12 November 1926 Sangkakala Revolusi ‘Indonesia’ : Pemberontakan Komunis Melawan Kolonialisme Belanda 1926-1927 [Sejarah Yang Dihilangkan]

20180226_210717 (1)

**kenapa ‘sangkakala revolusi indonesia’, tak lain karena pemberontakan ini dipimpin oleh organisasi pertama yang menyandang nama Indonesia (PKI)
November Bulan Historis

Sajak Nurdiana

 

12 November tahun dua enam,

memancar sinar dalam kelam,

khatulistiwa gempita meronta,

berlambang Palu Arit rakyat bangkit,

angkat senjata melawan Belanda,

yang telah menjajah tiga abad,

penguasa kalap bermata gelap,

membantai pejuang anti penjajah.Korban pahlawan di medan juang,

dari Banten hingga Silungkang,

di ujung senapan dan tiang gantungan,

gugur Egom, Dirdja, dan Hasan,

serta Si Patai dan Si Manggulung,

berpencaran makam pahlawan,

di Digul Ali Archam terpendam dalam,

bersama banyak kawan seperjuangan,

ribuan lagi dipenjarakan,

sekeluarga bersama bocah,

dibuang ke Digul, Tanah Merah,

Ternate dan Nusa Kambangan.

Tak kunjung usai kisah sejarah,

tahanan Digul Tanah Merah,

disiksa malaria, ular, buaya,

banyak penyakit, kencing berdarah,

duka nestapa ciptaan penjajah,

Digul menjadi neraka dunia,

pejuang tertempa bagai baja,

teguh tak luntur cita-cita.

Pejuang tangguh tak tertundukkan,

jasmani disiksa rohani perkasa,

seperlima abad hidup didera,

tetap setia untuk merdeka,

yang sempat pulang kampung tercinta,

jadi saksi kekejaman penjajah.

Betapa banyak pejuang tumbang,

pemberontakan tahun dua enam,

bagaikan obor nyala cemerlang,

bak mercusuar di alam kelam.

Pemberontakan tahun dua enam,

Sangkakala revolusi Indonesia!

 





LAGU (MARS) DUA BELAS NOVEMBER
I.
Dua
belas November hari peringatan
Perlawanan
kita pertama-tama
Dua
belas november hari peringatan
Pemberontakan
kita di Indonesia
Ya ya
ya itulah yang akan
Mendatangkan
dunia kemerdekaan
Dari
itu bersiaplah segera
Hayo
rapat kawan kita semua
Hancurkanlah
pengkhianat dunia
Hayo
rapat kawan kita semua.
II.
Berpuluh
kawan di tiang gantungan
Beratus-ratus
melayang jiwanya
Laki
dan istri dalam buangan
Beribu-ribu
di dalam penjara
Ya ya
ya itulah yang akan
Mendatangkan
dunia kemerdekaan
Dari
itu bersiaplah segera
Hayo
rapat kawan kita semua
Hancurkanlah
pengkhianat dunia
Hayo
rapat kawan kita semua.

 




 
bapak sepuh di video ini adalah bapak Tri Ramidjo, kisahnya bisa dibaca di
 
Empat
belas tahun pengasingan di Boven Digul. Tujuh tahun penahanan di Pulau Buru
 
 
 

sumber karya berikut adalah buku

 

Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula;Yayak Yatmaka, dkk.; Cetakan 1 Februari 2016; Penerbit Ultimus

 

 

 

*Pengantar buku kumpulan cerpen dan puisi Gelora Api 26 karya Chalik Hamid (ed.)

 

Sebuah karya yang memandang Partai Komunis
Indonesia dari dua sudut pandang, yakni lingkungan dalam dan luar negeri.
 
Tinjauan Buku
 
 
 

 

infografis historia 2017


Bagian berikut terutama menyoroti
Pemberontakan 1926-27 Melawan Pemerintah Kolonial Belanda yang ‘membakar’
daerah Sumatera Barat dan Banten
 
 


Pada suatu masa, karena kesamaan tujuan, Islam
dan komunisme bersatu melawan penindasan.

Banten dan Sumatra Barat terkenal sebagai
wilayah Islam ortodoks. Namun, pernah melawan otoritas kolonial di bawah
bendera komunisme.

 
 

 
 
 
Sumatera Barat

 

 

 

Minang Kiri Sebelah Bofet Merah
Sumatera Thawalib jadi lahan subur tumbuhnya
gerakan komunisme di Sumatera Barat. Saling silang pertarungan gagasan.
 
Sebagian murid sekolah Islam Sumatera Thawalib
balik arah menuju komunisme. Langkah awal melawan pemerintah kolonial.
 
Sekolah Rakyat Padang Panjang
Dari Padang Panjang hingga Silungkang, benih
komunisme menyebar cepat. Mematangkan suasana perlawanan.

 

 

Banten
 
 

 

 
 

 


 

 

 
 

simak 700 ‘entry’ lainnya pada link berikut

 

 

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 


 

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o




13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share
 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s