Karya Rupa dan Film Tugas Akhir Perkuliahan S1 : Jejak Blitar Selatan, Koblen, Gerwani, Tragedi Lemah Abang Hingga Rancangan Pusat Dokumentasi 1965

SENI RUPA –DISAIN GRAFIS

Rista Dwi Irawan

PERANCANGAN BUKU JEJAK PERISTIWA BLITAR SELATAN TAHUN 1967-1968

Rista Dwi Irawan, Obed Bima Wicandra, Asthararianty

Blitar mempunyai beragam budaya, sejarah, wisata dan beberapa nama julukan, antara lain adalah kota PETA (Pembela Tanah Air) atau Kota Patria. Sebuah kota atau wilayah mempunyai berbagai macam sejarah yang membentuk Kota tersebut berbeda dengan yang lainnya. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang meninggalkan jejak peristiwa seperti tempat perkara, dan juga sesuatu berkaitan erat yang dapat mempengaruhi sudut pandang, psikologis dan mental pada kehidupan sekarang ini. Salah satu sejarah yang cukup fenomenal sampai sekarang di Kota Blitar adalah peristiwa penumpasan anggota-anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di Blitar Selatan sebagai dampak dari pembasmian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca G30S tahun 1965 dan 1968. Peristiwa tersebut berlangsung di tempat yang sebagian besar terdiri dari perbukitan, hutan dan pantai. Buku ini sebagai wujud untuk mengisi kekosongan penelitian yang selama ini berfokus di wilayah Jakarta dan sekitarnya, maupun di basis-basis Partai Komunis Indonesia (PKI) tetapi jarang ada yang mengangkat di daerah Blitar Selatan. juga sebagai dokumentasi untuk para tokoh yang pernah mengalami tragedi tersebut, agar apa yang pernah terjadi di masa itu tidak hilang oleh waktu.

14064141_318462261832083_811702096693280580_n

Simak selengkapnya Jejak Merah di Blitar Selatan – Rista Dwi Irawan  

Maharani Mancanegara

Soegriwo Joedodiwirjo

Pengalaman hidup yang dialami oleh Soegriwo Joedodiwirjo menginspirasi cucunya Maharani Mancanegara untuk menjadikannya tema tugas akhir kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ITB. Kemudian Maharani mengggarap pula Seni Instalasi Parodi PartikelirPenjara Koblen.

 

53048609_10215390709338881_3623682126886469632_n

selengkapnya Kenangan, Ingatan dan Rekonstruksi Memori Keluarga, Karya Rupa Maharani Mancanegara (Interupsi Dalam Sejarah; Parodi Partikelir Penjara Koblen)

 

 

Irvine Prosilia

 

Sejarah yang Menumbalkan Bangsanya Sendiri by Irvine Prisilia 

 

66467126_10219426885493540_7661417595236515840_n

 

FILM

 

Arifin

ulasan dan film selengkapnya

Film Sejarah Pendek : Tragedi Kali Abang (*Kala Sinema Ikut Melawan Represi Agraria)  

 

tragedi kali abang

 

Fauzi Rahmadani

NYALA: Sebuah Kisah Semangat Yang Tak Padam – terbit.co

 

Dramatis! Nyala; Kisah Dua Penyintas Lolos Dari Tragedi Genosida 1965 – radarbali

 

Nyala, Nyanyian Yang Tak Lampus Salah Satu Film Indonesia Terbaik 2018 Pilihan  Warning Magazine

Disain Interior

Feysa Poetry

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT DOKUMENTASI SEJARAH 1965: TITIK KULMINASI (kertas kerja/studi)

unduh/klik disini 

 

Memorial merupakan objek yang diperuntukkan sebagai pengingat akan manusia yang wafat atau peristiwa yang telah lewat. Dalam konteks arsitektur, memorial merujuk pada fasilitas museum yang bertujuan menghormati tokoh atau peristiwa bersejarah lewat konservasi. Pusat dokumentasi dirasa sebagai fasilitas paling mumpuni untuk menyampaikan bagian sejarah ini, yaitu pembantaian terhadap kaum komunis di tahun 1965. Di dalam sisi interior, perancangan ini membutuhkan kejelian untuk menafsirkan materi-materi vulgar yang penuh kekerasan menjadi sesuatu yang emosional dan menyentuh. Pengamalan studi gubahan ruang banyak dipakai dalam proyek ini. Tujuannya adalah menciptakan atmosfir yang sesuai dengan materi pamer, sehingga pengunjung dapat berdialog dengan ruangan tersebut hingga tercapai sebuah emosi yang dimaksudkan.

 

1 (1)

 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s