejarah kita adalah sejarah “daftar”, Kotot Sukardi adalah langganan daftar itu. Di film, ia adalah “seniman daftar”; di sastra, ia juga “sastrawan daftar”. Di buku sejarah nasional, ia juga penghuni daftar “hantu sejarah”. Kecuali Si Pintjang yang oleh web Filmindonesia.or.id masih bisa dilihat fisiknya di Sinematek Indonesia, Jakarta, tak ada karya film Kotot yang bisa ditonton dan tak mudah menemukan karya sastranya untuk dibaca.

Kotot Sukardi adalah satu dari 40-an anggota Pimpinan Pusat Lekra hasil Kongres Nasional pada 24-29 Januari 1959 di Solo, Jawa Tengah. Sekaligus ia menjadi Wakil Ketua Lembaga Film Indonesia (LFI) yang didirikan Lekra untuk penciptaan di dunia layar lebar. Lembaga yang diketuai Bachtiar Siagian inilah yang diserahi tugas “menjaga” Manipol Sukarno di bidang perfilman nasional.

selengkapnya Kotot Sukardi dan Satyalancana Kebudayaan – Muhidin M Dahlan

Filmografi Kotot Sukardi

simak pula

Jejak Seniman LEKRA Bachtiar Siagian Yang Dilenyapkan : Dari Drama Batu Merah Lembah Merapi,Film Tunrang hingga Violetta

[kompilasi] Mozaik Jejak LEKRA dan Jejak Seniman / Budayawan LEKRA [berikut Kompilasi 15 Film Dokumenter-Feature-Wawancara]

1000 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s