Revolusi, Aksi Massa, Ingatan, Sejarah dan Gerakan Kiri yang Dihilangkan : “Masukkan perjuangan puak haluan kiri dalam buku teks” (Sepenggal Pengalaman ‘Gerakan Sejarah Kritis’ di Malaysia)

sumber : @kuasasiswa official twitter Fahmi Reza
.“Tidak ada satu bangsa di atas bumi ini yang dahulunya terjajah yang mendapat kemerdekaan tulen, kemerdekaan seratus-peratus kerana diberi orang, melainkan kerana ditebus dengan darah.” — Ahmad Boestamam, Angkatan Pemuda Insaf, 31 Oktober 1946
Memperingati ribuan rakyat jelata yang berkorban melawan penjajah sehingga dihukum, ditangkap, dipenjara dan tertumpah darah dalam perjuangan kemerdekaan tanahair daripada penjajah British.
Tentu anda ingat Belok Kiri Festival dan kolaborasi penerbitan buku Sejarah Gerakan Kiri Indonesia Untuk Pemula yang melibatkan belasan perupa lintas generasi dengan mayoritas perupa muda. Berikut adalah sepenggal cerita upaya kaum muda di negara tetangga Malaysia yang juga menggugat sejarah resmi yang menghilangkan sumbangan gerakan kiri, gerakan revolusioner dalam perjuangan kemerdekaan dan memajukan kepentingan bangsa dan rakyat banyak.
Publikasi berikut ini menyoroti perjuangan sekelompok teman-teman muda di Malaysia yang memiliki keperdulian tentang kebenaran sejarah, diantaranya mereka menggugat narasi resmi yang menghilang sumbangan perjuangan kemerdekaan golongan berhaluan kiri. Secara
khusus menyoroti beberapa film dokumenter  Fahmi Reza  ‘10 Tahun Sebelum Merdeka” dan Revolusi ’48. Selain itu Fahmi Reza dkk mengerjakan Student Power Project – Lecture Series 2010 dengan melalukan ‘gerilya’ di banyak kampus di Malaysia.
 
*tukang kliping anda sempat berjumpa dan menjadi teman pembicara berbagi pengalaman dengan Fahmi Reza dalam diskusi “Seni adalah Senjata” di Jakarta. Fahmi Reza menghadiahkan tukang kliping anda sekeping DVD ’10 Tahun Sebelum Merdeka’
 
 
FAHMI REZA is a documentary filmmaker and researcher and self-taught graphic artist and designer, and activist. His debut film 10 Tahun Sebelum Merdeka retells the largely forgotten 1947 Hartal, when Malayans united to protest the British colonialist’s disregard of the People’s Constitution drafted by the political left. His next film, Revolusi ’48, recasts the Malayan Emergency of 1948-1960 as an anti-colonial struggle for independence. Fahmi is on a mission is to reenergise students through his Student Power campus lectures, which is based on his research into the Malaysian student movement of the 1960s. (disalin dari Centre for Independent Journalism)

 

Masukkan perjuangan puak haluan
kiri dalam buku teks – Aktivis

 

KUALA LUMPUR 29 Julai – Kerajaan digesa untuk menilai semula buku teks sejarah dan memasukkan fakta mengenai perjuangan kemerdekaan golongan berhaluan kiri termasuk Parti Komunis Malaya (PKM). Menurut aktivis Fadiah Nadwa Fikri, perjuangan puak berhaluan kiri tersebut merupakan fakta yang tidak dimasukkan dalam buku teks sedia ada walaupun para pejuang berkenaan turut sama berjuang untuk kemerdekaan negara.
Bercakap dalam forum Perlukah Kita Menulis Semula Buku Sejarah? Fadiah Nadwa berkata, akta tersebut perlu dimasukkan ke dalam buku teks sejarah bagi memberikan kefahaman kepada pelajar dan masyarakat mengenai Malaysia sebagai sebuah negara. Buku-buku teks sedia ada, dakwa beliau mempunyai fakta-fakta yang tidak tepat serta perlu diubah dengan memasukkan keseluruhan sejarah kemerdekaan
negara termasuklah perjuangan Parti Komunis Malaya (PKM).-UTUSAN ONLINE
..
Patutkah Kita Menulis Semula Buku Teks Sejarah Negara Kita? – Utusan Online
Pembentangan ahli panel Fahmi Reza dalam forum “Patutkah Kita Menulis Semula Buku Teks Sejarah Negara Kita?” di KLSCAH, 29 Julai
2018
.



10 Tahun Sebelum Merdeka (2007)
October 20th, 1947 was a historical day in the rakyat’s constitutional struggle for independence from British colonialism. This documentary chronicles the events that culminated in the Malaya-wide ‘Hartal’ day of protest against the undemocratic Federation of Malaya Constitutional Proposals devised by the British Colonial Government and the UMNO, and the rise of the people’s democratic movement in Malaya, 10 years before Merdeka. 20 Oktober 1947 merupakan hari bersejarah dalam perjuangan berperlembagaan rakyat Malaya menuntut kemerdekaan dari penjajah British. Filem dokumentari pendek ini menceritakan pengalaman yang dilalui oleh 5 individu
yang turut serta dalam perjuangan politik kiri untuk membentuk sebuah gerakan kemerdekaan rakyat di Malaya, sepuluh tahun sebelum merdeka.
10 Tahun Sebelum Merdeka (10 Years Before Independence) Directed by Fahmi Reza Historical documentary / Malaysia / 32 minutes / 2007 Most Outstanding Human Rights Film, Freedom Filmfest 2007
.

Revolusi ’48 (2008) documentary
trailer

The sequel to Fahmi Reza’s cult favourite 10 Tahun Sebelum Merdeka, Revolusi ’48 chronicles the largely forgotten armed revolution for national liberation launched against British colonial rule in Malaya 60 years ago. This documentary tells the untold story of those who struggled in the anti-colonial guerrilla war of independence, during the Malayan Revolution of 1948. 

 






Revolusi’48 – End Scene

Student Power Project – Lecture
Series 2010
“Student Power! Kebangkitan Mahasiswa ’60an” A historical lecture series project by Fahmi Reza
 
Ops Bilang* – 10. Fahmi Reza (pt1 – 2) – Centre for Independent Journalism
Fahmi Reza took the audience back to the heady days of student power, when the birth of a new nation fired up young intellectuals to demonstrate and speak up on issues ranging from the Internal Security Act to poverty. An invaluable peek into the largely unknown and inspiring history of the Malaysian student movement.

 

 

.




Oral History Workshop : Fahmi Reza (berbagi pengalaman menggali bahan sejarah diantaranya untuk film 10 Tahun Sebelum Merdeka)

 
 

 

 

Fragmen berikut ini untuk sekedar memberi
gambaran tentang reputasi Fahmi Reza sebagai aktivis ‘penghasut’ dan ‘street
artist’

 
Graphic designer Fahmi Reza
charged for depicting PM Najib Razak as clown
 

 

 



 

 

 



 

 

 



 
 
 

 

Malaysia : Art as a weapon of protest and resistance 

 

 

 

 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
 
13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s