Ode Untuk Eyang Sri Sulistyawati, Sang Pemenang Kehidupan : “…dan tak pernah kudengar kata-kata lirih semuanya berapi”** #Penyintas65

 Aksi Kamisan 500 Eyang Sri Memimpin Menyanyikan “Halo-Halo Bandung”
 Kematiannya adalah duka yang mendalam sekaligus keprihatinan karena namanya belum direhabilitasi sampai ajal menjemputnya. Padahal keinginan korban cuma satu: sebelum meninggal, mereka ingin nama dibersihkan. Supaya apa? “Supaya nanti kalau saya meninggal, saya bisa mengatakan kepada orang tua saya, bahwa saya bukan orang jahat, nama saya sudah dibersihkan negara.” Begitulah kira-kira. Sampai jumpa eyang, salam rindu.
(Febriana Firdaus)
 
Setiap aku bertemu kau, Eyang,
aku seperti dirasuki disiplin
kau, Eyang,
dan tak pernah kudengar kata-kata
lirih
semuanya berapi
dan aku dirasuki:
setiap aku disiplin
aku mengingat kau, Eyang.
Apalagi bila aku mengingat kau
dan tahun 1965.
Kita akan lama tak bertemu
bahagia lah, Eyang.
(Danial Indrakusuma)

 

 

 
Semoga Allah menerimanya dalam kebesaran seorang wanita pejuang. Amin… Saya mengenalnya sebagai Sri Katno, sama-sama sebagai wartawan meliput kegiatan Presiden Sukarno. Tragis, kalau kukenang. Aksi kamisan dia ikut berjemur bersama korban menuntut keadilan kepada kepala negara hanya sekitar 100 meter jauhnya dari tangga di mana dulu kami sebagai wartawan menunggu siapa saja yang baru berjumpa dengan Bung Karno. Saya teringat wartawan lain, seperti Zaidin Wahab, Sugiarto Sriwibowo, Oey Hong Jin, Syafii, Wahjudi, Sugianto, dan lain-lain yang saya tak tahu mereka sudah sampai ke mana … Masih kuat dalam ingatan saya bagaimana kedekatan Sri dengan Bung Karno, Subandrio, Chaerul Saleh, Achmadi yang membuat kami wartawan dengan hangat bisa memetik keterangan sambil bercengkerama. Suaminya Sukatno, ketua Pemuda Rakyat, organisasi yang dinista distigmatisasi dituduh terlibat G30S sama nasibnya dengan Gerwani. Katno dimahkamah militerkan dan dinyatakan terlibat dan dieksekusi tanpa mempedulikan kutukan dunia internasional. Sri adalah wartawan tetapi generasi kini hanya mengenalnya dalam aktivisme di jalan dan ruang pertemuan. Dalam benak saya yang terlalu mendesak, saya bayangkan dia menulis sesuatu, entah apa itu, sebagai kesaksian dari zaman kegelapan peradaban kita. Tidak dibawa ke dalam kubur, memberikan kesempatan militerisme menari tanpa karcis. Ya dalam bayangan saya. Jika Sri tidak menulis, sejarah akan mengangkat penanya sendiri untuk mencatat dengan caranya sendiri supaya anak-cucunya Sri terhindar dari ketidakadilan yang telah dilaluinya dengan berani. Selamat jalan, Sri …
(Martin Aleida)
 

 

 
foto sorge

 

 [ REST IN POWER ] 

Eyang Sri Sulistyawati, seorang Jurnalis Istana Negara yang menjadi tahanan politik peristiwa 1965-1966 telah berpulang ke tempatNya. Satu lagi saksi sejarah telah meninggalkan kita semua disaat Negara belum mempertanggungjawabkan kesalahannya. 

(Kontras)

 

Ode Untuk Eyang Sri #Ingat65

Sejarah bisa ditulis oleh pemenang, dalam hal ini Orde Baru, tapi sejarah akan menemukan jalannya sendiri lewat membaca buku, pengalaman, atau sosok-sosok seperti Eyang Sri.

 

Kisah Wartawati Kesayangan BungKarno – detik

 

Gerwani, Srikandi yang DitumpasOrde Baru – cnn indonesia

 

Sri Sulistyawati, 11 tahunmelewati senyap di penjara – rappler


Kisah Perjuangan Wartawati Era Orde Baru yang Dituduh PKI -idntimes

Puluhan tahun ia merasa hidupseperti di planet lain 
Eyang Sri, Usia 76 Tapi Tetap Semangat Suarakan Hak Perempuan – detik

 

Sehari Bersama Eyang Lestari dan Eyang Sri di Panti Jompo Waluyo Sejati Abadi

 

simak perbincangan sorge dengan

Eyang Sri ‘Lurah’ dan Penghuni Panti Jompo Waluya Sejati Abadi

(sorgemagazine hal 16 -31)

 

 

 

 

 

 
Poster Komunal Stensil 
 

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
 
.

 






foto by dhyta c





simak 950 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s