Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Berbasis Jender : Kajian Genosida 1965-1966, Timor Timur, Papua, Aceh Hingga Mei 1998

 

After all, Indonesia is the country where sexual terror against
women has been something entirely usual, biasa, since the days of the
Western-backed coup of 1965.
 

Melihat dari paparan kasus-kasus perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan dalam situasi konflik, Ita berpendapat perkosaan bukanlah kecelakaan dalam peperangan atau hasil sampingan dari konflik bersenjata. Penggunaan perkosaan dalam konflik bersenjata merupakan alat teror khusus untuk menundukkan suatu bangsa atau etnis, dengan penundukkan seksualitas perempuan sebagai simbol penerus bangsa.

“Seksualitas perempuan yang terpenting adalah rahim perempuan. Rahim perempuan adalah pusat dari reproduksi biologis, sosial, politik, dan bangsa. Artinya, hidup matinya sebuah keluarga, kelompok, etnis dan bangsa tergantung dari proses reproduksi perempuan. Oleh sebab itu, dalam pandangan tradisional, rahim perempuan menjadi hak milik dari keluarga, kelompok, etnis dan bangsa,” ujar Ita.

Karena kekerasan seksual terhadap perempuan dianggap sebagai serangan terhadap nilai-nilai atau kehormatan suatu bangsa, etnis dan keluarga, maka kekerasan seksual sering dipakai untuk menjadi alat perang atau konflik bersenjata.

saat pemberitaan ini Ita F Nadia adalah anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)  

 

 

 
 
dokumentasi berikut adalah bahan publikasi dalam terbitan oleh Komnas Perempuan dan atau Komnas Perempuan yang bermitra dengan lembaga lain.
 
(english version)

 

 
 

TIMOR TIMUR

 

SERI DOKUMEN KUNCI 8 LAPORAN KOMISI PENERIMAAN, KEBENARAN, DANREKONSILIASI (CAVR) TIMOR-LESTE PEMERKOSAAN, PERBUDAKAN SEKSUAL, DANBENTUK-BENTUK LAIN KEKERASAN SEKSUAL (Bab 7.7) dan REKOMENDASI

PAPUA
 
 
This documentation project was prepared in cooperation of the
National Commission on Violence Against Women (Women Commission), Women Working
Group of Papuan People’s Assembly and the International Center for
Transtitional Justice (ICTJ) Indonesia with support from HIVOS and the Swiss
Embassy.
 
 
 
 
 
ACEH
 

 

DI TIMOR TIMUR,
MALUKU TANJUNG PRIOK, dan PAPUA 

 

KUMPULAN RINGKASAN EKSEKUTIF LAPORAN INVESTIGASI PELANGGARAN HAKASASI MANUSIA DI TIMOR TIMUR, MALUKU TANJUNG PRIOK, dan PAPUA 1999 – 2001LAMPIRAN MEMAHAMI KINERJA KPP HAM DARI PERSPEKTIF JENDER

 

 

KEKERASAN SEKSUAL MEI 1998

Laporan Hasil Dokumentasi
Pelapor Khusus Komnas Perempuan tentang Kekerasan Seksual Mei 1998 dan
Dampaknya

Saatnya Meneguhkan Rasa Aman

 

KISAH PARA PEREMPUAN
PENYINTAS YANG TAK KUNJUNG MERAIH KEADILAN

 

 
nvy1
simak juga diluar publikasi dan terbitan Komnas Perempuan

 

 
by AJAR






[unduh] ebook PENGADILAN
KEJAHATAN PERANG INTERNASIONAL TERHADAP PEREMPUAN (diterbitkan Komnas HAM)
The Women International
War Crimes Tribunal on Japan’s Military Sexual Slavery

https://www.komnasham.go.id/files/20131119-pengadian-kejahatan-perang-internasional-$GDK.pdf








 
simak juga 
 
 
 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Bookmark and Share

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Bookmark and Share

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s