Potret Keluarga-keluarga Tapol di Pengasingan Pulau Buru : Berjuang dalam Lingkaran Kekerasan dan Trauma

Sekitar 632 perempuan dan anak-anak dikirim ke Pulau Buru antara tahun 1972-1974. Para perempuan dan anak-anak ini bergabung dengan suami dan ayah mereka untuk tinggal di Pulau Buru. Sekitar 200 keluarga dipaksa untuk tetap tinggal di pulau itu dan mendapatkan tanah untuk membangun rumah dan sebagai lahan pertanian mereka. Banyak dari anak perempuan tapol yang masih muda menikahi teman ayah mereka, tapol yang masih lajang. Militer menyelenggarakan pernikahan massal untuk mereka. Setelah pernikahan massal itu, para pengantin baru dipaksa bersumpah untuk tidak akan pernah meninggalkan Pulau Buru. (hal 82)

 

unduh/simak

KISAH PARA PEREMPUAN PENYINTAS YANG TAK KUNJUNG MERAIH KEADILAN

                                                                                                   

Bab 5: Pulau Buru: Berjuang dalam Lingkaran Kekerasan dan Trauma (hal 78-113)

 

nvy12

simak pula 

Mantan Tapol Yang Bertahan di Pulau Buru : Kisah-kisah Diro Utomo, Yadiono, Gatot Prasono, Rusman, Dariyun, Harto Wiyono, Solihin, Suradi, Hartoyo…..

tentang buru

Kamp Perbudakan Pulau Buru : Nyanyi SunyiSeorang Bisu Buat Tanah Air Beta

Ziarah Sunyi Lukas Tumiso Ke Pulau Pengasingan (37 Tahun Berlalu, Aku Kembali Ke Buru)

Mars Nursmono : Sketsa-sketsa Kamp Konsentrasi Pulau Buru [pameranonline] l Genosida Politik 1965-1966

Gregorius Soeharsojo Goenito : Tiada Jalan Bertabur Bunga (MemoarPulau Buru dalam Sketsa) 

SILENCE AND ABSENCE [Sketsa-sketsa Adrianus Gumelar Demokrasno danGrafic Design Bunga Siahaan] l Genosida Politik 1965-1966 

KERJA PAKSA –‘PERBUDAKAN’ TAPOL 65 DI JAMAN ORDE BARU SUHARTO

simak pula 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s