Ketika Sejarah Berseragam : Militerisasi Sejarah Indonesia dan Peran Nugroho Notosusanto

BUKU

5d2517f0f91aa4ad3dd6176cdf055749_w640

“A thoughtful, stimulating piece of scholarship which significantly deepens our knowledge of Indonesia’s New Order.” —R. E. Elson, University of Queensland

Podcast  – Interview with Katharine E. McGregor On History in Uniform: Military Ideology and the Construction of Indonesia’s Past

A soldier’s historian – Katherine MGregor

 

Representing the Indonesian Past: The National Monument History Museum from Guided Democracy to the New Order1 Katharine E. McGregor

review-resensi

INDONESIA: Top academic supported militarism – book by David Jardine

Resensi : (S)ejarahversus (s)ejarah – Tri Guntur Narwaya, M.Si

Resensi PILAR SIMBOLIKPENOPANG KEKUASAAN SUHARTO – Purnawan Basundoro

****

Upaya rekayasa sejarah yang dilakukan pemerintah Orde Baru telah berlangsung sejak awal berdirinya rezim sampai jatuhnya Soeharto. Dalam hal ini Nugroho Notosusanto (dan Pusat Sejarah ABRI) berperan besar. Aspek ini sudah pernah disinggung antara lain dalam disertasi dan artikel Katharine E. McGregor.

Menurut McGregor, terdapat tiga proyek utama Nugroho Notosusanto yaitu 1) Sejarah percobaan kudeta 1965, 2) De-Soekarnoisasi antara lain melalui teori tentang lahirnya Pancasila, 3) Mengangkat citra sejarah militer misalnya melalui Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Ada beberapa catatan yang dapat ditambahkan terhadap tulisan McGregor. Pertama, mengenai sejarah percobaan kudeta 1965, Kate mengatakan bahwa buku 40 Hari Kegagalan ‘G30S’ “mungkin proyek sejarah yang penting yang dibuat oleh Nugroho Notosusanto”. Menurut hemat saya, meskipun tim yang diketuai Nugroho mengerjakan penelitian kilat tersebut, inisiator atau penanggungjawab buku itu adalah Jenderal AH Nasution. Kedua, mengenai de-Soekarnoisasi saya sering mengutip sejarawan Perancis Jacques Leclerc bahwa Soekarno telah dibunuh dua kali (21 Juni 1970 ia wafat setelah sakit dan tidak memperoleh perawatan sebagaimana semestinya serta sejak 1 Juni 1970, peringatan hari lahir Pancasila dilarang oleh Kopkamtib).

selengkapnya MILITERISASI SEJARAH INDONESIA: PERAN NASUTION Oleh Asvi Warman Adam

 

Lima Tonggak Historiografi G30S (1965-2018) – Asvi Warman Adam 

Menggeledah Dua Kitab Resmi Pengkhianatan PKI – Muhidin M Dahlan 

Lima Versi/Tesis pelaku PeristiwaG30S dan Sintesa John Rossa Melalui Buku Dalih Pembunuhan Massal

***

Setting History Straight? Indonesian Historiography in the New Order. MA thesis, Ohio University, 2005 – Sony Karsono.

Politik Sejarah Militer – Evan A. Laksmana kompas.com

 

Nugroho Notosusanto Di Antara Baju Sipil Dan Militer – Peter Kasenda

 

Nugroho Notosusanto, Tulang Punggung Penulisan Sejarah Versi Orba -tirto.id

 

Nugroho Notosusanto: Dari Sejarawan Militer Hingga Aktor Intelektual Rezim Otoritarian Soeharto – Bagas Yusuf Kausan

 

Ramai-Ramai Membunuh Sukarno Lagi dan Lagi – JJ Rizal

*simak tentang epranan Nugroho Notosusanto dalam ulasan JJ Rizal ini

 

 

Kurikulum Orde Baru: Sentralistik, Sesak Doktrin, Miskin Seni – tirto.id

Indoktrinasi Kurikulum 1984: siswa dituntut menghapal kisah pahlawan nasional yang didominasi orang-orang bersenjata.

 

 

van Klinken, Gerry, The Battle for History after Suharto (January 1, 2005). BEGINNING TO REMEMBER: THE PAST IN THE INDONESIAN PRESENT, pp.233-258, Mary S. Zurbuchen, ed., Singapore University Press andUniversity of Washington Press, 2005.

Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=1629770

 

 

Indonesian National History Textbooks after the New Order

What’s New under the Sun?

Agus Suwignyo Gadjah Mada University, Yogyakarta

 

Renewing the New Order?: Public History in Indonesia

PAUL ASHTON, KRESNO BRAHMANTYO AND JAYA KEANEY

 

WHEN MEMORY CHALLENGES HISTORY – Public Contestation of the Past in post-Suharto Indonesia

 

 

 

simak 900 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s