Amanat Konstitusi Yang Terpenggal : UUPA, Landreform, Gerakan Tani dan Genosida Politik 1965-1966

 
 
“Pada 1965 terjadi huru-hara politik di tingkat nasional dan pembantaian rakyat di pedesaan-pedesaan, sesuatu yang kemudian membuat semua usaha mewujudkan landreform itu berhenti,” tulis Nashih Luthfi.
Pemerintahan Soeharto menjungkibalikkan proses reforma agraria dan mencap segala kegiatan yang berkaitan dengan UUPA sebagai hantu komunis. Pada 1967 lahir UU Penanaman Modal Asing, UU Pokok Kehutanan, dan UU Pertambangan, yang bertentangan dengan UUPA. “Jiwa UU Agraria kolonial 1870 seolah menjelma kembali pada periode ini yang kemudian menimbulkan banyak konflik agraria sehingga semakin memperkelam sejarah agraria di Indonesia,” tulis Gunawan Wiradi.
…………………….
UUPA sendiri, sejak 1965 hingga sekarang, “dipeti-eskan”. Berbagai kebijakan negara yang lahir kemudian bertentangan dengannya, sehingga konflik agraria semakin mencuat.
DIPETIK DARI REFORMA AGRARIA
SELENGKAPNYA 
HTTP://HISTORIA.ID/MODERN/REFORMA-AGRARIA
simak juga seri bacaan

Mem PKI-kan Petani, Menjarah Tanah :Kekerasan dan Perampasan Tanah Pasca (Genosida) 1965 

 Berjuang untuk Tanah oleh Dianto Bachriadi adalah salah satu pengantar untuk buku Sejarah Gerakan Kiri untuk Pemula – Ultimus 2016
 16650366_1459107667463868_2109990890_n
16507747_1459107794130522_1579846251_n
16522980_1459107864130515_1625907984_n
16522837_1459108000797168_1619618910_n
16559061_1459108084130493_1114872119_n

terutama bab Feodalisme, Kolonialisme dan Nasib Petani; Pembaruan Agraria; Dinamika Populisme Pengalaman Orde Lama; Penghancuran Populisme, Kebangkitan Otoritarianisme dan Pembangunan Kapitalisme : Pengalaman Orde Baru
 
terutama bab mengenai Landreform Dari Dekolonisasi Hingga Demokrasi Terpimpin, Kebangkitan dan Kejatuhan Landreform 1960-1965, Rejim Otoriter Suharto dan Paradigma-Paradigma Ekonomi Yang Bersaing
 
terutama bab Dinamika Politik Nasional di Era 1960-an dan Dampaknya di Desa Ngandagan, Landreform Lokal ala Ngandagan : Inovasi Sosialisme Yang Terpangkas

Kronik Agraria Indonesia

Remembering the Indonesian Peasants’ Front and Plantation Workers’ Union (1945–1966) ben white pdf

Peasant Mobilization and Land Reform in Indonesia – Gerrit Huizer

Genjer-genjer : Nyanyian Kaum TaniYang Dibungkam! Apinya Tak kan Padam!

Gerwani dan Aksi Ganyang ‘Tujuh Setan Desa’

Menautkan Tani dan Tragedi – Kalamkopi

Narasi September – Sicilia Sirhandinatha

HTTPS://MEDIUM.COM/INGAT-65/NARASI-SEPTEMBER-FBAA861933C5#.VC5HHQKWY

kumpulan puisi

AGAM WISPI
MATINYA SEORANG PETANI
(BUAT L. DARMAN TAMBUNAN)
1
DEPAN KANTOR TUAN BUPATI
TERSUNGKUR SEORANG PETANI
KARENA TANAH
KARENA TANAH
 
DALAM KANTOR BARISAN TANI
SILAPAR MARAH
KARENA DARAH
KARENA DARAH
 
TANAH DAN DARAH
MEMUTAR SEJARAH
DARI SINI NYALA API
DARI SINI DAMAI ABADI
2
DIA JATUH
RUBUH
SATU PELURU
DALAM KEPALA
INGATANNYA MELAYANG
DIDAKAP SIKSA
TAPI SIKSA CUMA
DAPAT BANGKAINYA
 
INGATANNYA KE JAMAN-MUDA
DAN ANAKNYA YANG JADI TENTARA
—AH, SIAPA KASI MAKAN MEREKA?—
ISTERIKU, SIANGI PADI
BIAR MENGAMUK PADA TANGKAINYA
KASIHI MEREKA
KASIHI MEREKA
KAWANKAWAN KITA
SURAM
PADAM
DAN HITAM
SEPERTI MALAM
 
3
MEREKA BERKATA
YANG BERKUASA
TAPI MEMBUNUH RAKYATNYA
MESTI TURUN TAHTA
 
4
PADI BUNTING BERTAHAN
DALAM ANGIN
SUARA LOLIOK* DISAYUP GUBUK
MENGHIRUP HIDUP
PADI BUNTING
MENARI DENGAN ANGIN
 
ALA, WANITA BERANI JALAN TELANJANG
DI SICANGGANG, DI SICANGGANG
DI MANA CANGKUL DAN PADI DIMUSNAHKAN
 
MEREKA YANG BERUMAH PENJARA
BAYI DI GENDONGAN
JUGA TAHU ARTI SIKSA
 
MEREKA BERKATA
YANG BERKUASA
TAPI MERAMPAS RAKYATNYA
MESTI TURUN TAHTA
SEBELUM DIPAKSA
 
JIKA DATANG TRAKTOR
BIKIN GUBUK HANCUR
TIAP PINTU KITA GEDOR
KITA GEDOR.
 
* LOLIOK IALAH SULING DARI BATANG PADI DALAM SEBUTAN KANAK-KANAK.
  1. ANANTAGUNA
DI TANAH TAK PERNAH MENYERAH
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
SEMUA SAMA
WANITA TANI
DAN LAKI-LAKI
DI TENGAH SAWAH
MEMBELA TANAH.
DI TANAH PADIPADI SEMI
JAGUNG MENARI
KETELA MENGHIJAU BUMI
DAN SEJAK PAGI
SAMPAI SENJA PERGI
SEMI ADALAH HATINYA
TANAH ADALAH HATINYA.
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
SEMUA SAMA
WANITA DAN LAKI-LAKI
SEMUA PETANI
DEMI TANAH—MEREKA MATI
DEMI TANAH—REVOLUSI.
DI TANAH MEREKA LAHIR
DI LUMPUR MEREKA BESAR
JIKA DARAH MENGALIR
JANGAN TANYA DIK MANA YANG BENAR
JIKA MENTARI DARI TIMUR
ITULAH PETANI
JIKA OMBAK DI LAUT
ITULAH PETANI
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
SEMUA CINTA MERDEKA
SEMUA PETANI
MEMBELA REVOLUSI
KARENA TANAH DI HATI
KARENA TANAH DEMOKRASI.
 
II
JIKA MALAM ADA KECAPI
GENDANG MENGGANGGANG MEMECAH SEPI
LAGU KINANTI
ATAU PANGKUR PALARAN
PERLAHANLAHAN
MEMIJITI CAPE DI BADAN
AH DIK, HANYA ITU MEREKA PUNYA
HANYA ITU DARI MERDEKA
PELUH YANG LAPAR
SEHELAI KAIN YANG PUDAR
SEPOTONG CELANA KERJA DI LUMPUR
DAN UNTUK TIDUR
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
SEMUA SAMA
MEREKA PETANI
DEMI TANAH DITEMBAKI
DI HATINYA REVOLUSI
TANPA RESEPSI
TANPA KORUPSI
DIKHIANATI.
JIKA DI KOTA BURUH TUMBUH
DI DESA MEREKA TEGUH
MENAHAN ZAMANNYA
DI TANAH DIBELA
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
DI MANAMANA SAMA
WANITA DAN LAKILAKI
SEMUA PETANI
DITEMPA API
MELAWAN MATI
DITEMPA CINTA BUMI
DICAMBUK PENGKHIANATAN REVOLUSI
DAN MEREKA AKAN BILANG
MENGUCAP DENGAN TENANG:
MATAHARI ADALAH MATAHARI
REVOLUSI ADA REVOLUSI
DEMOKRASI ADALAH DEMOKRASI
DAN TANAH UNTUK PETANI.
III
TAK USAH KUSEBUTKAN TEMPATNYA, DIK
SEMUA SAMA
KARENA TANAH TERCINTA
HIDUP TERCINTA
REVOLUSI INI AKAN MATI TANPA NASI
MERDEKA INI AKAN MAMPUS TANPA PETANI
DAN MEREKA TAK MAU KEMATIAN KEMERDEKAAN
TIDAK MEMBOLEHKAN REVOLUSI MATI
TIDAK DISERAHKAN
SETETES DARAH DEMOKRASI
KARENA DEMOKRASI ITU HATI SENDIRI
KARENA KEMERDEKAAN DIBAYAR DARAH PETANI.
 
IV
TAK USAH KUSEBUTKAN MAKNANYA, DIK
TANAH
MARAH
DARAH
REBAH
PETANI DITEMBAKI
REVOLUSI DIKORUPSI
PROVOKASI BIAR MIMPI.
REVOLUSI INI
MEMBESARKAN KAUM TANI, DIK
BUKAN KANAKKANAK LAGI
UNTUK MELIHAT
DENGAN DARAH RAKYAT
MENIKMATI TANDA PANGKAT.
 
TAK USAH KUSEBUTKAN MAKNANYA, DIK
TRAKTOR
PELOR
BERHADAPAN DENGAN OBOR
TAHI TAK PERNAH KENDOR.
REVOLUSI INI
MEMBESARKAN KAUM TANI, DIK
MESKI DISUMBAT MULUTNYA
KULIHAT DENGAN MATA
JIKA DITUTUP MATA
DAN TELINGA
HATIKU TETAP MENDENGAR
KARENA DENYUT SAMA LAPAR
SAMA CINTA
DIBERI BERITA OLEH SENJA.
 
V
TAK USAH KUSEBUTKAN NAMANYA, DIK
MEREKA SEMUA SAMA
BICARA DENGAN HATI
REVOLUSI TAK BOLEH MATI
MERDEKA TAK BOLEH MATI
BIAR TUANTUAN MENGGANTUNG DIRI!
DAN DI DALAM PANAS
MENJILAT PELUH
MERASA HATI KERAS
DI DADA YANG PENUH
AH DIK, SEPERTI SEORANG IBU—
MEREKA BILANG PADAKU:
YANG DILAHIRKAN REVOLUSI
AKAN MELAHIRKAN REVOLUSI!
(SURABAYA, 1961)
  1. ANANTAGUNA
YANG MEMPERTAHANKAN TANAH
 
DI TEMPAT KERINGAT TERTUMPAH
KAUM TANI MEMBELA TANAH
STOP! PADI INI API NYAWAKU
JAGUNG INI DARAH JANTUNGKU
DI INI NEGRI MERDEKA DIUCAPKAN
DI INI BUMI DEMOKRASI DIPERTAHANKAN
SIAPA KAU!
KENALLAH AKU, LEBIH TEGUH DARI TRAKTOR
KENALLAH AKU, LEBIH BAJA DARI PELOR.
 
DI TEMPAT KERINGAT TERTUMPAH
DARAH PETANI MENYIRAM TANAH
STOP! SIAPA BILANG MERDEKA MENEMBAK
AKU YANG MATI HATI TEGAK!
 
SOBRON AIDIT
BAJAK UNTUK PETANI
APAKAH YANG LEBIH INDAH DI DUNIA INI
SELAIN MEMPERTAHANKAN TANAH KEPUNYAAN SENDIRI?
KALIAN BERJUANG UNTUK MAKAN
DI KAMPUNG HALAMAN
KAMPUNG YANG TERASING OLEH TANGAN-TANGAN LAKNAT
TAPI BETAPA DI HATI MELEKAT ERAT.
KALIAN GEMETAR DAN LAPAR
DI BUMI YANG SUBUR, DI TENGAH YANG MAKMUR
BETAPA TINGGI PERBEDAAN KEHIDUPAN
DI TANAH AIR TERCINTA YANG DIAGUNGKAN.
BINTANG-BINTANG DI PUNDAK SEMAKIN MENINGGI
DI TENGAH BANJIR AIRMATA DAN DARAH
ANTARA DUA PAHLAWAN:
SATU PAHLAWAN PENGKHIANAT
SATU PAHLAWAN RAKYAT.
DAN KAMI BARISAN PENYAIR
TEGAK SIAP PADA YANG BENAR
DI BARISAN YANG TERHINA DAN LAPAR.
 
(23 NOVEMBER 1961)
  1. BANDAHARO
AYUNAN CANGKUL UNTUK BAPAK
 
KAMI INI SUDAH MATI, PAK
KAMI MATI OLEH PELURU-PELURU YANG KAMI BIAYAI;
KAMI MATI MEMPERTAHANKAN AYUNAN CANGKUL
MANA ADA AYUNAN CANGKUL TANPA TANAH;
 
KAMI PUN MATI MEMPERTAHANKAN TANAH
DERMO, TERMO DI TANJUNGMORAWA
KARTOSEMTOMO DI BINJAI
DI MANA SAJA DI SELURUH TANAHAIR
DI MANA SAJA DI SELURUH DUNIA
DI MANA KERJA BELUM DIBEBASKAN;
 
KAMI LAHIR BERSAMA AYUNAN CANGKUL
KAMI BONGKAK KARENA AYUNAN CANGKUL
KAMI KELUARMASUK PENJARA
KAMI DIUSIR, TANAMAN KAMI DITRAKTOR
KAMI DIPINDAHKAN KE TANAH GERSANG
KAMI DITEMPATKAN DI RAWA-RAWA
DI ANDARASE, DI TANJUNGMARAHE, DI SIBONGKOK,
DI SIJANGGANG; DI SIJANGGANG,
DI MANA SAJA DI SELURUH TANAHAIR
DI MANA SAJA DI SELURUH DUNIA
DI MANA SAJA KERJA BELUM DIBEBASKAN;
 
KAMI MATI MEMPERTAHANKAN TANAH
KAMI KEMBALI KEPADA TANAH
MENJADI TANAH;
MAKANYA KAMI TIDAK MATI-MATI
PADA SETIAP AYUNAN CANGKUL
DI SELURUH TANAHAIR;
PADA SETIAP AYUNAN CANGKUL KAMI HADIR
KAMI, HADIR, PAK
 
(MEDAN, 1-1-1961)

video dan teks terkait

1965 : Merampas Tanah dan ‘Mem-PKI-kan’ Petani Sambirejo
*Video berikut menceritakan sejarah konflik lahan yang terjadi di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang telah berlangsung mulai dari tahun 1965 hingga sekarang (dokumentasi 2013)

Perjuangan Petani Sambirejo: Kembalikan Tanah Kami!

Kisah terkait : Sejarah Tanah Di Sambirejo

HTTP://ATMA-SOLO.BLOGSPOT.CO.ID/

 

Luka di Tanah Merah 

Bowo Leksono|dokumenter|2016|20’00”|
AJI Kota Purwokerto, CLC Purbalingga, dan STaM Sejumlah wartawan menelusur wilayah konflik tanah di Cilacap Barat. Lewat tokoh pejuang tani, Petrus Sugeng, mereka mendatangi dan menggali data para pejuang tani lain yang tanah leluhurnya dirampas Negara sejak puluhan tahun silam. Terkuak, peristiwa perampasan tersebut bagian dari rangkaian sejarah penumpasan pemberontakan dengan petani sebagai korban hingga hari ini.

Kisah terkait : Lubang-lubang di Singaranting – beritagar

Ordinary Citizen (Wong Tjilik)

The inflation in 1965 caused a high increase in prices. In the middle of his paddy field, Untung, who is worrying about the price increase, is visited by Kino. Kino’s presence changed the atmosphere. Cheap rice seeds sold by a farming organization traps them in the middle of an ideology conflict.

https://www.viddsee.com/video/ordinary-citizen/srr9p

 

 
Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Bookmark and Share

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s