Hersri Setiawan : Debu Sejarah Penyeru Pemerdekaan dari Kebodohan dan Rasa Takut l Genosida Politik 1965-1966

 

“…tidak tahu, tidak mau tahu, pura-pura tidak tahu atau – inilah yang tragis – takut untuk tahu..
Peristiwa G30S adalah peristiwa politik. Ia berdampak hebat pada seluruh segi kehidupan bangsa. Tetapi yang paling tragis, lebih tragis dari peristiwanya sendiri, adalah dampaknya di bidang kebudayaan. Proklamasi Kemerdekaan 1945 bukan sekadar pemerdekaan politik. Tapi juga seruan pemerdekaan kebudayaan. Pemerdekaan dari kebodohan. Pemerdekaan dari rasa takut” (Hersri Setiawan, Memoar Pulau Buru hal 9-10)
“Alat pendengaran saya di telinga hanya tinggal satu. Bahkan, paru-paru saya tinggal separuh,”
‘You can see for yourself.  A cell without a light, and nothing to sleep on.  I’m even forbidden to make contact with my family and ask them for a sleeping-mat or a tooth­brush. I’m being kept in strict isolation… As far as I know, only dead people are kept in isolation. The homeless, living on the streets, need something to sleep on even if it’s nothing more than  a sheet of newspaper.’
Selengkapnya Keeping your head
di tengah horor dan tragedi
aku, kakekmu, ingin kembali
pada diriku
debu sejarah

dan sebagai debu sejarah

kuikuti bayangan matahari

bukan demi rembulan saja

tapi juga lembah gunung dan hutan

yang mustahil aku hindari

kuikuti bayangan angin

bukan demi derai sayapnya saja

tapi juga arus musim dan badai

yang mustahil aku hindari

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (part.I)
Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (part.II)

 

Art and Entertainment in the New Order’s Jails

 

 

Untitled

 

Kumpulan Artikel [Bagian 1]

 

 
Debat di Kamsing – Seni dan Hiburan Racun?
—————————————————————————————————————————-
 
 
 
 —————————————————————————————————————————-
  
 
 
(kisah lahirnya himne “Bagimu Neg’ri” dan kroncong “Serenade”)
 
 
  1. M. Kartosuwiryo, Orang Seiring Bertukar jalan – Hersri S dan Joebaar Ajoeb
 
Untuk Aini Patria dan Robert Nio
 
 

 

Kumpulan Artikel [Bagian 2]

 

 
 
Bohemianisme – Gelandanganisme
 
 
 
 
kenangan satu untuk basuki effendi
 
kenangan dua untuk basuki effendi
 
kenangan tiga untuk basuki effendi
Untuk Basuki Effendy, Lie Bok Hoo, Cak Buang dan Martin Lapanguli
Suparjo P.A. kawan satu barak Unit XIV Bantalareja Pulau Buru
 beberapa buku Hersri Setiawan

 

 

 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Bookmark and Share

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Bookmark and Share

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s