(1965 adalah mulanya….) Museum Temporer REKOLEKSI MEMORI (pameran online)

5517677_orig

 
MENJADI BARISAN PENGINGAT
50 tahun setelah tragedi kemanusiaan 65, kita masih saja berdiri di sini. Masih terus bertanya dan mencerna, mengapa sebuah gelombang pembantaian, pembunuhan, pemenjaraan, penyiksaan dan seluruh kekejian tiada tara itu seolah dianggap tak pernah ada? Bangsa macam apa kita, yang terus-menerus menutupi tabir kelam sejarahnya sendiri, kendati telah banyak bukti dan saksi dari artefak hingga para korban dan penyintas sanggup bercerita tentang rangkaian luka dan keperihan yang mereka alami? Sejarah macam apa yang hendak dibangun dan diwariskan di atas kebohongan demi kebohongan yang terus direproduksi?
Tak ada pilihan lain. Kita harus sudi menengok ke belakang, mencoba menggali suara dari masa lalu, merekoleksi memori kita untuk dapat memahaminya dengan nalar dan mata hati yang jernih hari ini. Untuk kemudian, belajar menerima kenyataan –sepahit apapun- dan mengakui bahwa telah terjadi sebuah tragedi kemanusiaan pada kurun waktu 1965- 1967, dan budaya kekerasan yang diwariskan itu terus berlanjut hingga hari ini, 50 tahun kemudian. Inisiatif Museum Rekoleksi Memori ini didedikasikan kepada seluruh korban pelanggaran HAM yang sudah tiada dan yang terus memperjuangkan keadilan. Tak ada yang dapat menghidupkan orang-orang yang telah meninggal, tak ada kompensasi yang dapat menggantikan derita jutaan orang, Tak ada yang dapat menggantikan 
 




Mengapa Rekoleksi Memori?
Rekoleksi Memori adalah Proses yang digunakan untuk mengetahui, menggali masa lalu dengan cara memanggil kembali memori dari masa lampau dari ingataningatan pelaku sejarah yang tak dicatat dalam buku sejarah.

Tragedi Kemanusiaan 1965 adalah mulanya, setelah itu masih ada Kasus pelanggaran HAM berat lainnya: Penembakan Misterius, Tanjung Priok, Talang Sari, Penghilangan Paksa 19997- 1998, Kerusuhan Mei 1998, Trisakti, Semanggi I&II, Marsinah, Udin, Wasior yang terus terjadi dan tak jua mampu diselesaikan.

Rekoleksi Memori adalah upaya untuk makin merumah- kacakan sejarah kita, dengan memanggil masa lalu, mengumpulkan memori-memori, mengenal jatidiri untuk menghapus hegemoni ORDE BARU yang sudah mengakar menanamkan kekerasan.

Atas Sejarah yang belum lagi diluruskan, Berbagai Peristiwa pelanggaran HAM yang belum lagi dituntaskan, Atas sejarah yang masih terus diburamkan, Atas dasar keadilan dan kemanusiaan maka seluruh peristiwa harus dibuat seterangterangnya, sejernih-jernihnya, karena Ia adalah pelita bagi generasi hari ini untuk mengenal sejarahnya sendiri dan memberikan petunjuk untuk masa depan.

Rekoleksi Memori adalah sebuah langkah untuk terus mendesak diselesaikannya kasus pelanggaran HAM di Indonesia. 


Rekoleksi Memori : Konsep Instalasi Museum


*bisa disimak juga di buku program

buku program 
Elisabeth Ida adalah salah satu penggagas dan partisipan yang karyanya menjadi bagian dari pameran Rekoleksi Memori

CONSTRUCTION
 
DECONSTRUCTION
RECONSTRUCTION
foto-foto : Elisabeth Ida
karya selengkapnya bisa disimak di 


Adrian Mulya dengan karya fotonya pemenang kehidupan jugamerupakan penggagas dan partisipan pameran, sebagian karyanya bisa disimak di
Winners of Life: The Undeterred spirit of the 1965 Survivors 
 
foto-foto : magdalene.co


Foto-foto Karya dan Ulasan 
 
REKOLEKSI
MEMORI – FIRDAUS MUBARIK
foto oleh Firdaus Mubarik
Judul
or.de Karya Sigit Pratama
amnesia arsip dari fiksi atas fiksi – Riyadhus Shalishin
 
foto pameran dari artikel Riyadhus Shalihin
Judul:
Untitle Instalasi, 2015 Karya Jompet Kuswidananto

Rekoleksi Memori: museum temporer pelanggaran HAM – Ging Ginajar

Museum Lima Malam untuk Mengenang Masa Kelam
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Bonie Triyana dan Ayono
 
foto : Aryono/Historia
Wahana
Loebang Maoet – Instalasi video kanal ganda, 2015 Karya Yovista Ahtajida

simak 400 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966



 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o
Bookmark and Share

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s