de-Sukarnoisasi : Pergulatan Politik Pancasila, Sukarno Telah Dibunuh Dua Kali. *Sekilas Sejarah (1 Juni Hari Lahir) Pancasila

Melawan Lupa – Hari Hari Terakhir Bung Karno

 

 

Pidato Bung Karno Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni

Pidato Presiden Soekarno tentang Pancasila di sidang Kongres AS dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat tahun 1956.

(dengan subtitle Indonesia)

 

 

ebook Tjamkan Pantja Sila – Sukarno

 

Pancasila tujuannya untuk mempersatukan kaum nasionalis, agamis, komunis, dan sosialis. Itu pahampaham yang dianut masyarakat indonesia untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan

0c

 

 

4f278-the-prison-30x40cm-acrylic-on-paper-2015

modifikasi dari karya Kepak Garuda dan a.iswinarto by Har Wib

 

 

Upaya rekayasa sejarah yang dilakukan pemerintah Orde Baru telah berlangsung sejak awal berdirinya rezim sampai jatuhnya Soeharto. Dalam hal ini Nugroho Notosusanto (dan Pusat Sejarah ABRI) berperan besar. Aspek ini sudah pernah disinggung antara lain dalam disertasi dan artikel Katharine E. McGregor.

Menurut McGregor, terdapat tiga proyek utama Nugroho Notosusanto yaitu 1) Sejarah percobaan kudeta 1965, 2) De-Soekarnoisasi antara lain melalui teori tentang lahirnya Pancasila, 3) Mengangkat citra sejarah militer misalnya melalui Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Ada beberapa catatan yang dapat ditambahkan terhadap tulisan McGregor. Pertama, mengenai sejarah percobaan kudeta 1965, Kate mengatakan bahwa buku 40 Hari Kegagalan ‘G30S’ “mungkin proyek sejarah yang penting yang dibuat oleh Nugroho Notosusanto”. Menurut hemat saya, meskipun tim yang diketuai Nugroho mengerjakan penelitian kilat tersebut, inisiator atau penanggungjawab buku itu adalah Jenderal AH Nasution. Kedua, mengenai de-Soekarnoisasi saya sering mengutip sejarawan Perancis Jacques Leclerc bahwa Soekarno telah dibunuh dua kali (21 Juni 1970 ia wafat setelah sakit dan tidak memperoleh perawatan sebagaimana semestinya serta sejak 1 Juni 1970, peringatan hari lahir Pancasila dilarang oleh Kopkamtib).

selengkapnya MILITERISASI SEJARAH INDONESIA: PERAN NASUTION Oleh Asvi Warman Adam

 

Pergulatan Politik Pancasila – Asvi Warman Adam [2016]

 

 

Ramai-Ramai Membunuh Sukarno Lagi dan Lagi – JJ Rizal 

 

 

 

Upaya Soeharto Mengklaim Pancasila dari Sukarno – Windu Jusuf

 

 

 

1 Juni 1945

Sukarno: Penggali Pancasila yang Dibunuh Lagi Setelah Mati -tirto.id

 

 

“Sejarah Hari Lahir Pancasila – tirto.id

 

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang Pertama – historia

2c882-dsc01304

poster : alit ambara

“Namanya bukan Panca Dharma, tetapi – saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Panca Sila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi. bilangan lima itu?

Saya boleh peras, sehingga tinggal 3 saja. Saudara-saudara tanya kepada saya, apakah “perasan” yang tiga itu? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka, Weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme, kebangsaan dan peri-kemanusiaan, saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme.

Dan demokrasi yang bukan demokrasi barat, tetapi politiek- economische demokratie, yaitu politieke demokrasi dengan sociale rechtvaardigheid, demokrasi dengan kesejahteraan, saya peraskan pula menjadi satu: Inilah yang dulu saya namakan socio-democratie. Tinggal lagi ketuhanan yang menghormati satu sama lain. Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socio-nationalisme, socio-demokratie, dan ketuhanan. Kalau Tuan senang kepada simbolik tiga, ambillah yang tiga ini.

Tetapi barangkali tidak semua Tuan-tuan senang kepada trisila ini, dan minta satu, satu dasar saja? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang satu itu?

Gotong Royong.”

(Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 pada sidang BPUPKI)

selengkapnya

Pidato tak tertulis Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan “Dasar (Beginsel) Negara kita”

 

 

Pidato Sukarno 1 Juni di Sidang BPUPKI (dinarasikan kembali)

 

 

Sejarah Risalah Sidang BPUPKI dan Cara Orba Enyahkan Sukarnoisme -tirto.id 

 

5

poster alit ambara

 

simak pula

Sukarno Files : Di Bawah Bendera Revolusi Online [** dan Ironi Revolusi Yang Memakan Anaknya Sendiri]

Salam Merdeka dan Jasmerah Sukarno : Melawan Lupa dan Memulihkan Nama Baik Sukarno [Kompilasi Pustaka dan Film Dokumenter]

KUDETA SOEHARTO DAN DE-SUKARNOISASI : SUKARNO TELAH DIBUNUH DUA KALI! 

‘Mutilasi’ Marhaenisme : Pembersihan Ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno

SUKARNO, MARXISME dan BAHAYA PEMFOSILAN

Arsip Amanat PJM Presiden/Pidato Sukarno : Dari Peringatan Hari Wanita Internasional 1964, Peringatan Ulang Tahun ke-45 PKI Hingga Perintah Harian Presiden/Mandataris MPRS/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi 8 Maret 1966

 

 

Simak 850 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s