Tari Topeng Rasinah Indramayu : Sohor Dimasa Revolusi, Tenggelam Paska G30S dan Bangkit Kembali Tahun 1990-an

cover foto : sekedar ilustrasi bukan sketsa Rasinah

IMS – Rasinah, Maestro tari topeng Indonesia

Forever A Pearl (2016)

Pasca peristiwa G30S 1965, hampir semua bentuk kesenian rakyat tiarap. Alasannya kesenian rakyat identik dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang dekat dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Hal ini dirasakan pula oleh kesenian topeng di daerah Cirebon dan Indramayu. Di Cirebon misalnya, kelompok topeng Sumitra yang terkenal dan terlaris di daerah Cirebon timur dilarang pentas oleh penguasa setempat.

“Kami dilarang mengadakan latihan dan manggung. Saya tidak mengerti apa sebabnya, yang jelas larangan ini mematikan sumber kehidupan kelompok kami,” ujar Dewi, penari topeng kelompok Sumitra, seperti dikutip majalah Zaman, Juli 1982.

Bagi Rasinah, peristiwa 1965 memang membawa dampak tersendiri bagi eksistensi kesenian tari topeng di Indramayu.

“Memang peristiwa itu cukup mengguncangkan tari topeng di Indramayu. Ada korban perpolitikan. Seniman tidak tahu menahu. Mereka hanya mengisi acara saat itu. Keluarga kami kebetulan tidak ada yang tercatat di Lekra,” ujar Ade Jayani. Selain masalah G30S, yang membuat kesenian topeng sepi pentas adalah menjamurnya musik dangdut dan tarling.

Selengkapnya Tari Topeng Rasinah Melintasi Sejarah – historia
Sempat sohor saat revolusi, tari topeng Rasinah tenggelam setelah tragedi 1965. Kini, bergeliat kembali.

Memperingati Maestro Tari Topeng Mimi Rasinah – historiaMemperingati Maestro Tari Topeng Mimi Rasinah – historia
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.

Denyut Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah di Desa Pekandangan Indramayu – nationalgeographic.grid.id

Aerli Rasinah, Perjuangan Sang Pewaris Tari Topeng – CNN Indonesia Heroes

 

 

simak 650 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s