Mozaik Jejak Kiri di Indonesia : Kotak Pandora ‘Kejatuhan Suharto’ atawa Habis (di)Gelap(kan) Terbitlah Terang [arsip Historia ; Tirto; Cerita Pagi]

SI_20180228_233241-1 (1)

arsip Historia.id; Tirto.id dan Cerita Pagi SindoNews

 *PALING TIDAK MENURUT SEJARAWAN AUSTRALIA, ADRIAN VICKERS SEJAK 1998 TELAH TERBIT LEBIH DARI 2000 KARYA BARU MENGENAI SEJARAH INDONESIA.  (SEPERTI DINYATAKAN MAX LANE DALAM PENGANTAR BUKU SEJARAH ALTERNATIF INDONESIA).
DAPAT DIDUGA JEJAK/BUKU KIRI  MERUPAKAN JUMLAH YANG CUKUP SIGNIFIKAN DARI TERBITAN SEJARAH ITU. TENTU LEDAKAN MACAM INI MUNCUL JUGA DALAM PEMBERITAAN DAN ARTIKEL  DI MEDIA CETAK DAN ONLINE

 

NB. dokumentasi ini hanya sampai tahun 2017 untuk selebihnya sila simak langsung di web historia dan tirto.

Buku-buku Kiri Menyerbu Pasar… – Kompas

* simak juga  [Jasmerah] Sejarah Gerakan Kiri Yang Dihilangkan

 SGKI cover-345x500

Historia.id

Sekolah ala Tan Malaka
Mendidik manusia agar tak sekadar pandai tapi juga berjiwa merdeka dan peduli pada nasib rakyat.
Saat Islam dan Komunis Harmonis
Pada suatu masa, karena kesamaan tujuan, Islam dan komunisme bersatu melawan penindasan.
Hindari Razia Intel Kolonial, Surat Kuasa SI Merah Dibuat dari Kain
Surat mandat untuk Henk Sneevliet terbuat dari kain belacu. Dikirim dari Semarang ke Belanda secara rahasia
Hikayat Komunisme di Ranah Minang (1)
Minang Kiri Sebelah Bofet Merah
Hikayat Komunis di Ranah Minang (2)
Seteru Sang Guru
Sebagian murid sekolah Islam Sumatera Thawalib balik arah menuju komunisme. Langkah awal melawan pemerintah kolonial.
Hikayat Komunisme di Ranah Minang (3)
Sekolah Rakyat Padang Panjang
Dari Padang Panjang hingga Silungkang, benih komunisme menyebar cepat. Mematangkan suasana perlawanan.
Kadiroen
Kolonialisme melibatkan banyak orang, baik Belanda sebagai penjajah maupun elite feodal pribumi yang menjadi kaki tangannya
Pogau dan Mas Marco Kartodikromo
Papua seperti suara yang jauh: di mana kabar tentang kekerasan dan kekayaan alam selalu terdengar sayup-sayup.
Dua Sudut Pandang Komunisme
Sebuah karya yang memandang Partai Komunis Indonesia dari dua sudut pandang, yakni lingkungan dalam dan luar negeri.
Kisah Semaoen dan Suratnya untuk Komintern
Penjelasan mengenai kondisi partai yang kehilangan pemimpin akibat penangkapan. Kecewa karena korupsi.
Henk Sneevliet
Seseorang dari Simpang Kiri Jalan
Namanya hampir saja hilang ditelan zaman. Sedikit saja yang masih mengenangnya.
Menelusuri Jejak Henk Sneevliet di Semarang
Lelaki asal Belanda itu dikenal sebagai pembawa ajaran komunisme ke Indonesia. Sempat menetap lima tahun di Semarang, meninggalkan jejak samar-samar.

Di Balik Gelar Pahlawan Nasional Dua Tokoh Komunis
Sukarno mengangkat Tan Malaka dan Alimin sebagai pahlawan nasional untuk memenuhi penyatuan ideologi nasakom (nasionalis, agama, dan komunis).
Mencari Wikana (1)
Sepakterjang Pemuda dari Sumedang
Dia berperan penting pada hari-hari buncit menjelang proklamasi. Hidupnya berakhir tragis.
Mencari Wikana (2)
Anak Menak Revolusioner
Lahir dari keluarga priayi bukan halangan untuk jadi pejuang. Sangat membenci penjajah.
Mencari Wikana (3)
Lakon dalam Pusaran Revolusi
Relasi Wikana yang luas di kalangan intelijen Jepang berhasil mengamankan pembacaan teks proklamasi.
Mencari Wikana (4)
Saujana Merdeka Menteri Sederhana
Sempat menduduki beberapa jabatan penting. Hatta mendepaknya karena dia orang kiri.
Mencari Wikana (5)
Tersisih dari Perahu Partai
Wikana tersingkirkan oleh para pengagumnya. Garis politik memisahkan mereka.
Mencari Wikana (6)
Berpisah di Jalan Dempo
Dikenang sebagai ayah yang hangat dan pendiam. Pergolakan politik memisahkannya dari keluarga.
Misteri Tiga Orang Kiri
Bertahun-tahun penguasa Orba menempatkan mereka sebagai mitos sejarah yang haram untuk diwacanakan.
Yang Muda Yang Berkuasa
Kelompok Aidit menyusun partai secara sistematis. Mulai soal ideologi sampai perluasan keanggotaan.
Cerita di Balik Tujuh Setan Desa
Propaganda PKI tentang siapa saja musuh rakyat. Memadukan kerja politik dengan penelitian ilmiah.
Gerwani dan Hak Anak
Sebelum diperingati Hari Anak Nasional, Indonesia telah memperingati Hari Anak Internasional yang diperkenalkan oleh Gerwani.

Kampus-Kampus Merah, Kampus Kader Komunis

PKI tampil sebagai partai besar yang mendirikan beberapa kampus. Tentu saja, banyak di antaranya yang menghilang tanpa jejak.

Wawancara DN Aidit: “PKI menentang pemretelan terhadap Pancasila”
Wawancara Aidit dengan Solichin Salam ini koleksi Komando Operasi Tertinggi (KOTI) yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Arsip ini telah terbuka untuk publik.
PKI Tak Sempat Tua
Sebelum menjadi partai besar di masanya, PKI melalui perkembangan masa kanak-kanak sampai dewasa sepenuhnya. Ia mati sebelum tua
Asal-usul Dana Partai Komunis Indonesia
Meski tak lancar, partai memberikan beban keuangan kepada anggota. Bukan sumber pemasukan partai yang utama.
Bagaimana Persaingan Partai Islam dengan Komunis pada Pemilu 1955?
Kesumat lama yang merembet dari panggung elite sampai ke akar rumput. Berakhir tragis.
Badan Ekonomi “Sama Rata Sama Rasa”
Tak ingin keduluan, kaum komunis di Sumatera Timur membentuk badan untuk memperjuangkan perekonomian rakyat.
Membakar Komunisme
Kejaksaan Agung membakar buku-buku komunisme sebanyak sepuluh ton.

Tirto.id

Henk Sneevliet: Mahaguru Pendiri PKI
Sejarah komunis di Indonesia tak lepas dari Sneevliet yang mendirikan ISDV pada 9 Mei 1914 di Surabaya.
Mohammad Misbach Sang Haji Merah
Haji Misbach adalah tokoh fenomenal dalam perjuangan pergerakan Indonesia. Ia memimpin Sarekat Islam, tapi faksi merah. Baginya, Islam bisa bergandengan dengan komunisme.

Hari Buruh di Zaman Belanda

 Tiap tahun, Hari Buruh 1 Mei biasanya dirayakan dengan pawai kaum buruh dan simpatisannya. Pada 1923, Hari Buruh bahkan diramaikan juga dengan pemogokan.
Para Haji di Persimpangan Kiri

Digoel, Tempat Buangan Para Pembangkang

Kabur dari Digoel

Tionghoa yang Berdagang dan Berjuang Hingga ke Boven Digoel

Pemuda Kiri Mendesak Proklamasi
Proklamasi hanya butuh keberanian Bung Karno dan Bung Hatta saja setelah pemuda-pemuda mendukungnya. Namun, tanpa pergerakan pemuda-pemuda kiri—baik yang sosialis maupun yang komunis, Proklamasi tak akan terjadi
(Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana
Proklamasi 17 Agustus 1945 tak bisa dilepaskan dari peran Wikana dan pemuda-pemuda lain yang bersamanya mendesak golongan tua yang ragu untuk menyegerakan pernyataan kemerdekaan.
Sepak Terjang Sjahrir, Amir, dan Tan Jelang Proklamasi RI
Amir Sjarifoeddin: Perdana Menteri, Kiri, dan Dihukum Mati
Mengenal Abdulmadjid, Putra Tiri Kartini yang Kiri
Kisah Tragis Maruto Darusman
Tokoh PKI di TMP Kalibata
Alimin, tokoh Partai Komunis Indonesia, dikuburkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Letak pusaranya tepat di belakang lima makam “pahlawan revolusi”.
Mengenal Abdulmadjid, Putra Tiri Kartini yang Kiri
Di masa pendudukan Jerman (1940-1945) Abdulmajid ikut serta dalam gerakan pembebasan. Dia sempat menjadi menteri di masa revolusi, juga Walikota semarang pada 1950an.
Potret Buram Anak Kartini
Lain dari sang ibu, Kartini, nama Soesalit hampir tak dikenal publik. Padahal, ia prajurit yang memperjuangkan kemerdekaan RI. Laju kariernya berhenti setelah Peristiwa Madiun. Tentara yang dianggap kiri di Jawa Tengah dan Jawa Timur menguasai Madiun dan sekitarnya. Lantas, sebuah dokumen yang dianggap milik kaum pemberontak jatuh ke tangan tentara pemerintah.
Sofyan Baraqbah
Sayid Komunis yang Diburu Tentara Baret Merah
Sayid dan Komunis dari Kalimantan
Pilihan politik Fahrul Baraqbah membuatnya unik: seorang sayyid yang memilih PKI sebagai jalan perjuangan politik demi keadilan sosial masyarakat Indonesia.
Sejarah Gerakan Buruh di Balik Kewajiban THR
THR kini sudah menjadi hak seluruh pekerja. Ada andil SOBSI yang berjuang keras merealisasikan THR.

Kemesraan Serikat Buruh dan Partai Politik Sejak Era PKI
Kedekatan antara serikat buruh dengan partai politik umum terjadi. Ada yang dekat dengan PKI, Masjumi, juga ada onderbouw partai NU.
Nahasnya Organisasi-Organisasi Onderbouw PKI

Cerita Pagi Hasan Kurniawan SindoNews

Tan Malaka, Alimin Semaoen
Marco Kartodikromo dan Syair Sama Rata Sama Rasa – 11 Januari 2016
Riwayat Haji Misbach, Radikalisasi Gerakan Petani di Surakarta (I) – 20 Juni 2016
Riwayat Haji Misbach, Pergulatan Seorang Islam Komunis (II) – 24 Juni 2016
Semaoen dan Pemogokan Buruh Kereta Api Mei 1923 – 2 Mei 2016
Sekolah Tan Malaka dan Pendidikan Kaum Tertindas – 7 Mei 2016
Pemberontakan PKI di Banten dan Silungkang 1926-1927 (1) – 23 November 2015
Pemberontakan PKI di Banten dan Silungkang 1926-1927 (2-habis) – 28 November 2015
Perjuangan Rakyat 1926-1927 dalam Karya Sastra – 8 Agustus 2014
Amir Syarifuddin dalam bingkai sejarah
Amir Syarifuddin dan gerakan anti-Jepang
Tertangkap Jepang, Amir Syarifuddin divonis mati
DN Aidit dan Proklamasi 17 Agustus 1945 – 15 Agustus 2016
Madiun, Negara Republik Soviet Indonesia – 19 September 2013
Musso, Bapak Republik Indonesia Soviet – 1 Oktober 2013
Aidit, Jalan Panjang Menuju Demokrasi – 22 September 2014
Landreform dan Aksi Sepihak BTI Mengganyang Setan Desa – 12 September 2016
Lain-lain
Marco Kartodikromo : Jejak Radikalisme dalam Gerakan Nasionalis
Mengenang Kembali Haji Misbach
Amir Sjarifuddin: Seorang Komunis Sekaligus Kristen Taat (Bagian 1)
Amir Sjarifuddin: Seorang Komunis Sekaligus Kristen Taat (Bagian 2)
Bacaan Liar : Budaya dan Politik Jaman Pergerakan (Razif)
Jaman Bergerak di Hindia Belanda
Mozaik Bacaan Kaoem Pergerakan Tempo Doloe
Hikayat Kadiroen
Student Hijo
Dibawah Lentera Merah – Soe Hok Gie

simak 470 ‘entry’ lainnya pada link berikut

Daftar Isi Perpustakaan Genosida 1965-1966

 
Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Bookmark and Share

 

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n (1)

 

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)
Bookmark and Share

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s