Mendaki Bukit Usia – Pemuda Rakyat Dalam Tahanan Orde Baru : Kisah ‘Arsiparis’ Lagu-Lagu Tapol ‘65 dan Musisi Penjara Tuba bin Abdul Rochim *

 

dapatkan info buku dan pemesanan disini

 

RESENSI BUKU: Kisah Pak Tuba, Tahanan Pulau Buru yang Terus Bernyanyi – Syarif Maulana

Mendaki Bukit Usia bukan memoar tapol yang membuat kita menangis tersedu sedan atau merasa berat hati saat membacanya. Gairah hidup Pak Tuba tetap menyala-nyala.

 

*Syarif Maulana penulis buku Nasib Manusia : Kisah Awal Uzhara, Eksil di Rusia

 

 

Tuba Menuju Pulau Buangan – Bedjo Untung

 

Saya ditahan sejak 16 November 1965 dan dibebaskan pada 13 November 1979, lama dalam tahanan 14 tahun, tanpa pernah diadili di pengadilan manapun. Tempat-tempat penahanan yang saya singgahi, diantaranya: Polres Brebes, Buterpra/ Koramil Sawah Besar, Kodim Jakarta Utara/Kota, Penjara RTC (Rumah Tahanan Chusus) Salemba, Kamp Kerja Paksa Tangerang, Penjara Permisan Nusakambangan, Limus Buntu Nusakambangan dan Kamp Kerja Paksa Pulau Buru

 

 

Cerita Saksi Hidup, Akibat Kekejaman Pembantaian 1965

Mengenang Kembali Kamp Kerja Paksa di Tanggerang – Berita KBR

Buku Lagu Para Tapol – historia

Tuba bin Abdul Rochim menyimpan buku berisi lagu-lagu yang dibuat para tahanan politik Orde Baru dari penjara ke penjara.

Kisah Cinta di Tepi Sungai Cisadane – historia

Seorang tahanan politik Orde Baru jatuh cinta pada gadis desa. Menjalin kisah di tepi Sungai Cisadane.

tuba-768x306

foto-foto oleh Humas YPKP 65

Walau Sudah Lanjut Usia, Tuba Tetap Meminta Negara Minta Maaf – Berita KBR

simak pula

Jejak Pemuda ‘Revolusioner’ – Kesaksian Penyintas 65 Eks Pemuda Rakyat

 

Simak 1400 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s