Studi Indonesia di Rusia: Sebuah Rumah Sejarah yang Alpa Disinggahi – Alex Supartono & Lisabona Rahman (*berikut film ‘Indonesia di Mata Rusia’ & Kompilasi Eksil 1965 di Rusia]

Ternyata Moskow tak hanya jadi rumah bagi ribuan karya ilmiah tentang Indonesia. Perpustakaan Bahasa dan Sastra Asing di Moskow juga menyimpan terbitan yang dikelola oleh orang-orang Indonesia yang tak bisa pulang (eksil) seperti Tekad Rakyat, Marhaen Menang dan Organisasi Pemuda Indonesia. Majalah bulanan Tekad Rakyat misalnya, tercatat terbit sejak tahun 1966 sampai tahun 1991, dan ini adalah kekayaan sejarah pers Indonesia yang belum pernah disentuh, juga terbitan-terbitan lainnya. Demikian pula karya karya sastra eksil Indonesia yang dihasilkan ditulis di Moskow, seperti karya-karya Utuy Tatang Sontani, Kuslan Budiman dan Rusdi Hermain, masih belum tereksplorasi lebih jauh untuk melengkapi sejarah sastra Indonesia. Selain karya-karyanya, tentu makam Utuy Tatang Sontani merupakan salahsatu ikon penting perjalanan hubungan Indonesia-Rusia. Mungkin karena situasi hubungan Indonesia-Rusia yang tak terlalu erat,makam ini belum juga dikukuhkan menjadi tanda persahabatanIndonesia-Rusia. Setidaknya, kini korps diplomatik Indonesia di Rusia punya tugas baru: menggali lebih lagi karena Rusia merupakan salah satu rumah bagi sejarah Indonesia

 

Unduh Studi Indonesia di Rusia: Sebuah Rumah Sejarah yang Alpa Disinggahi – Alex Supartono & Lisabona Rahman

[KENANGAN] Indonesia di mata Rusia (Uni Sovyet)

Dalam video ini terekam kenangan Prof Ludmila Demidyuk – Universitas Moskow terhadap koleganya Tatang Utuy Sontani 1920-1979; Kenangan Yuri Sholmov Murid Semaun – Konjen pertama Rusia di Indonesia terhadap gurunya Semaun (yang tigapuluh tahun mukim di Rusia) selain tentang Muso, Alimin, Tan Malaka, Darsono (yang dikenalnya saat mereka berkunjung/mukim sementara di Rusia). Yuri juga menceritakan diktat pelajaran Bahasa Indonesia yang disusun oleh Semaun dan Muso; Kenangan Led Dyomin mantan wartawan Pravda yang juga pernah menjadi murid Semaun; Vladilen Vasilievich Sigaev Mantan Juru Bahasa Soekarno mengisahkan kunjungan-kunjungan Sukarno ke Rusia.(dengan koleksi foto-foto eksklusif) dan masih banyak lagi

Kenangan dari Sahabat yang Terlupakan *review film

Hubungan Luar Negeri Uni Sovyet – Indonesia Masa Perang Dingin dan Sikap Uni Sovyet Terhadap G30S (dan Genosida 1965-1966)

KLAYABAN DI NEGERI ASING : kISAH PARA EKSIL 1965 DI UNI SOVYET (RUSIA)

 

 

Utuy T. Sontani :Raksasa DramaturgTerbesar di Masanya*, Klayaban (Eksil) di Rusia

simak pustaka eksil selengkapnya

Klayaban di Negeri Asing – Kompilasi Kisah-kisah Para Eksil 1965 

 

 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s