Charlotte Salawati Daud : Gerilyawan, Jurnalis, Aktifis Gerwani, Dari Walikota Perempuan Pertama Hingga Anggota DPR

 


sumber wikipedia



Salawati Daud Tokoh Perempuan Revolusioner Sulawesi Selatan Sejarah, Tidak Mencatat Itu!

 

* Mengenal Sepak Terjang Pejuang Perempuan, Salawati Daud

 

 

.
Nama Salawati Daud Jadi Jalan di Masamba

 

Infografik ini diproduksi oleh http://online24jam.com/





Indonesia sendiri tak perlu waktu lama untuk memenuhi hak pilih perempuan, karena kesamaan hak dijamin dalam undang-undang dasar 1945. Tak hanya memilih, perempuan Indonesia pun punya hak
dipilih. Pada pemilu pertama 1955, ada perempuan yang mendapatkan suara yang cukup untuk menduduki kursi di parlemen.
 
Salawati Daud salah satunya. Pejuang dalam perang kemerdekaan asal Makassar ini terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Salawati sebelumnya adalah walikota Makassar yang dipilih pada 1949, segera setelah kota ini merdeka secara de facto dari Belanda. Untuk ukuran zaman itu, dengan situasi ekonomi morat-marit, angka buta huruf tinggi, dan seabrek kesulitan lain, pengakuan atas hak perempuan di negara ini sudah bisa dibilang maju.

 

Tentang Salawati (4 halaman); Masa Sebelum Orde Baru: Politik Bukan Laki-Laki
dalam buku Politik & Postkolonialitas di Indonesia

 

 

 

 

 

 

Pengaruh Gerwani tidak hanya di kalangan grass root tapi juga hingga aspek pembuatan kebijakan. Salah satu tokoh Gerwani di parlemen yang terkenal adalah Salawati Daud. Saat masih menjadi aktivis di daerah asalnya, Sulawesi Selatan, dia aktif melawan pasifikasi Belanda di provinsi itu pada 1946.
 
Salawati pernah memimpin penyerbuan ke markas polisi pada 29 Oktober 1949 yang dikenal sebagai Masamba Affaire. Perempuan yang disegani lawan-lawan politiknya ini juga pernah berperan sebagai penghubung antara pemberontak Kahar Muzakkar (1950-1951) dengan pemerintah Indonesia dalam proses perundingan.
 
Pada 1949, Salawati adalah walikota perempuan pertama di Indonesia. Dia memimpin Makassar. Salah satu cerita yang terkenal dari Salawati adalah keberaniannya berhadapan langsung dengan komandan Belanda, Raymond Westerling, yang menguasai wilayah tersebut.
 
Surat Kabar Wanita yang beredar dari tahun 1945 hingga 1949 adalah salah satu hasil gagasannya. Surat kabar itu aktif mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan perempuan, politik, serta budaya. Pada tahun 1955 Salawati berhasil melenggang ke parlemen sebagai anggota PKI.
 
Gerwani di parlemen sempat menuntut penambahan jumlah menteri perempuan di kabinet Soekarno. Tapi, peran mereka tidak hanya yang berkaitan dengan isu perempuan. Mereka juga ikut serta mendukung kembalinya Irian Barat ke tangan Indonesia dan menolak terbentuknya Malaysia. Saat Salawati menjadi ketua Gerwani, perhatian mereka juga merambah ke isu-isu ekonomi seperti inflasi.

 

 

Sejak awal, Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar telah mendapat perhatian dari beberapa aliran politik di Sulawesi Selatan. “Tidak jelas berapa lama setelah Kahar Muzakkar memulai pemberontakannya – pelariannya ke hutan bulan Juli 1950 – ia dihubungi oleh wakil-wakil dari perwujudan organisasi komunis dan Islam militan”. (Harvey, 1989: 196). Tidak jelas maksud kedua kubu yang berbeda ini menghubungi Kahar Muzakkar. Yang jelas Ny. Salawati Daud melakukan pendekatanpendekatan kepada Kahar Muzakkar dan mengirim dua orang anggotanya keturunan Cina dan Jawa untuk mencoba memengaruhi Kahar Muzakkar (Gonggong, 2004: 308). Demikian halnya Masyumi dan DI melakukan pendekatan serupa.

 

 


 

Salawati Daud dan gagasan tentang persatuan nasional Indonesia sebuah biografi politik 1909-1985

Thesis
Maryam, Sitti di UGM

 

 

*tidak
bisa diakses online

 

 



simak juga








Simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

 

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o



13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s