Dari Lubang Buaya, Aku bukan Jamilah , Penjagal Itu Sudah Mati, Pulang, hingga Merajut Harkat [Bibliografi Karya Sastra (Novel dan Kumpulan Cerpen) Yang Berlatar / Terkait Peristiwa 1965]

DakIj7gVAAAgVd4

PENDAHULUAN

Mengabadikan Tragedi 1965 dalamSastra – cnnindonesia

Laris Manis Buku Berlatar ’65 -cnnindonesia

Fiksi Menggugat Fakta Resmi -Historia

Tragedi berdarah 30 September 1965 telah melahirkan banyak karya sastra. Fiksi yang berusaha menggugat fakta resmi yang monoversi.

Sastra yang Meretas Kabut Sejarah 1965 – Asep Sambodja

Martin Aleida: Takdir Sastra Adalah Membela Korban

Masalah 1965 dalam Representasi Artistik dan Ideologi Estetis – Martin Suryajaya

simak –unduh dari kumpulan makalah PROCEEDING The 3rd LITERARY STUDIES CONFERENCE “The 1965 Coupin Indonesia: Questions of Representation 50 Years Later”

Bagian 1

 

”Musim Gugur Kembali di Connecticut” (cerpen – 1969) ”Bawuk” (cerpen -1970), Sri Sumarah (cerpen – 1975), Para Priyayi (Novel 1981) (1)

Tragedi 1965 dalam Karya-Karya Umar Kayam: Perspektif Antonio Gramsci – Yoseph Yapi Taum

 

Merajut Harkat – Putu Oka Sukanta 1999 (Novel) (2)

Mempertahankan Nilai Kemanusiaandalam Penderitaan – Akhmad Sekhu

Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan 2002 (Novel) (3)

Cantik Itu Luka Eka Kurniawan : Membaca Kembali (Menulis) Sejarah, Kekuasaan dan Luka Dengan Pisau Realisme Magis *merentang dari masa kolonial hingga pembunuhan massal 1965-1966 

 

Tapol; Ngarto Februana 2002 (Novel) (4)

 Meluruskan Sejarah Lewat Sastra– Nur Mursidi

Lubang Buaya – Saskia E. Wieringa 2003 (ed Indonesia – Novel) (5)

Gerwani dalam Novel The Crocodile Hole Karya Saskia E. Wieringa – Unsiyah Siti Marhamah

Jamangilak Tak Pernah Menangis – Martin Aleida 2004 (novel) (6)

Environmental Damage in the Indonesian 1965 Coup Literature – Novita Dewi

simak –unduh dari kumpulan makalah PROCEEDING The 3rd LITERARY STUDIES CONFERENCE “The 1965 Coupin Indonesia: Questions of Representation 50 Years Later”

SEPTEMBER – Noorca M, Massardi 2006 (Novel) (7)

KUDETA POLITIK 1965 PADA NOVELSEPTEMBER KARYA NOORCA M. MASSARDI: KAJIAN INTERTEKSTUALITAS – NunungNurnaningsih

 

 

Kalatidha – Seno Gumira Ajidarma (2007 (Novel) (8) 

Kalatidha dan Tragedi 1965 diIndonesia – Asep Sambodja

LOBAKAN 2009 (Antologi Cerita Pendek) (9)

[Pustakaloka] Sebuah RekonsiliasiBatin – Warih Wisatsana*

Lasmi – Nusya Kuswatin 2009 (Novel) (10)

Nasib Perempuan yang Terpinggirkan – Sunaryono Basuki Ks

 

 

The Forgotten Massacre – Peer Holm Jorgensen (2009) (11)

Review dan diskusi buku The Forgotten Massacre

Celah – Putu Oka Sukanta (2018) (12)

Celah, Upaya Putu Oka Sukanta Menggenapi Kisah

Bunga Tabur Terakhir: Cinta, Dendam dan Karma di Balik Tragedi 65 – GM Sudarta (2011) (Kumpulan Cerpen) (13)

Balutan Misteri pada Kisah Sejarah | Dhianita Kusuma Pertiwi 

SEGALA YANG TAK LENGKAP – ArifSaifudin Yudistira*

CANDIK ALA 1965 – Tinuk R. Yampolsky 2011 (Novel) (14)

CANDIK ALA 1965: LUKA SEJARAH DIMATA BOCAH – Ragil Koentjorodjati

 

 

Saskia Wieringa: The Crocodile Hole Sebuah Narasi Mencari Keadilan

PELECEHAN SEKSUAL TERHADAPGERWANI: KISAH ATIKAH–DJAMILAH DAN DJEMILAH – Saksia Wieringa

*****sebenarnya artikel diatas ini
bukanlah resensi tentang novel Juki R. Ardi (2011) Aku bukan Jamilah (15)

Tetapi karena buku ini adalah
kisah nyata yang dijadikan rujukan oleh Saksia Weiringa dalam artikel ini.

Istana Jiwa – Putu Oka Sukanta 2012 (Novel) (16)

Resensi Buku: Istana Jiwa, Sebuah Istana Mereka Yang Terluka – Dewi Indra Puspitasari

Translating Pain: Women‟s Struggle in Their Everyday Life after G30 S Tragedy as Representedin Putu Oka‟s Istana Jiwa – Nungki Heriyati

simak –unduh dari kumpulan makalah PROCEEDING The 3rd LITERARY STUDIES CONFERENCE “The 1965 Coupin Indonesia: Questions of Representation 50 Years Later”


Pulang – Leila S. Chudori 2012 (Novel) (17)

Pulang, Kisah Tentang Nasionalisme Sang Ekalaya – Saddam Cahyo

Beberapa Catatan untuk PULANG – Dea Anugerah

Pulang Menepis Keterlupaan – Maria Hartiningsih

Amba – Laksmi Pamuntjak 2012 (Novel) (18)

AMBA: ENIGMA BATIN MANUSIA DANKEKONYOLAN IDEOLOGI – Bambang Sugiharto

Amba Ingin Pulang tapi Takut Jadi Komunis – Alwi A. Ardhana

Gadis Kretek – Ratih Kumala 2012 (Novel) (19)

ROMANTISME “GADIS KRETEK” – Sapto HP

 

 

Blues Merbabu (2011) dan 65 (2012) Gitanyali (Novel) (20-21)

Aku Marxis? Tidak! Aku Anak Kebudayaan Massa – Muhidin M Dahlan

Mati Baik-Baik, Kawan – Martin Aleida 2014 (Kumpulan Cerpen) (22)

Berpijak pada Terompah Sastra danKesaksian – Heri CS

Penjagal Itu Telah Mati – Gunawan Budi Santoso 2015 (Antologi Cerpen) (23)


pengantar buku Antara Tragedi, Karma, dan Nestapa – Soesilo Toer

Museum Sangkar untuk Bapak: Catatan Ringkas tentang Kumpulan Cerita ‘Penjagal Itu Telah Mati’ – Dwi Cipta  

(Bagian I)(Bagian II)(Bagian III)

Celah – Putu Oka Sukanta (2018) (24)

Celah, Upaya Putu Oka Sukanta Menggenapi Kisah

Bagian 2

Sejauh mana dan bagaimana sebuah karya fiksi dapat menggugat fakta resmi [narasi orba yang manipulatif dan hegemonik] resensi sekaligus kritik teks terpilih disamping beberapa kajian susastra lain (termasuk beberapa kajian sastra masa orba yang juga bersinggungan dengan peristiwa 1965)

Katrin Bandel (2009) mengatakan bahwa sastrawan Indonesia yang mengangkat tema berkaitan dengan Peristiwa 1965 relatif sedikit. Dari
jumlah yang relatif sedikit itu, sebagian besar menggunakan perspektif yan sama dengan perspektif pemerintahan Orde Baru, yang selama masa kekuasaannya (1966-1998) menempatkan PKI sebagai bahaya laten dan lawan politik yang harusdiberantas. Beberapa contoh di antaranya adalah Pergolakan karya Wildan Yatim (1974), Sri Sumarah dan Bawuk karya Umar Kayam (1975), trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari (1982, 1985, 1986), dan Larung karya Ayu Utami (2001). Sementara sastrawan yang menggunakan perspektif yang berbeda dengan perspektif Orde Baru adalah Jamangilak Tak Pernah Menangis dan Mati Baik-baik, Kawan karya Martin Aleida (2004 dan 2009).

disalin dari

Kalatidha dan Tragedi 1965 diIndonesia – Asep Sambodja

berikut adalah kajian ilmiah atas karya-karya sastra hingga 1998 (masa Soeharto) yang berguna untuk menjawab pertanyaan diatas

MENYAKSIKAN JIWA-JIWA YANG DIBANTAI: MENGAJARKAN TRAGEDI
1965 MELALUI SASTRA – Taum Yoseph Yapi

INTERROGATING INDONESIAN NEW ORDER’S NARRATIVE OF GESTAPU

The Leftist Nobles and the Indonesian Communist Party in Umar Kayam’s Stories

Paulus Sarwoto – UniversitasSanata Dharma

REPRESENTASI TRAGEDI 1965: KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS
TEKS-TEKS SASTRA DAN NONSASTRA TAHUN 1966 – 1998 (Ringkasan Disertasi Tosph Yapi Taum)

Indonesian Literature vs New Order Orthodoxy: The
Aftermath of 1965-1966 (Disertasi Anna-Greta Nilsson Hoadley)

44f5e-sd

 unduh (dwi bahasa) JOURNAL “THE 1965 COUP IN INDONESIA: QUESTIONS OF REPRESENTATION 50 YEARS LATER” – LITERARY STUDIES CONFERENCE SANATA DHARMA

Shards of Memory: Representations of 1965 and Their Consequences – Cambridge Scholars Publishing (Ulasan Novel Amba, Pulang, Ronggeng Dukuh Paruh, Anak Tanah Air dan Film Pengkhianatan G 30 S/PKI)

Simak 1000 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o



13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)
Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s