Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Seri Karya Rupa ‘Tribute to Wiji Thukul’ #HanyaAdaSatuKataLAWAN #HanyaAdaSatuKataHILANG

Hanya satu kata, lawan! Kalimat pendek itu lebih dikenali ketimbang Wiji Thukul, penyair yang menuliskan puisi perlawanan tersebut. Hanya sata kata, lawan! telah menjadi semacam roh bagi kebangkitan jiwa-jiwa yang mencoba menemukan kembali jati dirinya, yaitu sebuah kekuatan melawan rezim otoritarianisme. Ia telah menemukan api bagi sebuah simbol perlawanan (Munir)

Membaca puisi Wiji Thukul adalah membaca otobiografi kejiwaan penyair. Dia menceritakan nasib jutaan rakyat di Indonesia yang dimiskinkan oleh proses pembangunan yang terlalu menguntungkan kaum elitnya (Arif Budiman)

 
 

poster puisi wiji thukul

 

 

 
Bagi kami, puisi-puisi Wiji Thukul mencerminkan nasib jutaan rakyat di Indonesia yang tidak saja dibodohi, ditindas dan pada akhirnya dimiskinkan seperti dinyatakan oleh Arif Budiman. Namun puisi-puisi itu sesungguhnya adalah cermin pergulatan dan perjuangan Wiji Thukul sendiri. Dalam satu wawancara ketika ia ditanyakan komentarnya atas julukan dirinya sebagai seniman kerakyatan, ia mengatakan : “Dan memang perlu diluruskan bahwa saya tidak membela rakyat. Saya sebenarnya membela diri saya sendiri. Saya tidak ingin disebut pahlawan karena berjasa memperjuangkan nasib rakyat kecil. Sungguh saya hanya bicara soal diri saya sendiri. Lihatlah saya tukang pelitur, istri buruh jahit, bapak tukang becak, mertua pedagang barang rongsokan, dan lingkungan saya semuanya melarat. Mereka semua masuk dalam puisi saya. Jadi saya tidak membela siapa pun. Cuma secara kebetulan, dengan membela diri sendiri ternyata juga menyuarakan hak-hak orang lain yang sementara ini entah di mana”.
(Jurnal Reviltalisasi Sastra Pedalaman, edisi ke-2 Nopember, 1994.).
Oleh karena itu puisi-puisi Wiji Thukul tetap relevan hingga hari ini, tidak saja untuk merefleksikan perjalanan 19 tahun ‘Reformasi’ namun juga 19 tahun ‘penghilangan paksa’ Wiji Thukul karena perjuangan baik melalui medium seni dan organisasi yang dianggap berbahaya bagi keberlanjutan rezim otoritarian. Seperti dikatakan Munir “Hanya sata kata, lawan! (saya penggal puisi Wiji Thukul yang paling kuat) telah menjadi semacam roh bagi kebangkitan jiwa-jiwa yang mencoba menemukan kembali jati dirinya, yaitu sebuah kekuatan melawan rezim otoritarianisme. Ia telah menemukan api bagi sebuah simbol perlawanan”. Terkait dengan Reformasi gugatannya adalah sejauh mana telah membawa perubahan pada nasib rakyat kecil yang dimiskinkan di masa rezim otoritarian serta pengungkapan kejahatan HAM berat masa lalu dalam hal ini kasus penghilangan paksa aktifis.
Untuk menjadikan karya puisi Wiji Thukul sebagai bahan refleksi dan pembelajaran bagi perjalanan  ke depan maka Pameran Karya Rupa Tribute to Wiji Thukul ini diadakan. Karena karya-karya puisi Wiji Thukul adalah karya otentik yang mewakili penderitaan sekaligus aspirasi rakyat yang dimiskinkan selama ini.
bahan bacaan :

Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya – Wiji Thukul

PIKIRAN PUNYA HUKUM SENDIRI – Wiji Thukul

 

Wiji Thukul – Munir, SH.

Wiji Thukul – Yap Thiam Hien Award 2002

Wiji Thukul Penyair Kampung -Arief Budiman

Wiji Thukul Wijaya – R. Von derBorch

 

Wiji Thukul dan Orang Hilang -Linda Christanty 

Seorang Kawan, Wiji Thukul – Linda Christanty

Wiji Thukul: Hanya Ada Satu Kata,Hilang! – Wilson

WijiThukul dan Kata-kata yg Tak Pernah Binasa – Lilik Hs

Wiji Thukul Masih Utuh, dan Kata-kata Belum Binasa – Mugiyanto

Wiji Thukul, Dihilangkan tetapi Tetap Hidup – I Gusti Agung Anom Astika

Menunggu Thukul Pulang – GitaWidya Laksmini

Merahnya Merah Wiji Thukul –Andre Barahamin

Catatan Kecil di Peringatan 20Tahun Thukul Menulis “Catatan” – Herry Sutresna – ‘Ucok Homicide’

Wiji Thukul dan Puisinya – DianPurba

Wiji Thukul, 19 Tahun Hilang –Lilik Hs 

Infografis: Wiji Thukul sangPeluru

 

liputan khusus cnn Indonesia

Selamat Ulang Tahun WijiThukul

Wiji Thukul: Biji Itu Telah Tumbuh Membesar

Secuil Kisah Hidup Wiji Thukul

Jika Saja Wiji Thukul Masih Ada

17 Tahun Berjuang, Saudara Wiji Thukul Tak Pernah Lelah

Kala Wiji Thukul Menjelma pada Segala Rupa

Mengilustrasikan Jejak Hidup Wiji Thukul

Mandek Perkara Hilangnya Wiji Thukul

Secuil Ingatan Istri Wiji Thukul: “Semua ini Sudah Ngawur”

Linda Christanty: Wiji Thukul Teman yang Lucu

Tak Ada Jalan Tunggal Penyelesaian Kasus HAM

Wiji Thukul Era Media Sosial versi Andina Dwifatma 

Peringatan – Revolutionay Poet Wiji Thukul (video)

Indonesia in Revolt : Democracy or Death (video)

Dokumentasi ini didasarkan wawancara dengan aktivis yang diculik, disiksa, dipenjarakan dan selamat. Dan kita tahu bahwa hingga kini masih ada 13 aktivis korban penghilangan paksa yang belum diketahui nasibnya diantaranya adalah penyair aktifis Wiji Thukul

 

Widji Thukul Aktivis Yang HilangDi Culik (video)

Kuldesak Wji Thukul (video)

untuk karya rupa beserta puisi lengkap Wiji Thukul yang menjadi sumber inpirasi simak
 
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
 

 

KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
 
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
 

 

KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
 

 

KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
KLIK JUDUL PUISI UNTUK MEMBACA PUISI SELENGKAPNYA
 



Dokumentasi dan KlippingPemberitaaan Pameran Rupa ‘Tribute to Wiji Thukul’ Yang Dintimidasi dan Dibubarkan Ormas-ormas di Semarang dan Yogyakarta Itu
Proses Hukum Kasus Pembubaran Pameran Wiji Thukul Dilanjutkan, Tersangka Ditangguhkan Penahanannya – 16 Januari 2018
 
Pentolan Ormas Ditetapkan Tersangka Gara-Gara Persekusi, Massa Pemuda Pancasila Geruduk Kejati
“Bubar! Bubar! Bubar!”
“Copot sekarang!”
“Gak boleh ada Wiji Thukul di Jogja!”
“Puisi apa? Wiji Thukul ini PKI!”
Pada Mei 2017, dilangsungkan Acara pameran seni karya seniman Andreas Iswinarto berjudul “Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa”. Dalam acara yang diadakan di Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini, juga ada diskusi tentang kebebasan pers dan kebebasan berekspresi
Sayang, pameran penghormatan terhadap sosok seniman Wiji Thukul ini kemudian digeruduk oleh beberapa orang yang mengaku berasal dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Orang-orang ini berteriak dan mengintimidasi panitia. Mereka memaksa panitia melepas semua hasil karya Andreas yang ditempel di tembok. Beberapa orang panitia sempat menghalangi, tapi mereka kalah banyak. Satpam kampus pun seperti tak bisa berbuat apa-apa.
“Selama ada Wiji Thukul, tak tabrak semua. Hafalin nama saya,” kata salah seorang penyerang. “Kami pantau sampai beberapa hari. Kalau masih ada, aku bakar tempat ini.”…………..
Meningkatnya Serangan Terhadap Kebebasan Berkesenian



menolak tunduk!
karya lengkap, sinopsis foto peristiwa dan klipping berita pameran tribute to wiji thukul #semarang #yogyakarta. difitnah, diintimidasi, ‘diusir’, ‘disegel’, dibubarkan, pameran terus berlanjut. terima kasih buat teman-teman panitia yang telah bahu membahu di garis depan dan teman-teman yang telah bersolidaritas dan memberikan apresiasi. terima kasih juga untuk kawan-kawan pers. hormatku
Pameran Tribute to Wiji Thukul di Yogyakarta (8-11 Mei 2017)
 
l
Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa#Yogyakarta
m
Ormas Pemuda Pancasila Mengobrak-abrik dan Membubarkan Pameran
n
Konferensi Pers Pernyataan Sikap dan Pernyataan Solidaritas serta Penegasan bahwa pameran dan diskusi akan terus dilanjutkan
opqr
r1
s
Talkshow bersama Eden Junjung sutradara film Bunga dan Tembok, Andreas Iswinarto dan Tommy Apriando sebagai Host sekaligus mewakili AJI Yogyakarta #Yogyakarta
t
u
Diskusi refleksi penegakan HAM, kebebasan pers, kebebasan ekspresi dan ruang-ruang demokrasi#Yogyakarta
v
Parade Puisi dan Lagu sebagai penutup acara pameran Tribute to Wiji Thukul
 
Pameran Tribute to Wiji Thukul di Yogyakarta (8-11 Mei 2017)
Tempo.co dan Koran Tempo
Massa Pemuda Pancasila Bubarkan Pameran Bertema Wiji Thukul
Dibubarkan Pemuda Pancasila, Tribute to Wiji Thukul Dilanjutkan
Aktivis Ormas Bubarkan Pameran di Pusham UII – Koran Tempo 9.05.2017 https://koran.tempo.co/konten/2017/05/09/416528/Aktivis-Ormas-
Bubarkan-Pameran-di-Pusham-UII (lihat lampiran foto) 
18301841_1260669014046082_7329321971790454649_n
Luka dan Puisi Wiji Thukul di Gambar Andreas Iswinarto
Memvisualkan Puisi Wiji Thukul – Koran Tempo 10.05.2017 https://koran.tempo.co/konten/2017/05/10/416573/Memvisualkan-Puisi-Wiji-Thukul (lihat lampiran foto)
18402966_1260668987379418_4295820002360094513_n
Protes Pembubaran Pameran Wiji Thukul Dengan Puisi – Koran Tempo 12.05.2017 https://koran.tempo.co/konten/2017/05/12/416631/Protes-Pembubaran-Pameran-Wiji-Thukul-dengan-Puisi (lihat lampiran foto) 
berita
Talkshow saya bersama Eden Junjung sutradara film pendek “Bunga dan Tembok’ dengan host Tommy Apriando (AJI Yogyakarta)
metrotenews – jateng
Pameran Seni tentang Wiji Thukul di UII Dibubarkan Ormas
PP Nilai Pameran Seni Andreas Iswinarto Mengandung Unsur Komunisme
Pameran Karya Seni tentang Wiji Thukul Tetap Dilanjutkan
Pameran Seni tentang Wiji Thukul Bakal Berlanjut di Kota Lain 11 Mei 2017 17:51 wib
UII: Pembubaran Pameran Sudah Tindakan Kekerasan
kbr68h
Ormas Bubarkan Pameran untuk Wiji Thukul di Yogyakarta
Senin, 08/05/2017 17:53 WIB
Digeruduk Ormas, Pameran Lukisan Wiji Thukul di Yogyakarta Jalan Terus
Selasa, 09/05/2017 18:58 WIB
The Jakarta Post
Painting exhibition taken down over communism accusations
zz
merdeka.co
Massa Pemuda Pancasila obrak-abrik pameran lukisan Wiji Thukul – 9 Mei 2017 17:57
Polisi didesak usut perusakan pameran seni Wiji Thukul -9 Mei 2017 23:41
Sempat dibubarkan & intimidasi, pameran seni Wiji Thukul jalan terus – 12 Mei 2017 00:17 https://www.merdeka.com/peristiwa/sempat-dibubarkan-intimidasi-pameran-seni-wiji-thukul-jalan-terus.html
Pameran Seni tentang Wiji Thukul di Yogya Dibubarkan Massa Ormas – Senin 08 Mei 2017, 18:38 WIB
Ini Alasan Ormas PP DIY Bubarkan Pameran di Pusham UII – Selasa 09 Mei 2017, 16:27 WIB
LBH Yogya Tunggu Polisi Tindaklanjuti Kasus Pelarangan Pameran Lukisan – Selasa 09 Mei 2017, 15:01 WIB
Copy of IMG_0242
 
Ormas Bubarkan Pameran Wiji Thukul
Pemuda Pancasila Bubarkan Pameran Seni soal Wiji Thukul di Yogyakarta
Pusham UII Laporkan Pembubaran Pameran Seni Wiji Thukul ke Polisi
Aktivis Desak Usut Tuntas Kasus Pembubaran Pameran Seni Wiji Thukul
 
LIPUTAN6
Pemuda Pancasila Bubarkan Pameran Seni Wiji Thukul
bantulsorot
Tak Bergeming Digeruduk Pemuda Pancasila, Diskusi Pers dan Pameran Wiji Thukul Tetap Digelar
Gelaran Acara Dibubarkan dan Diwarnai Perusakan, PUSHAM UII Lapor Polisi
ekspresionline
Ada Intimidasi dari Pemuda Pancasila, Pameran Tetap Berlanjut
Copy of IMG_0228
korankaltim
Tribute to Wiji Thukul Dilanjutkan
fornnews
Oknum Ormas Bubarkan Pameran Lukisan Andreas Iswinarto, SHI Surati Kapolri
Serikat Hijau Minta Kapolri Usut Perusakan Pameran Foto Wiji Tukul oleh Pemuda Pancasila
VOAIndonesia
Ormas Paksa Penyelenggara Hentikan Pameran Kemerdekaan Pers di Yogya
tribun
Dianggap Berbau Komunis, Pameran Seni Bertema Wiji Thukul Dibubarkan Ormas!
Lukisan dan Puisi yang akan Dipamerkan di Pusat Studi Hak Asasi Manusia UII Dicopo Pemuda Pancasila
Inilah Pernyataan Pemuda Pancasila Terkait Pelepasan Lukisan&Puisi yang akan Dipamerkan
persma
Pameran Karya Soal Wiji Thukul di PUSHAM UII Dibubarkan
harianjogja
Polisi Didesak Usut Pembubaran Pameran Seni Tentang Wiji Thukul
Sejumlah Warga dari “Makaryo” Gelar Aksi Diam Menuntut Pengungkapan Kasus Kekerasan http://www.harianjogja.com/baca/2017/05/16/sejumlah-warga-dari-makaryo-gelar-aksi-diam-menuntut-pengungkapan-kasus-kekerasan-817189
Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta Gelar Aksi Diam di Kantor Gubernur DIY *http://jogja.tribunnews.com/2017/05/16/masyarakat-anti-kekerasan-yogyakarta-gelar-aksi-diam-di-kantor-gubernur-diy
UII: Pembubaran Pameran Sudah Tindakan Kekerasan *terkait pernyataan Rektor UII http://baruada.com/regional/uii-pembubaran-pameran-sudah-tindakan.xLURZY.html

Pameran Tribute to Wiji Thukul di Semarang (1-6 Mei 2017)



 
a
Sunyi 30 april malam, sehari menjelang pembukaan di Gedung Sarekat Islam. Namun tidak di medsos dan atmosfir semarang sejak beredarnya hoax yang meng’komuniskan’ pameran tribute to wiji thukul. Hingga akhirnya pihak pengelola gedung mencabut kembali ijin penggunaan gedung. #semarang
b
sementara kami mengungsi ke lbh semarang, sejumlah delegasi ormas mendatangi kami (diantaranya FPI, Panca Marga, Kokam Muhammadiyah, Bela Tanah Air?). panitia mengklarifikasi hoax/fitnah yang beredar di medsos dan menyampaikan bahwa panitia akan mengadukan ke kepolisian sambi menegaskan pameran akan terus berlanjut.
c
sementara sekelompok ormas lainnya memprovokasi aparat kelurahan, rw, babinsa dengan tuduhan wiji thukul komunis. kemudian bersama ormas-ormas terlampir (berbeda dengan ormas sebelumnya yang membuat gentar pengelola gedung) menyegel gedung pameran
c1
c2
d
setelah tertunda oleh perang mulut dengan para penyegel pameran bisa dibuka pada 3 Mei pukul 17. Gus Roy Murtadho yng membuka pameran
e
f
g
diskusi memahami wiji thuku lebih dalam bersama pemantik diskusi Danial Indrakusuma dan Andreas Iswinarto serta penanggap Roy Murtadho
h
 
i
pemutaran film kado untuk rakyat indonesia (tribute to wiji thukul)
j
parade puisi dan lagu sebagai puncak sekaligus penutup acara pameran. acara ditutup sekitar pukul 23.00 tertanggal 6 Mei
 
k
Pameran lukisan Wiji Thukul dibayangi intimidasi ormas radikal
Difitnah Sebagai Embrio PKI, Penyelenggara Pameran Seni Rupa Widji Thukul Menunda Pelaksanaan Acara
PKI rumors delay opening of art exhibition in Semarang
18301737_1260655964047387_6881761330992098601_n
FUIS Semarang Bikin Onar di Acara Pameran Wiji Thukul
Wiji Thukul ‘Berpaham’ Komunis, Ormas Islam di Semarang Tolak Acara Pameran Seni Lukis
‘Melihat Lebih Dalam Wiji Thukul’, Andreas Iswinarto Gelar Acara Pameran Seni Lukis di Semarang
Mahasiswa Beri Tanggapan Positif Terhadap Pameran Seni Andreas Iswinarto
Diganggu Ormas, Panitia Klaim Pameran Wiji Thukul Sukses

Sempat Diprotes Ormas, Pameran Wiji Thukul Digelar – Mediatama TV

Copy of IMG_0212
Diduga Terkait Paham Komunis Warga Tolak dan Segel Lokasi Pameran Wiji Tukul – semarang tv

Sempat Diprotes Ormas Islam, Pameran Wiji Tukul Berjalan Terus – semarang tv

Kongkow #MelawanGelap #PutarBalik di Seberang Istana

Wiji Thukul Hendak Dikambinghitamkan, Dihilangkan dan bisa jadi juga Dibunuh Untuk Kedua Kali. Saya menyampaikan nota protes dan keprihatinan atas upaya pemberangusan oleh ormas-ormas reaksioner dan intoleran, sekaligus pembiaran oleh aparat kepolisian (secara terang benderang terjadi di Yogyakarta) atas rangkaian pameran karya rupa, diskusi, pemutaran film dan parade puisi-musikalisasi pusi “Tribute to Wiji Thukul’ yang sedianya kami selenggarakan di Semarang (1-6 Mei) dan Yogyakarta (8-11 Mei). Tepat di bulan Mei kala 19 Tahun Reformasi dan juga 19 Tahun Penghilangan/Hilangnya kawan Wiji Thukul!!!!!Namun kami menolak tunduk dan pameran walau tertunda 1/2 hari berhasil kami tuntaskan. Setelah Kendal, Semarang, Yogyakarta kami akan melanjutkan pameran ini di Jakarta, Bogor, Salatiga, Malang, Sidoarjo, Surabaya……….

Kami akan tetap Nyalakan Cahaya #MelawanGelap

silahkan simak selengkapnya Foto News : Aksi Melawan Gelap di Depan Istana

 
 

update persidangan

 

 

Mas’e Jikul, ini memang baru (dan hanya) kemenangan kecil…..
Namun tetap harus disyukuri……
Konon pula ini “Kasus Hukum Pertama Terkait Persekusi Disidangkan di Yogyakarta” demikian VOA Indonesia dalam sebuah pemberitaannya dan itu sebelum vonis dibacakan. Bila

dilanjutkan beritanya kini, jadilah Kasus Hukum Pertama Terkait Persekusi

disidangkan Yogyakarta dan (keadilan) di’Menang’kan (di PN Bantul)
Update Vonis Sidang Persekusi Diskusi Hari Pers dan Pameran Tribute to #WijiThukul di PUSHAM UII dari PN Bantul.
*kliping berita teks dan video tentang pameran yang dipersekusi bisa disimak dibagian bawah publikasi ini (di Yogya dan juga sebelumnya di Semarang)
Putusan Majelis Hakim atas Perkara 17/Pid.B/2018/PN Btl
Dakwaan Jaksa
 
Bahwa terdakwa DONI BIMO SAPTOTO Alias ABDUL GANI Bin HERU SUTOPO (Alm) pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017 sekitar pukul 14.00 wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Mei 2017 atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam tahun 2017 bertempat di Kantor Pusat Study Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII) yang terletak di Jeruklegi RT : 13/ 35 Gg. Bakung No. 517-A Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau setidak-tidaknya di tempat-tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Bantul, dengan melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu atau orang lain
Putusan Majelis Hakim :
M E N G A D I L I

1. Menyatakan terdakwa DONI BIMO SAPTOTO Alias ABDUL GANI Bin HERU SUTOPO terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dengan kekerasan dan ancaman kekerasan ”.

2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan.

3. Menetapkan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalaninya kecuali apabila dikemudian hari ada perintah lain dengan putusan Hakim karena terdakwa dipersalahkan melakukan suatu kejahatan sebelum masa percobaan berakhir selama 9 (sembilan) bulan

……..
 
 
Eko Riyadi
Saya atas nama Dir. PUSHAM UII menyatakan:
1. Mengapresiasi putusan tersebut sebagai tonggak penghormatan dan perlindungan thdp aktifitas akademik di  perguruan tinggi.
2. Menghormati putusanhukum tersebut sebagai putusan yang resmi sebagai patokan mana yang sah dan tidak.
3. Berharap agar semua pihak menghormati putusan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran publik mengenai pentingnya penghormatan atas aktifitas akademik.
Terima Kasih
 
     
1. Kliping Berita Vonis Hakim dan Perusakan PN Bantul
Ketua Pemuda Pancasila Bantul Divonis Bui Karena Perusakan, Pengadilan Dirusak

Mob damages Bantul courthouse in anger over ruling



Pemuda Pancasila Rusak Pengadilan Negeri Bantul

Koran Kompas 29.06.2018

PN Bantul Dirusak, Fasilitas Pengadilan Hancur
Massa Ngamuk dan Merusak Kantor PN Bantul Usai Vonis Ketua Pemuda Pancasila
Gedung Pengadilan Negeri Bantul Dirusak Sekelompok Orang
Buntut Perusakan PN Bantul, Sejumlah Sidang Ditunda
Polisi Usut Perusakan di PN Bantul

2. Penangkapan Tersangka Perusakan PN Bantul


Polisi Tangkap 4 Orang Diduga Pelaku Kasus Perusakan PN Bantul –
Polisi Tangkap Anggota Ormas Pelaku Perusakan Pengadilan
Kompas 30.06.2018
  1.  

simak 600 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 


 

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o



13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s