Praktek Penyiksaan Sistimatis Selama Penahanan Massal 1965-1966 dan Penanganan Tapol

* petikan Putusan Akhir Majelis Hakim IPT 1965

  1. d) Penyiksaan

Jaksa penuntut menjelaskan bukti-bukti adanya penyiksaan yang dialami oleh para tahanan (secara tertulis dan verbal). Dakwaannya sebagai berikut:

Kelompok militer Indonesia melakukan penyiksaan. Dalam banyak kasus, penyiksaan ini menyebabkan kematian. Selain itu, kematian juga disebabkan karena luka-luka akibat siksaan yang tidak diobati.

Penyiksaan terjadi di berbagai lokasi dan dilakukan secara sistematis. Para peneliti IPT 1965 mendokumentasikan 235 korban penyiksaan. Sekitar 173 korban penyiksaan diwajibkan lapor ke otoritas setempat setiap harinya, bahkan sampai mereka dibebaskan pun, mereka tetap harus wajib lapor.

 Penyiksaan yang terjadi mencakup:

  1. bagian tubuh terbakar,
  2. setruman listrik,
  3. berbagai bentuk siksaan air,
  4. pelecehan seksual,
  5. pencabutan kuku jari,
  6. paksaan minum urin para prajurit,
  7. gesekan cabai di mata korban,
  8. memasukan korban di karung bersama ular,
  9. pemotongan telinga korban dan memaksa mereka untuk memakannya.

 Dua orang saksi, Bapak Muhammad Pakasi (nama samaran) dan Bapak Martin Aleida, memberikan kesaksian selama pengadilan rakyat berlangsung. Berdasarkan pengalaman pribadi, mereka menuturkan tentang penyiksaan, ancaman penyiksaan, menyaksian penyiksaan, dan kesaksian karena mendengarkan jeritan akibat siksaan, serta melihat luka-luka akibat penyiksaan.

 Dalam laporannya, Komnas HAM menuliskan detail penyiksaan yang terjadi di beberapa lokasi penelitian, termasuk rumah tahanan di Jalan Gandhi – Sumatra Utara, POMDAM (sebuah institusi militer), kantor-kantor polisi, kantor imigrasi, rumah-rumah keturunan Cina, penjara Pekabingan, Kalong (Jalan Gunung Sahari), Gang Buntu (Kebayoran), sebuah gedung di Jalan Latuharhari, rumah orang Cina di Jalan Melati Denpasar, sekolah di Jalan Sawahan Malang, Sekolah Manchung di Jalan Nusakambangan Malang, penjara militer, Budi Utomo, dan Budi Kemulyaan.

 IPT juga menerima laporan bersama dari Asia Justice and Rights (AJAR), KontraS, SKP-HAM Palu, ELSAM, KIPPER, LAPPAN dan JPIT. Laporan ini berjudul “Widespread and Sytematic Commission of Arbitrary Detention, Torture & llI-Treatment During the Violence around the 1965 atrocities in Indonesia” (Komisi penyebaran dan sistematik terhadap penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan perlakuan terhadap korban yang sakit selama kekerasan dan kejahatan sekitar tahun 1965 di Indonesia). Dalam laporan ini dinyatakan ada 296 korban penyiksaan, 240 laki-laki dan 56 perempuan. Pelaku kejahatan adalah orang militer (240), polisi (51), jaksa penuntut (3), dan penduduk sipil (32).

Pertimbangan hukum

Sebelum Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment diresmikan tahun 1984, dan diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia pada 28 september 1998, penyiksaan dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan dalam hukum internasional kebiasaan.

 Selain dalam hukum internasional dan hukum kebiasaan internasional, larangan terhadap penyiksaan sudah ada dalam hukum Indonesia yaitu Konstitusi Indonesia artikel 28G (2) “Setiap orang berhak untuk memiliki kebebasan dari penyiksaan atau tidakan tidak berperikemanusiaan dan tindakan yang merendahkan, dan berhak untuk mencari suaka di negara lain”; Hukum no. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia artikel 33 (1) “Setiap orang berhak memiliki kebebasan dari penyiksaan, kekejaman atau tindakan tidak berperikemanusiaan dan hukuman/perlakuan yang merendahkan”. Hukum No. 26/2000 artikel 9 (f) Pengadilan Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa penyiksaan adalah tindakan kejahatan yang harus diadili (lihat artikel 43).

selengkapnya Putusan Akhir Majelis Hakim IPT 1965 https://www.tribunal1965.org/putusan-akhir-majelis-hakim-ipt-1965/

 

Info Grafis  10 Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida Dalam Peristiwa 1965-1966 [Vonis Majelis Hakim Sidang Rakyat Internasional 1965] 

 

45127816_10215514341305917_8077536330638163968_n

 

periksa pula

Ringkasan Eksekutif Hasil Penyelidikan Tim Ad Hoc PenyelidikanPelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

 

 

[unduh] MASIH DISANGKAL: Hak atas Rehabilitasi bagi Korban Penyiksaan Selama Penahanan Masal tahun 1965 di Indonesia

 Kepada: Mr. Juan Mendez Pelapor Khusus PBB untuk Penyiksaan, dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Jenewa, Swiss

 

AJAR: Asia Justice and Rights; KontraS: Commission on the Disappeared and Victims of Violence; SKP HAM Sulawesi Tengah: Solidarity for Human Rights Victims of Central Sulawesi; ELSAM: Institute for Policy Research and Advocacy; KIPPER: Women’s Progress (Association of 1965 Women Survivors in Yogyakarta, Central Java); LAPPAN: Women’s Empowerment Circle (Ambon, Maluku); JPIT: Women’s Research Network of Eastern Indonesia (Kupang, East Nusa Tenggara) 2016

 

**********

tawaran gagasan memandang Kekerasan Seksual sebagai bentuk Penyiksaan Berbasis Jender

Sexual Violence as Torture* : Crimes against Humanity during the 1965–66 Killings in Indonesia – AnniePohlman *penyiksaan

 

 

Periksa pula Laporan Pemantauan Ham Perempuan: Kejahatan TerhadapKemanusiaan Berbasis Jender — Mendengarkan Suara Perempuan Korban Peristiwa1965. Jakarta: Komnas Perempuan, 2007

Putusan Sidang IPT 1965 Terkait Kekerasan Seksual Yang Sistemik Dalam Genosida 1965-1966

IPT 1965, Kesaksian Kingkin Rahayu : KekerasanSeksual dan Keterlibatan Akademisi UGM Dalam Penyiksaan / Genosida Politik 1965 

 

Rekaman Video Kesaksian Kingkin Rahayu (Nama Samaran)

Kesaksian Ibu Kingkin Rahayu di Tribunal Rakyat Internasional
1965 (IPT 1965) di Den Haag

 

 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s