[unduh] Dua Dokumen Kunci ‘Tragedi Mei dan Perkosaan Massal 1998’ : Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998, Laporan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK)

0christina3- - Copy

The mid-May violence in Jakarta and several other cities could best be described as racialized state-terrorism, rather than racially motivated mass riots. Failure to recognize the difference has been alarmingly endemic in media coverage. … Not only can such misleading coverage boost racial antagonism, more seriously it implicitly exonerates the real culprits.

Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.

Atas dasar itu, penggunaan istilah ‘kerusuhan’ yang sudah menjadi umum untuk menggambarkan peristiwa Mei tersebut menjadi layak untuk digugat. Mungkin akan lebih tepat jika peristiwa itu digambarkan sebagai pogrom atau pembantaian. Istilah ‘kerusuhan’ (riot) merujuk pada kekerasan massal dari lapisan bawah terhadap elit di kelas atasnya. Sementara itu, pembantaian dalam pengertian pogrom menunjukkan operasi kekerasan terorganisir dari lapisan atas masyarakat lerhadap massa rakyat.

Heryanto, Ariel (2000) “Perkosaan Mei 1998: Beberapa Pertanyaan Konseptual” dalam Negara dan Kekerasan Terhadap Perempuan, Nur Iman Subono (ed.), Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, hal. 57-97.

TEMUAN TIM GABUNGAN PENCARI FAKTA PERISTIWA KERUSUHAN MEI 1998

Dengan lampiran LAPORAN TIM RELAWAN UNTUK KEMANUSIAAN

 

Seri Dokumen Kunci Komnas Perempuan diluncurkan melalui penerbitan dua laporan resmi yang memaparkan fakta-fakta kerusuhan Mei 1998. Penerbitan ini dilakukan dalamrangka memperingati satu tahun berdirinya Komnas Perempuan (15 Oktober 1998) dan Hari Internasional Kekerasan terhadap Perempuan (25 November).

Laporan dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan tentang kekerasan seksual yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 mengejutkan masyarakat Jakarta dan sekaligus mengundang reaksi keras dari masyarakat. Sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat, pada bulan Juli 1998, pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan tugas menyelidiki kerusuhan Mei, termasuk perkosaan yang terjadi. Langkah ini tek terpisah dari adanya pihak-pihak yang terus meragukan terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.

 

eaee5-271038_cover_ringkasan_eksekutif_hasil_penyelidikan_komnas_ham (1)

BAB 06 PERISTIWA KERUSUHAN MEI 1998 …. 283 — 326

klik  Ringkasan Eksekutif : Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat – Komnas HAM

 

Kekerasan Seksual Mei 98 Berkaitan Dengan Politik

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mempresentasikan catatan Komnas Perempuan mengenai kejahatan kemanusiaan yang terjadi seputar 13-15 Mei 1998 (Diskusi 2016)

 

Laporan Hasil Dokumentasi
Pelapor Khusus Komnas Perempuan tentang Kekerasan Seksual Mei 1998 dan
Dampaknya

Saatnya Meneguhkan Rasa Aman

 

lain-lain

film dokumenter pendek “Jakarta Stock Shot No 7” karya Ronny Poluan, yg telah mendokumentasikan gerakan kemanusiaan Tim Relawan untuk Kemanusia pada masa Tragedi Mei 98 & Tragedi Semanggi 98 di Jkt.

info grafis Kontras

0a

0b

EX-_2gTUcAE_fu3

0c

0christina3-

Ita F. Nadia: “Perkosaan Massal 1998 itu Terjadi” – tirto.id

Pemerkosaan Massal 98 – Keadilan Tak Kunjung Datang Bagi Korban Perkosaan Massal Mei 98 – vice.com

Mohon Izin untuk Membunuh dan Memperkosa!: Bara Mei ’98 dan Kesunyian Setelahnya by Merah Muda Memudar

Opresi Berlapis Perempuan Etnis Tionghoa: Pemerkosaan Massal Terhadap Perempuan Etnis  Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta

CHANDRA LINSA HIKMAWATI

Penelitian ini membahas mengenai pemerkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta. Beberapa studi yang membahas kekerasan terhadap masyarakat Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta sedikit yang menaruh perhatian pada kekerasan terhadap perempuan Tionghoa (misalnya Purdey 2013; Siegel 1998; dan Tadié 2009). Beberapa penulis yang mencoba memberikan perhatian seperti Heryanto (2000) dan Wichelen (2000) masih melihat masalah itu dari satu aspek bahasan seperti kekerasan negara dan gender. Dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pemeriksaan dokumen yang relevan dan studi literatur, penelitian ini berargumen bahwa pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa merupakan peristiwa yang kompleks dan perlu dilihat dengan penjelasan yang lebih dalam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peristiwa tersebut dengan konsep opresi atau kekerasan berlapis dengan menggunakan konsep kekerasan struktural, interseksionalitas, ideologi gender negara, dan pemerkosaan massal. Opresi berlapis terhadap masyarakat Tionghoa melihat bahwa posisi mereka yang kuat secara ekonomi namun lemah secara sosial-politik telah membangun akar sentimen masyarakat pribumi terhadap masyarakat Tionghoa. Situasi tersebut semakin rumit dengan adanya ideologi gender negara serta budaya patriarki masyarakat dalam memandang perempuan (konstruksi sosial keperempuanan sebagai simbol kehormatan dan objektifikasi dari tubuh perempuan).

Simak gagasan Komnas Perempuan dkk untuk Napak
Reformasi yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2013

 

ce51e-00o10christina30000000


[unduh] PANDUAN MEMPERSIAPKAN NAPAK REFORMASI

[unduh] 5 LANGKAH MENYIAPKAN NAPAK REFORMASI

[unduh] PETA SITUS INGATAN

 

“Sejarah Mei ’98, Memorialisasi Dan Napak Reformasi” Diupayakan Masuk KurikulumDi DKI

NAPAK REFORMASI: PEREMPUAN MERAWAT INGATAN MEI ‘98 (Jakarta 2013)

 

0christina300000

simak seri ‘1998’

[unduh] Dokumentasi Peristiwa Reformasi 1998 – Aliansi Jurnalis Independen dan INFID

Bunga Dan Tembok : Hanya Ada Satu Kata Lawan (Kompilasi Dokumentasi Film Perjuangan Melawan Orde Baru – Suharto : Para Pelopor, Peristiwa Mei dan ‘Reformasi’ 1998) 

BUNGA dan TEMBOK. 20 Tahun Soeharto Turun; 20 Tahun Reformasi [Kompilasi Laporan Tirto; Historia, Vice; Beritagar] 

[unduh] Dua Dokuman Kunci ‘Kerusuhan Mei dan Perkosaan Massal 1998’ : Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 dan Laporan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) 

[KOMIK DIGITAL] DI BAWAH BENDERA REFORMASI 1998

Novel Digital The Chinese Whispers  : Luka Kerusuhan Mei 1998, Kesaksian Seorang Perempuan Tionghoa [“Tidak mungkin memulihkan luka yang tidak mau kita akui”]

JAKARTA 2039 ….. 40 TAHUN 9 BULAN SETELAH 13-14 MEI 1998 (Komik dan Pentas Drama) : Monumen Ingatan Kekerasan Rasial Mei 1998 

Kotak Pandora Dokumen Rahasia AS : Kebijakan AS Terhadap Indonesia, Krisis Ekonomi-Politik Indonesia Serta Kejatuhan Suharto  

Melawan Lupa : DAR DER DOR Trisakti 12 Mei 1998 

Melawan Lupa – Jejak Duka Tragedi Semanggi

[Kompilasi Video Dokumenter dan Ebook] Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa : Mereka Yang Dihilangkan, Mereka Yang Dipisahkan #JejakPenghilanganPaksa

[kompilasi] Musik Melawan Lupa : Mereka Yang Dihilangkan, Mereka Yang Dipisahkan (Kasus Penghilangan Paksa – Penculikan Aktivis) 

Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Seri Karya Rupa ‘Tribute to Wiji Thukul’ #HanyaAdaSatuKataLAWAN #HanyaAdaSatuKataHILANG 

Jejak Hitam Rezim Teror dan Penghilangan Paksa Orde Baru Soeharto 

Simak 1000 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Kejahatan Orba dan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s